Jejak Kasus Serial Killer Paling Mengerikan di Indonesia: Dukun AS sampai Wowon

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:59 WIB
Jejak Kasus Serial Killer Paling Mengerikan di Indonesia: Dukun AS sampai Wowon
Wowon Erawan alias Aki Wowon, tersangka kasus pembunuhan berantai atau serial killer di Bekasi dan Cianjur, Jawa Barat. (foto dok. Polisi)

Suara.com - Indonesia dihebohkan dengan adanya kasus pembunuhan berantai Wowon CS. Diketahui, kasus mengerikan ini berawal dari tiga orang sekeluarga yang tewas di Bekasi.

Mulanya, ketiga korban diduga keracunan, tetapi kemudian terungkap bahwa mereka dibunuh dengan cara diracun. Sebelum adanya kasus ini, ada beberapa kasus serial killer yang juga pernah menggemparkan publik di Tanah Air.

Berikut 4 kasus pembunuhan berantai paling menggemparkan di Indonesia sebelum Wowon CS.

Dukun AS

Pemegang serial killer terbanyak di Indonesia diketahui masih dipegang oleh Ahmad Suradji alias Dukun AS. Diketahui, Dukun AS membunuh sebanyak 42 wanita dengan motif untuk mendapatkan ilmu hitam.

Mayat korban Dukun AS dikuburkan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kasus Dukun AS ini diketahui mulai terungkap oleh kepolisian kepada khalayak pada tahun 1997 silam.

Dukun AS sendiri mengaku telah membunuh sebanyak 42 gadis demi menguasai ilmu hitam yang tengah dipelajarinya pada saat itu. Agar ilmunya tersebut sempurna, ia mengaku harus membunuh sebanyak 70 wanita dan menghisap air liur korban.

Akibat dari perbuatannya, Dukun AS dijatuhi hukuman mati pada tanggal 27 April 1998. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap wanita-wanita tersebut.

Dalam perjalanan kasusnya, Dukun AS sempat melakukan banding, kasasi hingga permohonan grasi ke Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar hukumannya menjadi lebih ringan.

Namun semua upaya hukum tersebut tidak berhasil, oleh karenanya Dukun AS dieksekusi mati pada tanggal 10 Juli 2008 di suatu titik di Deli Serdang oleh tim eksekusi Brimob Polda Sumatera Utara.

Babe

Serial killer lainnya yang pernah terjadi di Indonesia yaitu kasus Babe. Kasus ini terjadi di Jakarta pada saat 14 anak disodomi hingga dimutilasi dalam kurun waktu 2000-2008 oleh pelaku yang diketahui bernama Baekuni alias Babe.

Kasus ini berawal pada saat ditemukannya korban mutilasi di Klender, Jakarta Timur pada tahun 2007.

Pada saat ditemukan, dubur bocah yang masih berusia 6 tahun tersebut tersumpal kertas koran. Namun kala itu, Babe tidak bisa ditangkap dikarenakan korban anak jalanan yang tidak memiliki identitas.

Kemudian, pada tahun 2008, kembali ditemukan bocah yang berumur 9 tahun. Bocah tersebut dimutilasi dan dibuang di dekat Terminal Pulogadung. Dari pembunuhan ini, akhirnya polisi berhasil menangkap Babe.

Babe kemudian mengaku telah membunuh sebanyak 14 anak. Sebanyak 10 anak disodomi, dan 4 lainnya dibunuh dan dimutilasi oleh Babe dengan alasan untuk memudahkan membuang jasad korban.

Ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada 6 Oktober 2010. Hukuman tersebut di bawah tuntutan JPU yang menuntut hukuman mati.

Jaksa pun kemudian mengajukan banding dan dikabulkan sehingga Babe dihukum mati.

Ryan Jombang

Kemudian, kasus pembunuhan berantai lainnya yaitu kasus Ryan Jombang. Pemilik nama asli Very Idham Henyansyah ini melakukan pembunuhan berantai pada 11 korban.

Aksi kejinya tersebut berhasil diungkap setelah ditemukan sebanyak 7 potongan tubuh di lahan kosong yang berada di Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan pada 12 Juli 2008.

Salah satu potongan tubuh yang ditemukan oleh polisi yaitu kepala korban yang bernama Heri Santoso. Polisi menetapkan Ryan sebagai tersangka dalam kasus ini, setelah berhasil ditangkap di Depok, Jawa Barat pada 15 Juli 2008.

Adapun motif Ryan membunuh Heri Santoso dan kemudian memutilasinya yaitu karena terbakar api cemburu.

Kemudian, polisi mengungkap ada sebanyak 10 jasad pembunuhan Ryan lainnya yang ditanam di belakang rumahnya yang berada di Jombang, Jawa Timur. Ditambah dengan korban Heri Santoso, total korban Ryan jadi 11 orang.

Atas perbuatannya tersebut, Ryan diproses di Pengadilan Negeri Depok dengan hukuman mati pada 6 April 2009. Ia sempat mengajukan banding dan kasasi, tetapi ditolak sehingga tetap divonis eksekusi mati. Namun, sampai saat ini Ryan masih belum dieksekusi.

Wowon Cs

Serial killer terbaru yang menggemparkan publik adalah kasus serial killer Wowon Cs yang berawal dari tewasnya tiga orang sekeluarga di Bekasi. Mulanya tiga orang tersebut diduga keracunan tapi kemudian terkuak bahwa mereka dibunuh dengan cara diracun.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini yaitu Wowon Erawan alias AKI, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehuddin. Mereka merupakan kerabat dekat para korban.

Diketahui, ketiga tersangka diduga melakukan pembunuhan dengan memberi racun pada korban yang berjumlah empat orang tersebut. Tiga korban yang tewas dalam kasus ini masing-masing bernama Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20), serta M Riswandi (16), dan satu orang lainnya bernama NAS (5) masih dirawat di rumah sakit.

Ai sendiri diketahui merupakan istri baru tersangka Wowon, sedangkan Ridwan dna Riswandi merupakan anak Maimunah dari suami pertamanya.

Polisi menyebut bahwa Solihin mengenalkan dirinya kepada para target sebagai orang yang memiliki ilmu untuk meningkatkan kekayaan, sementara itu, Wowon sendiri ditugaskan untuk mencari korban.

Sampai saat ini, korban pembunuhan berantai oleh Wowon dan Dede totalnya ada sembilan orang.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Korban Serial Killer Tahu Fatimah Simpan Banyak Uang di Wowon Cs

Keluarga Korban Serial Killer Tahu Fatimah Simpan Banyak Uang di Wowon Cs

| Minggu, 22 Januari 2023 | 14:57 WIB

Polisi Bakal Dalami Temuan Dua Lubang Kuburan Baru di Rumah Wowon, Diduga untuk Calon Korban

Polisi Bakal Dalami Temuan Dua Lubang Kuburan Baru di Rumah Wowon, Diduga untuk Calon Korban

News | Minggu, 22 Januari 2023 | 10:31 WIB

Rekam Jejak Duloh, Si Partner in Crime yang Diam-diam Bunuh Istri Kelima Wowon

Rekam Jejak Duloh, Si Partner in Crime yang Diam-diam Bunuh Istri Kelima Wowon

News | Minggu, 22 Januari 2023 | 08:53 WIB

Istri Keempat Aki Wowon Ungkap Kehidupan Suaminya Sebelum Kasus Pembunuhan Berantai

Istri Keempat Aki Wowon Ungkap Kehidupan Suaminya Sebelum Kasus Pembunuhan Berantai

| Minggu, 22 Januari 2023 | 07:41 WIB

Rekam Jejak Kombes Hengki Haryadi Pembongkar 3 Kasus Misterius Terkini, Dari Mutilasi Angela Hingga Serial Killer Wowon

Rekam Jejak Kombes Hengki Haryadi Pembongkar 3 Kasus Misterius Terkini, Dari Mutilasi Angela Hingga Serial Killer Wowon

News | Minggu, 22 Januari 2023 | 07:00 WIB

Tampang Lugu Tapi Kelakuan Bengis, Istri Wowon Ungkap Kelakuan Ganjil Suami Ketika Di Rumah

Tampang Lugu Tapi Kelakuan Bengis, Istri Wowon Ungkap Kelakuan Ganjil Suami Ketika Di Rumah

News | Minggu, 22 Januari 2023 | 06:22 WIB

Terkini

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB