Kritik Menohok Kornas Buat Koalisi Perubahan: Mudah Baper dan Caper, Tak Punya Visi Misi

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Senin, 23 Januari 2023 | 17:29 WIB
Kritik Menohok Kornas Buat Koalisi Perubahan: Mudah Baper dan Caper, Tak Punya Visi Misi
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan pidato politiknya dalam Perayaan HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta, Jumat (11/11/2022). [NTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]

Suara.com - Hubungan Partai Nasdem, Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih terombang-ambing. Ini setelah ketiganya tak kunjung kompak mendeklarasikan Koalisi Perubahan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden atau capres 2024.

Terlebih ketiga partai politik itu sempat terlibat aksi saling sindir dan meributkan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies. Baik Demokrat dan PKS sama-sama balapan menyodorkan calon mereka, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahamd Heryawan alias Aher, sebagai cawapres Anies.

Sementara itu, Partai NasDem justru menegaskan kriteria pendamping Anies haruslah tokoh yang sudah berpengalaman di pemerintahan, serta mampu mendongkrak elektabilitas di luar basis pendukung Anies. Syarat itu pun semakin membuat Koalisi Perubahan semakin bergejolak dan sampai diisukan bakal bubar.

Mengenai itu, Kongres Rakyat Nasional (Kornas) melalui keterangan resminya, memberikan kritikan menohok terkait drama Koalisi Perubahan. Kornas berpendapat bahwa NasDem, Demokrat dan PKS tidak memiliki visi misi yang jelas untuk menyatukan koalisi.

Ketiga partai tersebut, lanjut Kornas, hanya meributkan cawapres yang bakal mendampingi Anies. Pembahasan seputar cawapres itu dinilai hanya akan membuat koalisi semakin rapuh.

Kornas juga menyoroti aksi saling sindir ketiga elit parpol yang menunjukkan sikap mudah baper. Aksi itu dipandang menjadi bukti kuat bahwa Koalisi Perubahan kosong dari pertukaran ide dan gagasan untuk memajukan bangsa, serta sangat jauh dari semangat perubahan yang menjadi tujuan utama.

Sebaliknya, Kornas memandang NasDem, Demokrat dan PKS justru mempertontonkan sifat kekanak-kanakan, semata-mata untuk 'caper' atau mencari perhatian publik agar jadi pembicaraan.

Kornas melanjutkan, langkah NasDem mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024 juga dinilai hanyalah ekspresi emosional untuk melawan dominas PDIP di koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.

Dengan lantang mendukung Anies, NasDem seolah ingin menunjukkan bahwa langkahnya juga bisa mendapatkan sambutan baik dari parpol oposisi pemerintah, yakni Demokrat dan PKS.

Namun sangat disayangkan, kata Kornas, bahwa langkah mendeklarasikan Anies tidak sejalan dengan kelancaran Koalisi Perubahan. Ini karena ketiga partai tersebut tak kunjung selesai meributkan cawapres Anies di hadapan publik, alih-alih visi misi.

Dalam menyambut Pemilu 2024, Kornas pun menekankan pentingnya berpolitik dengan gembira dan penuh sukacita. Salah satunya semua pihak diminta untuk melawan praktik politik kotor yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Pemilu 2024 hendaklah menjadi pesta demokrasi seperti sering diperbincangkan. Maka sebagai pesta, Pemilu sejatinya menghadirkan sukacita dan kegembiraan," pesan Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan seperti dikutip dalam media rilis, Senin (23/1/2023).

"Semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi sejatinya mengindari praktik-praktik kotor yang dapat mengganggu sukacita dan kegembiraan seluruh rakyat," kata Sutrisno.

"Jika ada pihak-pihak yang secara sadar dan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi sukacita dan kegembiraan pesta demokrasi, maka seluruh rakyat akan bersatu melawannya," tandasnya.

Disclaimer:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Koalisi Perubahan: Peran 'Playing Victim' SBY sampai Taktik Surya Paloh Dibongkar

Drama Koalisi Perubahan: Peran 'Playing Victim' SBY sampai Taktik Surya Paloh Dibongkar

News | Senin, 23 Januari 2023 | 16:49 WIB

Partai Demokrat Jabar Siap Dukung Anies Baswedan asal AHY Jadi Cawapres, PKS Malah Restui Sosok Ini

Partai Demokrat Jabar Siap Dukung Anies Baswedan asal AHY Jadi Cawapres, PKS Malah Restui Sosok Ini

| Senin, 23 Januari 2023 | 15:44 WIB

Ngeri-ngeri Sedap, Anies Harap KA Argo Parahyangan Tetap Beroperasi, Publik: Sindiran Halus Kereta Cepat?

Ngeri-ngeri Sedap, Anies Harap KA Argo Parahyangan Tetap Beroperasi, Publik: Sindiran Halus Kereta Cepat?

| Senin, 23 Januari 2023 | 15:31 WIB

Sandiwara Koalisi Perubahan, Kornas Ungkap Peran SBY, JK dan Surya Paloh di Elite Parpol

Sandiwara Koalisi Perubahan, Kornas Ungkap Peran SBY, JK dan Surya Paloh di Elite Parpol

| Senin, 23 Januari 2023 | 14:37 WIB

Dikupas Habis Kubu Lawan, Surya Paloh-JK-SBY Disebut Jadi 'Sutradara' Drama Koalisi Anies Baswedan

Dikupas Habis Kubu Lawan, Surya Paloh-JK-SBY Disebut Jadi 'Sutradara' Drama Koalisi Anies Baswedan

| Senin, 23 Januari 2023 | 14:14 WIB

Anak Haji Lulung Dilengserkan dari Ketua DPW DKI karena Dukung Anies? Sekjen PPP: Tidak Benar

Anak Haji Lulung Dilengserkan dari Ketua DPW DKI karena Dukung Anies? Sekjen PPP: Tidak Benar

News | Senin, 23 Januari 2023 | 12:39 WIB

Terkini

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB