Pilu! Remaja di Jaksel Diduga Dianiaya dan Disekap usai Tabrakan dengan Keluarga Perwira Polisi

Agung Sandy Lesmana, Rakha Arlyanto

Rabu, 14 Juni 2023 | 15:24 WIB
Pilu! Remaja di Jaksel Diduga Dianiaya dan Disekap usai Tabrakan dengan Keluarga Perwira Polisi
Ilustrasi penyekapan. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang remaja berinisial A (15) diduga menjadi korban penganiayaan, penyekapan dan pencurian oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Antasari, Jakarta Selatan (Jaksel).

Salah satu pelaku disebut-sebut merupakan anggota keluarga seorang perwira polisi berpangkat Brigjen. Kasus bermula dari insiden kecelekaan.

Pengacara A, Suryantara menyebut kecelakaan itu terjadi pada 7 Januari 2023 lalu. Saat itu, A mengendarai sepeda motornya sambil membuat video vlog sekitar pukul 02.00 WIB di area Antasari.

Ketika melintas di flyover Antasari, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai korban ditabrak oleh mobil pelaku.

"Ada mobil kenceng tiba-tiba mengerem lalu belakangnya ini tidak bisa mengerem. Tabrakanlah dia," kata Surya di Jaksel, Rabu (14/6/2023).

Selepas itu, A dikerumunin oleh sejumlah pelaku di pinggir jalan.

Suryantara, pengacara remaja yang diduga dianiaya dan disekap usai tabrakan dengan keluarga perwira polisi di kawasan Antarasi Jaksel. (Suara.com/Rakha)
Suryantara, pengacara remaja yang diduga dianiaya dan disekap usai tabrakan dengan keluarga perwira polisi di kawasan Antarasi Jaksel. (Suara.com/Rakha)

Korban Dimaki-maki

Dari video yang diterima Suara.com, terlihat korban dibentak beberapa kali oleh pada pelaku.

"Nah setelah tabrakan, dia datengin Amadani, dia bilang, 'Ini gara-gara kamu nih tabrakan, kamu harus ganti rugi'," lanjut Surya.

baca juga

Korban disebut dipaksa mengganti rugi atas kerusakan mobil pelaku. Namun korban tidak menyanggupi jumlah ganti rugi tersebut.

"Di situ dia diancam, dimaki-maki, dibilang anak orang miskin dan nggak mampu. Kemudian dimintain uang 20 juta sebagai jaminan," kata Surya.

Disekap hingga Dianiaya

Walhasil, korban diangkut ke dalam mobil dan dibawa ke sebuah rumah di kawasan Lebak Bulus, Jaksel.

Tak sampai di situ, para pelaku juga membawa sepeda motor yang dikendarai korban.

Surya mengatakan korban disekap selama berjam-jam dan mengalami tindakan penganiayaan. Korban sudah memohon untuk menelepon pihak keluarga namun tidak diizinkan.

"Ditampar sama disikut. Ada visum dan segala macem," ucap Surya

Menjelang pagi hari, korban akhirnya diizinkan oleh para pelaku menelepon pihak keluarga, dalam hal ini tantenya. Singkat cerita, tante korban pun datang ke lokasi penyekapan dan membawa korban pulang.

Laporkan 2 Kasus ke Polres Jaksel

Atas tindakan itu, Surya menyebut pihaknya bersama keluarga melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 9 Januari 2023 lalu. Setidaknya ada dua laporan terkait kasus tersebut yakni dugaan kekerasan terhadap anak dan dugaan perampasan.

Laporan dugaan kekerasan terhadap anak itu terdaftar dengan nomor visum 18/VER/I/Res Jaksel. Sementara laporan dugaan perampasan sepeda motor dengan nomor LP/B/110/I/2023/SPKT/ Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya.

Ketika proses hukum sedang berjalan, orang tua korban didatangi oleh satu rekannya. Rekan orang tua korban kemudian mewanti-wanti karena sedang berhadapan dengan keluarga perwira polisi yang diduga berpangkat Brigjen.

"Pejabatlah lebih tepatnya ya, dari keluarga pejabat jadi nggak langsung ke pejabatnya tapi dari keluarga pejabat," ujar Surya.

Dua laporan kasus remaja diduga disekap dan dianiaya usai tabrakan dengan keluarga perwira polisi. (Suara.com/Rakha)
Dua laporan kasus remaja diduga disekap dan dianiaya usai tabrakan dengan keluarga perwira polisi. (Suara.com/Rakha)

Namun begitu, Surya tidak mengetahui secara detail siapa sosok Brigjen tersebut dan bertugas dimana. Dalam perkara ini, keluarga sempat dimintai keterangan beberapa kali oleh pihak kepolisian.

Surya menyebut polisi sempat melakukan upaya mediasi dengan pihak keluarga. Pada kesempatan itu, salah satu orang pelaku berinisial I yang diduga merupakan anggota keluarga perwira polisi turur hadir.

Kendati begitu, mediasi tersebut gagal dilakukan. Oleh sebab itu pihak keluarga korban kini mendesak kepolisian melanjutkan perkara tersebut.

"Lalu mediasi itu tidak tercapai, kemudian kami putuskan mediasi gagal, kami lanjutkan proses selanjutnya, intinya seperti itu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dieksekusi ke LPAK Tangerang, Agnes Gracia Bakal Tidur Bareng 2 Tahanan Lain: Tak Ada Perlakuan Khusus!

Dieksekusi ke LPAK Tangerang, Agnes Gracia Bakal Tidur Bareng 2 Tahanan Lain: Tak Ada Perlakuan Khusus!

Dexcon | Rabu, 14 Juni 2023 | 15:05 WIB

5 Keanehan Kasus Penganiayaan David Ozora, Diungkap Jonathan Latumahina

5 Keanehan Kasus Penganiayaan David Ozora, Diungkap Jonathan Latumahina

News | Rabu, 14 Juni 2023 | 14:10 WIB

Vonis 3,5 Tahun Penjara Inkrah, AG Dijebloskan ke LPKA Tangerang Hari Ini

Vonis 3,5 Tahun Penjara Inkrah, AG Dijebloskan ke LPKA Tangerang Hari Ini

News | Rabu, 14 Juni 2023 | 14:03 WIB

Profil Rudy, Saksi yang Ingin Hajar Mario Dandy usai Lihat David Berdarah-darah

Profil Rudy, Saksi yang Ingin Hajar Mario Dandy usai Lihat David Berdarah-darah

News | Rabu, 14 Juni 2023 | 13:17 WIB

Terkini

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Berapa Biaya Laser Flek Hitam di Klinik Kecantikan dan Ketahanannya?

Berapa Biaya Laser Flek Hitam di Klinik Kecantikan dan Ketahanannya?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Peluang Kerja Musiman bagi Warga Lombok

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Peluang Kerja Musiman bagi Warga Lombok

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Sukses Bawa Indonesia Juara, Calvin Verdonk Siap Tampil Laga Lille vs Le Havre

Sukses Bawa Indonesia Juara, Calvin Verdonk Siap Tampil Laga Lille vs Le Havre

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional

Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:58 WIB

×