KIB dan KKIR Siap Melebur, Nama Baru Koalisi Disebut Tengah Dirancang

Ria Rizki Nirmala Sari, Novian Ardiansyah

Kamis, 15 Juni 2023 | 13:25 WIB
KIB dan KKIR Siap Melebur, Nama Baru Koalisi Disebut Tengah Dirancang
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Fikri Yasin saat ditemui wartawan usai menghadiri kegiatan pemaparan hasil survei Media Survei Nasional (Median) di Jakarta, Selasa (28/2/2023). ANTARA/Tri Meilani Ameliya

PAN Tawarkan Erick, Golkar Airlangga

PAN membenarkan bahwa pihaknya kini sedang penjajakan pembangunan koalisi permanen bersama Golkar, Gerindra, dan PKB.

Bahkan, calon presiden untuk koalisi permanen itu sudah mengarah kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Sekarang ini kita sedang memantapkan koalisi empat partai, yaitu PAN, Gerindra, Golkar dan PKB. Dari keempat partai ini yang paling berpeluang menjadi capres ya Prabowo Subianto," kata Wasekjen PAN Fikri Yasin dihubungi, Rabu (14/6/2023).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat berbincang dengan sejumlah pewarta di GBK Arena Jakarta, Jumat (10/3/2023). ANTARA/Bayu Kuncahyo
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat berbincang dengan sejumlah pewarta di GBK Arena Jakarta, Jumat (10/3/2023). ANTARA/Bayu Kuncahyo

Sebelumnya, hal senada disampaikan Golkar yang menilai Prabowo berpeluang dicalonkan menjadi capres koalisi permanen. Menurut Golkar, Prabowo merupakan capres perwakilan dari koalisi Gerindra dan PKB di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Karena itu, untuk cawapres koalisi permanen diharapkan dipilih dari unsur Golkar atau PAN sebagai representasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

PAN sependapat dengan hal tersebut. Tetapi berbeda dengan Golkar yang menyodorkan mama Airlangga Hartarto, PAN mendorong nama Erick Thohir untuk mendampingi Prabowo.

"Ya salah satu tawaran kita cawapresnya, yaitu Erick Thohir," kata Fikri.

Komposisi Capres-Cawapres Koalisi Permanen

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Presiden DPP Partai Golkar Nusron Wahid menilai koalisi permanen antara Partai Golkar, PAN, PKB, dan Partai Gerindra merupakan hal yang relevan. Menuerutnya soal permanen hanya nama dan sifat, tetapi di balik itu ada dua koalisi yang bergabung menjadi satu.

baca juga

Diketahui Golkar dan PAN sampai saat ini masih tergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Sedangkan PKB dan Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

"Sekali lagi, permanen itu kan sifatnya. Bukan namanya, sifatnya. Kalau elemennya itu empat partai, ada Golkar, ada empat, ada tiga, ada PKB, saya rasa ini relevan sekali dengan integrasi dua koalisi, yaitu KIB dan KKIR, menuju menjadi koalisi besar," kata Nusron di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Ia mengatakan menyoal nama bisa dibicarakan bersama oleh empat partai.

"Ya nanti kalau dia melebur jadi satu kan nama koalisinya bisa dirembuk," ujarnya.

Nusron mengaku menyoal calon presiden dari koalisi permanen nantinya merupakam Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Pasalnya Prabowo, menurutnya sudah tidak bisa ditawar lagi.

Kepala Bappilu Presiden dari Partai Golkar Nusron Wahid. [Suara.com/Bagaskara]
Kepala Bappilu Presiden dari Partai Golkar Nusron Wahid. [Suara.com/Bagaskara]

Kendati begitu, menurutnya mengai cawapres masih bisa dibicarakan. Tetapi ia berpandangan sosol cawapres bisa diambil dari Golkar atau PAN sebagai perwakilan KIB.

"Ya kan begini ya, kalau gagasannya itu adalah integrasi dua koalisi, yaitu KIB dan KKIR, kan KKIR sudah mempunyai calon presiden yang pakem yang tidak mau ditawar, namanya Pak Prabowo Subianto," kata Nusron.

"Supaya ini (koalisi) bisa melebur, kan kita juga harus ada yang mau mengalah. Oke kalau begitu presidennya dari KKIR, tapi wakil presidennya dari KIB," sambungnya.

Nusron sendiri sebagai kader Golkar tentu akan menyodorkan nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi cawapres. Tetapi ke depannya, Golkar akan menunggu keputusan internal KIB.

"Ya KIB siapa biar diputus dalam KIB. Tapi tentunya karena saya orang Golkar, berkepentingan supaya KIB itu nanti yang muncul nanti nama Pak Airlangga Hartarto. Kenapa? Karena Airlangga merupakan Ketua Umum Golkar, dalam KIB, Golkar juga partai paling besar, wajar dong dan relevan begitu," kata Nusron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugatan Terhadap Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Ditolak

Gugatan Terhadap Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Ditolak

Pekanbaru | Kamis, 15 Juni 2023 | 13:16 WIB

Gugatan Ditolak MK, Pemilu 2024 Tetap Coblos Foto Caleg

Gugatan Ditolak MK, Pemilu 2024 Tetap Coblos Foto Caleg

News | Kamis, 15 Juni 2023 | 13:14 WIB

Potensi Duet, Demokrat Bali: Siapapun Lawannya Ganjar-AHY Udah Pegang Kartu Menang

Potensi Duet, Demokrat Bali: Siapapun Lawannya Ganjar-AHY Udah Pegang Kartu Menang

Denpasar | Kamis, 15 Juni 2023 | 12:29 WIB

Pengamat Warning Koalisi Perubahan Jangan Anggap Enteng Rencana Pertemuan Puan-AHY: Demokrat Partai yang Pernah Berkuasa

Pengamat Warning Koalisi Perubahan Jangan Anggap Enteng Rencana Pertemuan Puan-AHY: Demokrat Partai yang Pernah Berkuasa

Liberte | Kamis, 15 Juni 2023 | 11:45 WIB

PEMILU 2024: MK Putuskan Sistem Proporsional Terbuka atau Tertutup Seperti Orde Baru?

PEMILU 2024: MK Putuskan Sistem Proporsional Terbuka atau Tertutup Seperti Orde Baru?

Bandungbarat | Kamis, 15 Juni 2023 | 11:12 WIB

MK Siap Putuskan Gugatan Sistem Pemilu 2024 Hari Ini

MK Siap Putuskan Gugatan Sistem Pemilu 2024 Hari Ini

Purwasuka | Kamis, 15 Juni 2023 | 08:40 WIB

Terkini

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

×