Suara.com - Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno mengakui konsep memprioritaskan angkutan umum untuk ke Jakarta International Stadium (JIS) masih belum bisa diterapkan. Sebab, masyarakat, termasuk Jakmania disebutnya masih menaiki kendaraan pribadi saat menonton sepak bola.
Pada saat era eks Gubernur DKI Anies Baswedan, JIS memang dirancang sebagai bangunan ramah lingkungan atau green building. Karena itu, akses yang diprioritaskan untuk ke stadion berkapasitas 82 ribu orang ini adalah angkutan umum shuttle bus.
Bahkan, kantung parkir JIS juga dibuat terbatas untuk 1.200 kendaraan yang diprioritaskan untuk tim, penonton disabilitas, VVIP dan undangan khusus.
Oleh sebab itu, Diky menyebut Jakmania masih membutuhkan kantung parkir besar untuk bisa menampung para penonton yang datang ke JIS.
"Karena kultur kita masih gunakan transport pribadi dan kendaraan jis bareng-bareng rombongan, mereka butuh lahan parkir luas," ujar Diky di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Menurut Diky, konsep yang dibuat era Anies itu tak bisa diterapkan maksimal lantaran sarana angkutan umum masih terbatas. Sejauh ini, baru ada angkutan bus Transjakarta yang bisa mengantar sampai ramp barat JIS.
Namun, ia tak memungkiri penggunaan angkutan umum akan lebih masif ketika sarana dan prasarananya memadai.
"Ketika transportasi massa sudah lengkap, sudah bagus, kita pasti shifting ke transportasi umum," ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta agar ramp timur segera dimanfaatkan dan diperbaiki aksesnya. Tujuannya agar pengunjung JIS bisa memiliki opsi tambahan untuk akses yang lebih aman dan nyaman.
"Usulan Jakmania cukup sampai di situ dan bagaimana optimalisasi ramp timur bisa kurangi massa," pungkasnya.