Hari Ini 27 Tahun Lalu: Peristiwa Kudatuli, Tragedi Kelam Politik Indonesia

Farah Nabilla

Kamis, 27 Juli 2023 | 17:01 WIB
Hari Ini 27 Tahun Lalu: Peristiwa Kudatuli, Tragedi Kelam Politik Indonesia
Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menggeruduk kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Rabu (20/7/2022). Mereka menuntut dalang di balik tragedi Kudatuli 1996 diadili. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Hari ini, 27 tahun yang lalu, perpolitikan Indonesia menghadapi sebuah konflik berdarah yakni Peristiwa KudatulI (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) pada tahun 1996 silam.

Peristiwa berdarah tersebut menjadi saksi kelamnya politik masa lalu. Adapun insiden tersebut merupakan buah dari konflik internal yang terjadi di internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang sekarang pecah menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Konflik tersebut juga diduga dikompori oleh pemerintah Orde Baru atau Orba yang tak puas dengan terpilihnya Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

Peristiwa Kudatuli: Terpilihnya Megawati hingga perebutan oleh kubu Soerjadi

Kudatuli juga dikenal di telinga masyarakat sebagai Peristiwa Sabtu Kelabu.

Penyulut peristiwa ini dapat ditarik jauh hingga terpilihnya Megawati sebagai ketua umum (ketum) berdasarkan kongres luar biasa (KLB)  di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya 2-6 Desember 1993.

Kala itu, sosok eks Presiden RI tersebut berhasil mengantongi  suara terbanyak, yakni meraih 256 dari 305 suara cabang sebagai Ketua Umum PDI mengalahkan Budi Hardjono.

Soerjadi sebagai salah satu kader ternama PDI sontak merasa tidak puas dengan pemilihan suara tersebut membuat KLB tandingan yang digelar pada 22 Juni 1996 di Medan.

Usai menggelar KLB, Soerjadi akhirnya menjadi Ketum PDI versi KLB Medan. Adanya dua versi Ketua Umum PDI berbuah ke konflik internal yang terjadi di tengah internal partai banteng itu.

baca juga

Kubu Soerjadi rebut kantor PDI dari Megawati: 5 orang tewas, 149 orang terluka

Kubu Soerjadi akhirnya memantapkan diri untuk melancarkan perebutan kantor DPP PDI yang awalnya berada di bawah pengurusan Megawati.

Keberanian kubu Soerjadi untuk merencanakan perebutan tersebut juga dikompori oleh fakta bahwa pemerintah melalui Kepala Staf Sosial Politik ABRI Letjen Syarwan Hamid tak mengakui KLB Jakarta dan menilai Soerjadi merupakan sosok yang menjabat Ketum PDI.

Letjen Syarwan Hamid sebagai perpanjangan tangan Soeharto diduga bersikap demikian lantaran Megawati merupakan sosok yang kerap menentang pemerintahan Orde Baru dan mendapat dukungan dari aktivis dan mahasiswa.

Rencana kubu Soerjadi akhirnya diwujudkan pada tanggal 27 Juli 1996. Kala itu, massa dari kubu Soerjadi berdatangan berbondong-bondong menyambangi Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia  di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Situasi akhirnya memanas dan massa melempari kantor DPP PDI dengan bongkahan batu besar. Massa juga melakukan penyerangan sehingga mengakibatkan luka-luka terhadap kubu Megawati yang berjaga-jaga di lokasi.

Kekerasan yang terjadi bahkan mengakibatkan korban jiwa, yakni dilaporkan oleh Komnas HAM peristiwa tersebut mengakibatkan 5 orang tewas, 149 orang terluka, dan 23 orang hilang.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menolak Lupa, Megawati Sebut Kerusuhan 27 Juli 1996 Bukan Peristiwa Biasa

Menolak Lupa, Megawati Sebut Kerusuhan 27 Juli 1996 Bukan Peristiwa Biasa

News | Kamis, 27 Juli 2023 | 16:47 WIB

Refleksi Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996, Hasto PDIP Ingatkan Soal Pemimpin Tak Bisa Hadir Dengan Tangan Berlumuran Darah

Refleksi Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996, Hasto PDIP Ingatkan Soal Pemimpin Tak Bisa Hadir Dengan Tangan Berlumuran Darah

News | Kamis, 27 Juli 2023 | 16:11 WIB

TII Menilai Peristiwa Kudatuli Seharusnya Menjadi Pengingat Bagi Penegakan Demokrasi di Indonesia

TII Menilai Peristiwa Kudatuli Seharusnya Menjadi Pengingat Bagi Penegakan Demokrasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 19:34 WIB

Puan Maharani Kenang Peristiwa Suram Kudatuli, Orang-orang Terluka Lari ke Rumahnya: Saya Masih Kuliah, Keluar Susah!

Puan Maharani Kenang Peristiwa Suram Kudatuli, Orang-orang Terluka Lari ke Rumahnya: Saya Masih Kuliah, Keluar Susah!

Sumbar | Rabu, 27 Juli 2022 | 15:02 WIB

Ketika Puan Maharani Melihat Banyak Orang Datang ke Rumahnya dalam Kondisi Terluka di Peristiwa Kudatuli

Ketika Puan Maharani Melihat Banyak Orang Datang ke Rumahnya dalam Kondisi Terluka di Peristiwa Kudatuli

Lampung | Rabu, 27 Juli 2022 | 12:33 WIB

Puan Maharani Cerita Momen Mencekam Detik-detik Tragedi Kudatuli

Puan Maharani Cerita Momen Mencekam Detik-detik Tragedi Kudatuli

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 12:31 WIB

Peringati Tragedi Kudatuli, Ribka Tjiptaning: Usut Terus, Aktor Intelektual Masih Berkeliaran Tanpa Proses Hukum

Peringati Tragedi Kudatuli, Ribka Tjiptaning: Usut Terus, Aktor Intelektual Masih Berkeliaran Tanpa Proses Hukum

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 10:48 WIB

Terkini

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:24 WIB

Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna

Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:23 WIB

Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:19 WIB

Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!

Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:18 WIB

Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa

Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:45 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta

Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:32 WIB