Suara.com - Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Zudan Arif Fakrulloh dilaporkan ke polisi terkait dugaan pidato yang bermuatan pornografi. Pada pidatonya, Zudan menganalogikan ‘burung’ sebagai kinerja.
Pidato tersebut disampaikannya pada acara coffee morning yang berlangsung pada Kamis (3/8/23). Zudan juga meminta para hadirin membayangkan perkataannya.
1. Isi Pidato yang Disampaikan Zudan
Pidato Zudan Arif yang diduga bermuatan pornografi tersebut menyinggung terkait 'burung'. Zudan menganalogikan kinerja para hadirin di situ seperti 'burung'. Pidato tersebut yakni sebagai berikut:
"Bapak dan Ibu itu rendah hati, humble, seperti burung. Burung, burungnya Pak Herdin, Pak Amir Marikar. Burung itu burung, ini gak ada yang anak-anak kan? Dewasa semua kan? Jadi burung itu rendah hati," kata Zudan dalam video.
"Dia hanya dibutuhkan menonjol saat akan bekerja. Dan burung itu menyerang untuk membahagiakan. Dan yang diserang itu merasakan kepuasan, kebahagiaan, kenikmatan," sambungnya.
"Itu kawan-kawan di Sulbar seperti itu, luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk teman-teman semuanya. Hebat betul ini. Kalau gak diajak, diem gitu, tapi kalau sudah berkinerja yang diserang, serangannya maut, yang diserang happy," tuturnya.
2. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulbar Meminta Maaf
Kadis Kominfo Mustari Mula meminta maaf karena telah mempublikasikan video tersebut. Mustari mengaku dirinya lalai mengunggah video itu dan tidak memilah informasi yang layak dilihat masyarakat.
3. Dilaporkan Ke Polisi
Atas video tersebut, Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh dan Kadis kominfo Mustari Mula dilaporkan ke polisi. Keduanya dilaporkan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Badko Sulselbar.
Laporan keduanya berbeda, menurut Ketua HMI MPO Badko Sulselbar Muhammad Ahya yakni terkait pidato Zudan yang mengandung unsur pornografi. Sementara Mustari dilaporkan terkait penyebarluasan video yang tidak layak ditonton.
4. Hanya Bermaksud Membangun Sinergi Pemerintah untuk Kalangan Internal
Pj Gubernur Sulbar mengatakan hal tersebut untuk membangun sinergi pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Pidato tersebut ditujukan untuk kalangan internal saja, bukan konsumsi publik.
5. Video Sudah Dihapus
Mustari Mula menyampaikan pihaknya sudah menghapus video itu. Penghapusannya bertujuan menghindari dampak penilaian publik atas tersebarnya pidato tersebut.
"Untuk menghindari dampak penilaian publik dari tersebarnya video tersebut, maka video sudah dicopot dari akun media sosial Diskominfo Sulbar," jelas Mustari.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma