Pro Kontra Gubernur Koster Larang Nonton Upin Ipin, Dituding Rasis!

Farah Nabilla Suara.Com
Selasa, 15 Agustus 2023 | 17:19 WIB
Pro Kontra Gubernur Koster Larang Nonton Upin Ipin, Dituding Rasis!
Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster dan Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono saat ditemui pada Senin (14/8/2023) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Suara.com - Gubernur Bali, Wayan Koster berseru kepada generasi muda untuk mengesampingkan animasi asing seperti Upin dan Ipin dari Malaysia. Sontak, imbauan Koster memicu pro dan kontra di tengah publik.

Kala menghadiri acara Penyerahan Hadiah Lomba Esai Film Jayaprana Layonsari di Wantilan DPRD Provinsi Bali pada Senin (14/8/2023), Koster mengimbau para pemuda untuk tak menonton Upin dan Ipin.

Dalihnya, ia ingin masyarakat meminati animasi lokal yang memuat tradisi sesuai dengan budaya dalam negeri.

"Apa itu yang dari Malaysia itu, Upin Ipin ya. Jangan lagi nonton itu, enggak jelas itu apa itu, lebih baik kita bangun produksi yang berangkat pada tradisi dan budaya kita," kata Koster.

Koster sontak mencontohkan film Jayaprana Layonsari sebagai produk lokal yang harusnya lebih diminati ketimbang animasi asing seperti Upin dan Ipin.

"Adik-adik semua agar menonton film Jayaprana ini, supaya bisa menjadi inspirasi bagaimana menjalani kehidupan yang baik," imbau Koster.

Imbauan Koster bikin ribut: Apa urgen?

Publik kini terbelah pendapatnya terkait dengan imbauan Koster.

Seorang warganet di Twitter menerima imbauan Koster dan menyarankan tontonan lokal Bali seperti wayang Cengblonk.

Baca Juga: Dilema Kendaraan Pribadi Biang Macet di Kuta Tapi Hasilkan PAD Tertinggi

"Ganti wayang cengblonk gen (ya) pak Yan?," tulis seorang warganet.

Sayangnya, tak semua lapisan masyarakat menerima imbauan Koster. Bahkan seorang warganet menuding Koster bersikap rasis lantaran melarang masyarakat menonton animasi dari Malaysia seperti Upin dan Ipin.

"Kok ngatur pilihan dan citarasa orang sih pak? Kalo mau rakyatnya nonton film animasi lokal, ya udah cipta aja animasi lokal sebagus Upin & Ipin. Rasis amat.  Mujur masih ada rakyat Indonesia yang ga sekalian rasis kaya bapak," kritik warganet.

Warganet lain menyayangkan sikap Koster lantaran Upin dan Ipin turut digarap oleh animator asal Indonesia. Ia sontak menilai bahwa tak salah pilihan sang animator untuk pindah ke studio di Malaysia lantaran tak dihargai di dalam negeri seperti sekarang ini.

"Nahhhh, padahal kreatornya Upin Ipin kalo gasalah dulu dari Indonesia kan om, dari Bandung. Ga dihargain akhirnya pindah ke Malaysia jadi maju dah dibawah Les Copaque," tulis warganet lain.

Warganet di Instagram juga bahkan mengkritik bahwa Koster salah prioritas lantaran masih banyak masalah lain seperti mahalnya gas LPG di Bali.

"Ape urjen ne gubernur ngurus upin ipin? (Apakah urgen seorang gubernur mengurus Upin Ipin?) Gas LPG langka, balas mael to mare je urjen. (Itu masalah yang lebih urgen) Masak sekelas gubernur ngurusin upin ipin," kritik warganet lain.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI