Miris! Bayi Nala Kejang Hingga Fases Berdarah Akibat Perawat Salah Berikan Susu

Erick Tanjung | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Sabtu, 19 Agustus 2023 | 00:04 WIB
Miris! Bayi Nala Kejang Hingga Fases Berdarah Akibat Perawat Salah Berikan Susu
Ilustrasi Bayi (unsplash)

Suara.com - Seorang bayi perempuan bernama Lanala Ayudisa Halim diduga menjadi korban kelalain pihak Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta. Ia sempat kejang, bahkan fasesnya berdarah.

Kasus ini viral setelah Ibu sang bayi, Chintia Suciati (29) membagikannya di akun Instagramnya pada Senin (14/8) lalu.

Peristiwa ini bermula saat anak Chintia, lahir dalam keadaan didiagnosis mengidap penyakit ileostomi dan kelainan hati di RS Pelni pada 13 Juni lalu.

Sebulan berselang, pada 12 Juli, anak Chintia yang kerab disapa Nala ini dirujuk ke Poli Gastro di RSAB Harapan Kita, akibat kelainan hati yang dideritanya.

Saat masa perawatan di Poli Gastro, kata Chintia, anaknya mengalami peningkatan berat badan. Peningkatan tersebut, akibat tim dokter saat itu memberikan susu Nutribaby Royal Pepti Junior kepada Nala.

"Dari susu Pepti Junior itu perlahan-lahan dia naik berat badannya. Bahkan rekor pertama Nala di angka 2,165 kilogram," kata Chintia saat dikonfirmasi Jumat (18/8/2023).

Melihat hal tersebut, Chintia senang bukan main. Hingga pada 7 Agustus lalu, salah seorang perawat memberikan Nala susu dengan merk lain.

Namun saat ditanya, pihak perawat mengaku jika Nala diberikan jenis susu yang sama.

"Ya udah saya pikir ini Pepti Junior merek lain. Saya masih positif thinking," jelas Chintia.

Usia meminum susu yang diberikan pihak perawat, kondisi Nala berbalik. Nala yang semula sehat, menjadi drop, berat badannya pun merosot tajam.

Meski sempat mengelak, pihak pegawai di RSAB Harapan Kita, tiba-tiba mendatanginya atas ulah salah seorang perawat yang salah memberikan susu kepada Nala.

"Dikarenakan susu Pepti Juniornya sudah menipis dan kita disuruh beli," kata Chintia.

Kendati demikian, kondisi Nala sudah sangat memburuk. Meski sebelum Nala diberikan susu merk lain oleh perawat, badannya menguning, namun setelah diberikan susu tersebut kondisinya makin memburuk.

"Tiba-tiba hari Selasa itu udah kelihatan semuanya itu makin kuning. Itu kuning dilihat pake kasat mata kalau itu benar-benar kuning udah sampe ke mata, lidah, semua itu udah benar-benar kuning pekat," jelas Chintia.

Tak hanya terlihat kuning di sekujur badan Nala, fases Nala pun mengeluarkan darah. Namun, lagi-lagi pihak perawat di RSAB menampiknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Warga Dago Bandung Kejang dan Muntah Darah Gegara Tembakan Gas Air Mata

Viral Warga Dago Bandung Kejang dan Muntah Darah Gegara Tembakan Gas Air Mata

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:05 WIB

4 Manfaat Minyak Telon untuk Anak: Melindungi Gigitan Serangga hingga Meredakan Kembung

4 Manfaat Minyak Telon untuk Anak: Melindungi Gigitan Serangga hingga Meredakan Kembung

Health | Rabu, 26 Juli 2023 | 07:29 WIB

Viral Pemotor Ditemukan Kejang-kejang Di Underpass Kebayoran Lama, Ini Kata Polisi

Viral Pemotor Ditemukan Kejang-kejang Di Underpass Kebayoran Lama, Ini Kata Polisi

News | Minggu, 14 Mei 2023 | 12:02 WIB

Terkini

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal

3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:18 WIB