Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW: Kelahiran Sang Pembawa Rahmat

Senin, 04 September 2023 | 10:15 WIB
Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW: Kelahiran Sang Pembawa Rahmat
Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW (Freepik)

Suara.com - Terdapat beragam cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salah satunya yaitu dengan menyiapkan naskah khutbah untuk disampaikan kepada para jamaah ibadah sholat Jumat. Tak perlu bingung, berikut contoh khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Sebagaimana diketahui, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan kalender Hijriah. Pada tahun ini, 12 Rabiul Awal jatuh pada hari Kamis, 28 September 2023 mendatang.  

Peringatan Maulid Nabi oleh umat Islam sendiri dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan cinta kasih kepada Rasulullah SAW. Sebab Rasulullah SAW lahir bukan hanya sebagai pemberi rahmat umat Islam atau kelompok tertentu saja, nanun juga umat manusia bahkan seluruh alam semesta secara keseluruhan. 

Nah, menyampaikan khutbah Jumat yang bertemakan Maulid Nabi Muhammad SAW juga merupakan bentuk keagungan kita terhadap rahmat Allah SWT ini. Untuk membawakan khutbah Jumat pada momen tersebut, tentunya kita harus mempersiapkan materinya dengan baik. Yuk simak contoh khutbahnya berikut ini, sebagaimana dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama. 

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW: Kelahiran Sang Pembawa Rahmat 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَـمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ 

Jamaah muslimin yang dirahmati Allah, 

Di hari yang mulia ini, marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan semaksimal mungkin. Yakni takwa dalam arti menjauhi segala larangan yang sudah ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjalankan semua perintah-Nya. Sebab dengan takwa ini, kita pasti diberi solusi oleh Allah dari setiap permasalahan hidup yang kita sedang alami, juga yakinlah pasti akan ada rezeki melimpah yang datang kepada kita tanpa disangka-sangka. 

Bulan ini dinamakan bulan Rabiul Awal, bulan mulia di mana para nabi dan rasul iita dilahirkan ke dunia ini. Ya, beliaulah Baginda Besar Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam. Nabi akhir zaman, yang tidak akan ada lagi nabi-nabi setelahnya. 

Baca Juga: Contoh Sambutan Ketua Panitia Maulid Nabi 2023 Tingkat RT, Singkat Tak Bertele-tele

Jamaah yang dimuliakan Allah,  

Di bulan Rabiul Awal atau sering disebut dengan bulan Maulid ini, sudah seharusnya kita memperbanyak bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala pajtaran telah mengutus seorang Nabi sebagai suri teladan yang mulia. Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi ini tak lain, sebagai rahmat bagi seluruh alam, hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah al-Anbiya ayat 107: 

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
 
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." 

Imam al-Baidhawi fi dalam kitab tafsirnya menyebut sebab pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam yakni sebagai rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam semesta. Kareba diutusnya Nabi di muka bumi ini menjadi sumber kebahagiaan dan juga keberkahan bagi kehidupan mereka di dunia hingga di akhirat kelak. 

Imam Ibnu ‘Abbas  juga menyebutkan di dalam tafsirnya, siapa yang mau menerima ajaran kasih sayang yang dibawa oleh Nabi dan mensyukurinya, maka ia pasti akan bahagia hidupnya. Dan sebaliknya, siapa yang menolak dan menentangnya, maka sangat rugilah hidupnya. 

Kasih sayang dan cinta yang ditebarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bukan hanya ucapan semata. Akan tetapi di dalam keseharian beliau juha praktikkan dan implementasikan secara nyata. Kasih sayang ini berbentuk universal dan disebarkan kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Bahkan orang musyrik pun Nabi Saw berlaku adil, santun dan mengasihi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI