Dampak El Nino Bakal Dirasakan Hingga Maret 2024, Pemerintah Ingatkan Waspada Suhu Panas

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 09 Oktober 2023 | 16:14 WIB
Dampak El Nino Bakal Dirasakan Hingga Maret 2024, Pemerintah Ingatkan Waspada Suhu Panas
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. [Dok. BNPB]

Suara.com - Dampak El Nino, atau fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah, diprediksi masih akan terus berlanjut di Indonesia hingga awal 2024.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan dampak El Nino masih akan terjadi hingga Maret.

"Februari 2024. Tahun depan kalau dari perhitungan prediksi, Maret itu mulai melemah tapi belum berakhir," kata Dwikoritas usai rapat koordinasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Senin (9/10/2023).

"Tapi, Alhamdulillah-nya November itu diprediksi angin yang dari Australia itu sudah digantikan dengan angin dari arah asia yang membawa uap air. Dan itu yang menyebabkan turun hujan," sambungnya.

Senada dengan Dwikorita, Menkopolhukam Mahfud MD meminta agar dampak El Nino harus diantisipasi sampai Februari dan Maret 2024.

"Perkiraan moderatnya memang sampai Januari," kata Mahfud.

Meski begitu, ia mengatakan, puncak dampak El Nino terjadi pada September dan Oktoboer 2024. Karena itu perlu diwaspadai, terlebih suhu panas yang lebih lantaran nihilnya awan

"Saat ini kita sedang ada di dalamnya di mana terjadi suhu yang panas karena awan hujan hampir tidak ada. Sinar matahari langsung ke tubuh karena tidak ada tameng awan sekarang ini," katanya.

Mahfud kemudian mengimbau agar mewaspadai puncak El Nino yang masih berlangsung pada saat ini di Indonesia.

baca juga

"Agar kita semua waspada karena hari-hari ini masih berada di puncak El Nino dan masih akan berlangsung cukup lama, diprediksi tadi oleh Bu Dwikorita sampai awal tahun depan," tutur Mahfud di Kementerian LHK.

Sementara itu terkait keberadaan awan yang minim juga berdampak terhadap pembentukan hujan secara buatan melalui teknik modifikasi cuaca atau TMC.

Dwikorita mengaku TMC mengalami kesulitan dilakukan akibat hal tersebut

"Ada (kesulitan) karena nggak ada awan," kata Dwikorita.

Awan menjadi modal utama dalam melakukan TMC guna membuat hujan buatan. Kekinian karena keberadaan awan yang minim, pembuatan hujan melalui TMC tidak bisa dipastikan selalu berhasil.

"Iya, modal utama untuk TMC itu ada awan yang berpotensi hujan. Jadi kita harus prediksi dulu ini ya, kira-kira awan ada nggak? Kalau dipaksakan, jadi tidak selalu berhasil karena awannya sebetulnya masih kurang tapi kita paksakan dan itu kadang bisa turun, kadang nggak bisa," kata Dwikorita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BMKG: Alhamdulillah, November Diprediksi Turun Hujan

Kepala BMKG: Alhamdulillah, November Diprediksi Turun Hujan

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 15:59 WIB

Kenapa Pemerintah Pilih Operasi Darat untuk Atasi Karhutla? Mahfud MD Bilang Begini

Kenapa Pemerintah Pilih Operasi Darat untuk Atasi Karhutla? Mahfud MD Bilang Begini

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 13:46 WIB

Hotspot dan Karhutla 2023 Meningkat, Mahfud MD: Jumlahnya Lebih Tinggi dari Tahun-tahun Sebelumnya

Hotspot dan Karhutla 2023 Meningkat, Mahfud MD: Jumlahnya Lebih Tinggi dari Tahun-tahun Sebelumnya

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 13:20 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:24 WIB

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:16 WIB

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 20:10 WIB

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 19:54 WIB

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:48 WIB

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:41 WIB

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:40 WIB

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

×