Spanduk Kecaman Warga Jogja untuk Ade Armando Terbentang di Megaria

Chandra Iswinarno | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Selasa, 05 Desember 2023 | 18:35 WIB
Spanduk Kecaman Warga Jogja untuk Ade Armando Terbentang di Megaria
Spanduk mengecam keras pernyataan Ade Armando di salah satu bilangan Jakarta Pusat. [IST]

Suara.com - Pernyataan Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando tentang dinasti politik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tuai kritikan.

Tak hanya di Yogyakarta, sejumlah Warga provinsi tersebut yang tinggal di seputaran Jakarta pun turut mengungkapkan hal tersebut.

Salah satunya dalam spanduk yang terpasang di Kawasan Megaria, Jakarta, Selasa (5/12/2023).

"Kami warga Yogyakarta di Jakarta mengecam keras Ade Armando. Penghina sejarah kemerdekaan RI,” tulis spanduk tersebut.

Tak hanya itu, dalam spanduk juga terpampang foto wajah Ade Armando yang dicoret dengan tinta merah dan disandingkan bersama capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyesalkan tindakan Ade Armando terkait pernyataannya soal dinasti politik di DIY. PSI kemudian memberikan teguran keras pada kadernya tersebut.

“Sudah kami berikan teguran keras,” kata Grace Natalie, di Jember, Senin (4/12/2023) malam.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI itu mengatakan, Ade Armando telah membuat video pernyataan maaf dan disampaikan di media sosialnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pernyataan mengenai dinasti politik tersebut merupakan opini pribadi Ade Armando, bukan dari PSI.

“Tidak ada koordinasi dengan kami. Kami pun kaget dengan pernyataan beliau itu,” jelas Grace.

Sebelumnya, UU Keistimewaan DIY kembali ramai dibicarakan usai Ade Armando, caleg dari PSI menyindir dinasti politik di Yogyakarta.

Ade Armando menyinggung dinasti di Yogyakarta setelah adanya aksi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu lalu, terkait kritik terhadap dinasti politik yang diduga dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pegiat media sosial itu menyebut, DIY mempraktikan dinasti politik, karena gubernur dan wakil gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu tapi melalui penetapan.

Belakangan, Ade Armando menarik ucapannya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disindir Ade Armando, Ini Isi UU Keistimewaan DIY yang Dianggap Politik Dinasti

Disindir Ade Armando, Ini Isi UU Keistimewaan DIY yang Dianggap Politik Dinasti

News | Selasa, 05 Desember 2023 | 12:57 WIB

Ade Armando Yang Tak Pernah Berhenti Bikin Kontroversi

Ade Armando Yang Tak Pernah Berhenti Bikin Kontroversi

Kotak Suara | Selasa, 05 Desember 2023 | 08:21 WIB

Pernyataan Kebablasan Ade Armando Soal Politik Dinasti DIY Bikin Kaesang Berang

Pernyataan Kebablasan Ade Armando Soal Politik Dinasti DIY Bikin Kaesang Berang

Kotak Suara | Selasa, 05 Desember 2023 | 05:36 WIB

Terkini

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:26 WIB

Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah

Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:12 WIB

Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin

Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:06 WIB