Detik-detik Suami Istri Jadi Korban Salah Tangkap oleh Sekelompok Orang Diduga Polisi: Lapor Propam!

Eliza Gusmeri

Jum'at, 09 Februari 2024 | 17:57 WIB
Detik-detik Suami Istri Jadi Korban Salah Tangkap oleh Sekelompok Orang Diduga Polisi: Lapor Propam!
Ilustrasi Polisi tembak polisi. (Istimewa)

Suara.com - Suami istri di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat diduga menjadi korban salah tangkap sekelompok orang diduga polisi di SPBU di Jalan Raya Pasir Angin. Detik-detik salah tangkap itu terekam CCTV dan beredar luas di media sosial.

Dari video yang dimuat ulang akun Instagram @memomedsos 9 Februari 2024, terlihat korban suami istri yang diketahui bernama Subur dan Titin sedang dalam perjalanan menuju pasar untuk berjualan keripik dan mengisi bahan bakar di SPBU.

Tiba-tiba, mobil mereka dihentikan oleh beberapa orang berpakaian preman yang kemudian mengeluarkan senjata dan menggedor kaca mobil. Subur dipaksa keluar dari mobil dan tangannya diikat.

"Saya dituduh sebagai sindikat perampokan dan dipaksa untuk mengakui. Tapi saya tidak tahu apa-apa," ujar Subur.

Setelah beberapa saat, Subur dan Titin ditinggalkan begitu saja di SPBU tanpa penjelasan lebih lanjut. 

"Awalnya saya mau jualan keripik ke pasar dan mau mengisi bahan bakar ke SPBU. Tiba-tiba saya digedor sama seorang anggota. Namun, tidak tahu pastinya. Dia mengeluarkan senjata. Katanya saya sindikat perampokan, terus tangan saya diikat. Saya dipaksa mengakui. Terus akhirnya saya ditinggal begitu saja, kata Subur kepada media.

Di video itu terlihat jelas kedua suami istri itu didekati sekelompok orang tersebut. Merasa dirugikan, mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi.

"Dibuatkan laporan dahulu sama permintaan maaf dari kepolisian," ujar Subur didampingi Titin, istrinya yang menjadi korban salah tangkap," ujarnya.

Sementara waktu kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun banyak netizen yang mengecam tindakan aparat yang dianggap arogan dan tidak profesional.  Netizen juga menyarankan korban untuk segera melapor ke Propam.

"Lapor ke Propam aja pak, biar ada pelajaran," bunyi salah satu komentar netizen di akun Instagram @memomedsos.

"Pak @divisihumaspolri @divisipropam.polri kocak sekali anggota anda,setidaknya jika anggota bersalah suruh langsung," tulis netizen lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rizieq Shihab Ungkap Rumahnya Didatangi 4 Polisi Bawa Pesan Khusus Dari Kapolri, Begini Isinya

Rizieq Shihab Ungkap Rumahnya Didatangi 4 Polisi Bawa Pesan Khusus Dari Kapolri, Begini Isinya

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 16:13 WIB

Kejadian Mengerikan di SPBU: Penjual Keripik Ditodong Senpi Polisi dan Dipaksa Ngaku Jadi Sindikat Perampok

Kejadian Mengerikan di SPBU: Penjual Keripik Ditodong Senpi Polisi dan Dipaksa Ngaku Jadi Sindikat Perampok

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 11:48 WIB

Jelang Hari Pencoblosan, JK Peringatkan Polisi dan TNI: Jangan Coba-coba Mencuri Hati Nurani Rakyat

Jelang Hari Pencoblosan, JK Peringatkan Polisi dan TNI: Jangan Coba-coba Mencuri Hati Nurani Rakyat

Video | Jum'at, 09 Februari 2024 | 09:00 WIB

Mulai Gerah! JK Peringatkan Polisi dan TNI Jelang Hari Pencoblosan

Mulai Gerah! JK Peringatkan Polisi dan TNI Jelang Hari Pencoblosan

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 16:12 WIB

Tak Terima Ponselnya Disita, Aiman Witjaksono Gugat Polda Metro ke PN Jaksel

Tak Terima Ponselnya Disita, Aiman Witjaksono Gugat Polda Metro ke PN Jaksel

News | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:57 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×