Protes Pemerintah, 6.400 Dokter Magang Korea Selatan Mengundurkan Diri

Riki Chandra

Rabu, 21 Februari 2024 | 22:52 WIB
Protes Pemerintah, 6.400 Dokter Magang Korea Selatan Mengundurkan Diri
Para petugas medis berjalan di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, pada 15 Maret 2000. [Dok.Antara]

Suara.com - Sebanyak 6.400 lebih dokter magang di Korea Selatan (Korsel) mengajukan pengunduran diri. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran.

Aksi protes tersebut seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa tindakan aksi mogok mereka dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Wakil Kedua Menteri Kesehatan Korsel, Park Min-soo mengatakan, pihaknya memerintahkan 831 dokter magang untuk kembali bekerja, di tengah ketegangan yang meningkat antara dokter dan pemerintah mengenai rencana penambahan 2.000 dokter ke kuota pendaftaran sekolah kedokteran negara itu tahun depan.

Pada Senin (19/2/2024), 6.415 dokter peserta pelatihan di 100 rumah sakit mengajukan pengunduran diri mereka, dan sekitar 1.600 di antaranya langsung meninggalkan tugasnya, kata Park.

Dijelaskan bahwa terdapat sekitar 13.000 dokter magang di Korea Selatan.

Dengan berhentinya dokter magang di beberapa rumah sakit, beberapa pasien telah mengalami penundaan tindakan operasi dan perawatan lainnya. Meski begitu, belum terjadi gangguan besar pada layanan medis.

Untuk mengatasi potensi gangguan layanan medis, pemerintah akan memperpanjang jam operasional di 97 rumah sakit umum dan ruang gawat darurat di 12 rumah sakit militer akan dibuka untuk umum, kata Park.

“Kami sangat kecewa dan prihatin bahwa tindakan aksi mogok yang dilakukan oleh para dokter magang telah menyebabkan gangguan pada layanan medis, seperti pembatalan operasi,” kata Park.

“Kami tidak dapat memberikan pembenaran atas tindakan para dokter yang meninggalkan pasiennya untuk memprotes suatu kebijakan, meskipun mengetahui apa akibat dari tindakan kolektif tersebut. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengoperasikan sistem medis darurat untuk meminimalkan kemungkinan kerugian pada pasien,” tambah Park.

Pemerintah mengatakan peningkatan kuota penerimaan pasien diperlukan untuk mengatasi kekurangan dokter, khususnya di daerah pedesaan dan bidang medis penting, seperti bedah berisiko tinggi, pediatri, kebidanan, dan pengobatan darurat.

Jumlah dokter di Korea Selatan dibandingkan dengan jumlah penduduknya termasuk yang terendah di negara maju, menurut otoritas kesehatan setempat.

Namun, para dokter menyatakan bahwa pemerintah belum melakukan perundingan penuh mengenai masalah ini, dan tindakan tersebut akan membahayakan kualitas pendidikan dan layanan kedokteran.

Pada Senin, pemerintah Korsel juga mengambil langkah untuk menangguhkan izin medis dari dua pejabat Asosiasi Medis Korea, yang mewakili para dokter.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Korsel, kika kedua pejabat tersebut ternyata mendesak para dokter untuk ikut dalam aksi kolektif, izin mereka akan dicabut.

Kekhawatiran mengenai kekosongan layanan medis telah menjadi kenyataan bagi beberapa orang, ketika dokter peserta pelatihan di Rumah Sakit Severance mengumumkan penangguhan layanan mereka pada hari tersebut, sehingga mendorong rumah sakit untuk beralih ke situasi darurat dan menyesuaikan jadwal operasi dan prosedur untuk pasien.

Di beberapa rumah sakit besar di Seoul, beberapa pasien yang operasinya tidak mendesak terpaksa dipulangkan atau dipindahkan ke rumah sakit lain.

Seorang perawat pasien kanker di Asan Medical Center mengatakan kepada Kantor Berita Yonhap akibat pemogokan tersebut, pasiennya diberitahu bahwa dia akan dirawat di rumah sakit umum lain di dekatnya dan akan dirawat lagi bulan depan ke Asan Medical Center.

Meski pemerintah sudah mengeluarkan perintah untuk kembali bekerja, beberapa dokter yang masih dalam masa magang tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur, dan mengatakan bahwa perintah tersebut “tidak memiliki validitas hukum.”

Perwakilan dokter magang mengadakan pertemuan darurat untuk membahas tindakan mereka pada Selasa (20/2/2024).

Seorang dokter magang pada pertemuan tersebut mengatakan rencana pemerintah akan merugikan kualitas pendidikan kedokteran, karena tidak ada kapasitas pendidikan untuk melatih 2.000 mahasiswa kedokteran lagi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Korea Selatan, Ujian Jelang SEA V League 2026

Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Korea Selatan, Ujian Jelang SEA V League 2026

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:50 WIB

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere

Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere

Entertainment | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:46 WIB

Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu

Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:16 WIB

Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia

Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:47 WIB

Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 01:49 WIB

Review Husbands in Action: Detektif dan Dokter Hewan Lawan Sindikat Jahat!

Review Husbands in Action: Detektif dan Dokter Hewan Lawan Sindikat Jahat!

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 17:35 WIB

Presiden Korea Selatan Ikut Kritik Hong Myung-bo, Pelatih Taeguk Warriors Resmi Mengundurkan Diri

Presiden Korea Selatan Ikut Kritik Hong Myung-bo, Pelatih Taeguk Warriors Resmi Mengundurkan Diri

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 10:08 WIB

Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026

Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 06:42 WIB

Terkini

Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya

Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 16:00 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:52 WIB

Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah

Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:45 WIB

Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022

Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:42 WIB

Mendikdasmen Larang Perpeloncoan di MPLS 2026, Simak Pesan Lengkap Abdul Muti

Mendikdasmen Larang Perpeloncoan di MPLS 2026, Simak Pesan Lengkap Abdul Muti

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:37 WIB

Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:36 WIB

Cegah Konflik Kepentingan, Benny K Harman Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Cegah Konflik Kepentingan, Benny K Harman Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:33 WIB

Kemensos Perketat Penyaluran Bansos, Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima

Kemensos Perketat Penyaluran Bansos, Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:29 WIB

Viral Dinilai Hina Gereja di Inggris, Dokter Kecantikan Anggi Aprilyani Dilaporkan ke Polda Metro

Viral Dinilai Hina Gereja di Inggris, Dokter Kecantikan Anggi Aprilyani Dilaporkan ke Polda Metro

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:27 WIB

Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Peserta Didik

Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Peserta Didik

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:20 WIB

×