Megawati: Kalau Saya Tak Bawa Pulang Prabowo, Beliau Keleleran!

Galih Prasetyo Suara.Com
Kamis, 14 Maret 2024 | 09:56 WIB
Megawati: Kalau Saya Tak Bawa Pulang Prabowo, Beliau Keleleran!
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengunggah foto kebersamaan dirinya bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (foto dok. Prabowo)

Suara.com - Beredar potongan klip pernyataan ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait perannya memulangkan Prabowo Subianto ke Indonesia pasca gerakan Reformasi 1998 yang tumbangkan Orde Baru (Orba).

Prabowo kata Megawati bisa keleleran (terlantar, tidak terpelihara) jika ia tak memulangkan ke Indonesia. Mega bahkan mengaku bahwa ia begitu marah kepada Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI saat tahun Prabowo terkatung-katung.

Menurut Mega, dirinya tak pernah menganggap Prabowo musuh. Ia merasa Prabowo sebagai manusia Indonesia harus bisa pulang ke tanah air, apapun alasannya.

"Lah kalau pak Prabowo saya anggap musuh, ya saya (gak) suruh dia pulang. Dulu (kalau) saya (tidak) ambil, beliau keleleran, betul gak mas?" ucap Megawati seperti dikutip dari video unggahan akum @opinipublik17, Kamis (14/3).

"Saya marah sebagai presiden, hah siapa yang membuang beliau hingga stateless? Ini bukan saya mau cari nama lho, tidak. Tanya ke beliau (Prabowo). Saya marah pada Menlu, saya marah pada panglima, apapun juga, beliau itu adalah manusia Indonesia, pulang," tambah Megawati.

Pasca gerakan Reformasi 1998, Prabowo sempat dihadapkan pada Dewan Kehormatan Perwira. Ia kemudian diputus bersalah karena salah menafsirkan perintah atasan.

Prabowo pergi ke pengasingan sukarela di Yordania. Di sana, ia kemudian mengenal Raja Abdullah II muda sebagai sesama komandan pasukan khusus.

Dikutip dari sejumlah sumber, selama tinggal di Yordania, Prabowo hidup dengan sederhana. Hal itu diungkap oleh Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon beberapa waktu lalu.

Fadli Zon menceritakan, bahwa bulan September 1998 untuk menghindari fitnah yang begitu kencang di dalam negeri, Prabowo hijrah ke Yordania. Menurut Fadli Zon, kepergian Prabowo saat itu diketahui oleh Presiden BJ Habibie.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Unggul Di 21 Provinsi, Satu Syarat Menang Pilpres Sekali Putaran Terpenuhi!

Di bulan berikutnya, Fadli mengatakan bahwa ia dan sejumlah tokoh kemudian bertolak ke Yordania dan bertemu Prabowo Subianto. Mereka menemui Prabowo di tempat tinggalnya di sebuah apartemen.

Fadli Zon menceritakan pada akhir Desember 1998, Prabowo berniat ingin pulang ke Indonesia, namun suasana politik belum memungkinkan. Fadli Zon menceritakan kemudian ia bertemu dengan Prabowo di Bangkok.

Setelah pertemuan di Bangkok itu, Prabowo akhirnya tidak jadi ke Jakarta dan akhirnya lebih banyak tinggal di Mi Casa, Kuala Lumpur. "Pulang pergi Amman, Yordania, KL dan Eropa," cuit Fadli Zon.

Fadli Zon juga sempat mengungkap peran dari Menko Marves saat ini Luhut Binsar Panjaitan. Luhut kata Fadli Zon membantu Prabowo saat masa paspornya habis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI