Resmi Jadi Wapres, Gibran Rakabuming Raka Minta Hal Tak Terduga Ini kepada Gus Miftah

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 26 Maret 2024 | 14:58 WIB
Resmi Jadi Wapres, Gibran Rakabuming Raka Minta Hal Tak Terduga Ini kepada Gus Miftah
Wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menemui Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, di kediamannya, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Selasa (26/3/2024) pagi tadi. (Istimewa).

Suara.com - Wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menemui Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, di kediamannya, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Selasa (26/3/2024) pagi tadi.  

Selain bersilaturahmi, Gibran ternyata meminta Gus Miftah untuk menemaninya usai penetapan hasil pemilu tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gus Miftah saat ditemui usai pertemuan keduanya.
 
"Ya kangen-kangenan silaturahim puasa sama terus beliau minta ditemani, begitu saja kedepannya, didoakan dikancani, jangan ditinggalkan ya itu saja," kata Gus Miftah ditemui di Ponpes Ora Aji, Selasa siang.

Permintaan putra sulung Presiden Jokowi itu lantas disambut baik oleh Gus Miftah. Ia menegaskan konteks menemani di sini tidak kemudian diartikan masuk ke dalam kabinet pemerintah.

"Ya selama saya mampu, saya cuma bilang yang penting saya bisa silaturahim ke istana untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, diterima dengan baik itu bagi saya lebih baik," terangnya.

"Jadi bukan dalam rangka menemani itu di kabinet, enggak, enggak ada, sama sekali enggak ada," imbuhnya.

Gus Miftah sendiri menganggap hubungannya dengan Gibran maupun Prabowo Subianto sudah selaiknya teman lama. Sehingga memang permintaan menemani di sini bukan lalu masuk ke dalam kabinet pemerintahan mendatang.

"Dengan posisi sekarang saja saya dekat dengan mas Prabowo saya dekat dengan mas Gibran, bagi saya lebih dari cukup. Sehingga ketika ada aspirasi dari masyarakat, bisa kita laksanakan langsung kepada besok presiden dan wakil presiden," tuturnya.

"Demikian juga kalau ada program dari pemerintah, bisa kita sampaikan kepada masyarakat secara langsung. Itu bagi saya lebih baik untuk membantu mereka menyampaikan program program yang baik," sambungnya.

Ponpes pertama yang disambangi Gibran

Gibran diketahui datang ke Ponpes Ora Aji pada pukul 09.30 WIB pagi tadi. Tidak ada agenda atau pembicaraan khusus dalam pertemuan yang diperkirakan berlangsung 1,5 jam tersebut.

Diungkapkan Gus Miftah, sebenarnya ia kemarin diundang untuk memberikan ceramah saat acara buka bersama TKN dan TKD dengan Prabowo dan Gibran di Jakarta. Namun ia tak bisa datang akibat ada agenda lain bersamaan di Madura.

"Nah mas Gibran nyari saya kebetulan sebenernya saya ngundang beliau tanggal 31 karena saya ada bukber 2000 anak yatim di sini, tapi karena beliau ada kesibukan lain beliau datang hari ini," tuturnya.

"Dan alhamdulillah kita pondok pertama yang didatangi sama beliau setelah penetapan KPU," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Rakabuming Raka Temui Gus Miftah di Sleman Seusai Resmi Jadi Wapres, Ini yang Dibicarakan

Gibran Rakabuming Raka Temui Gus Miftah di Sleman Seusai Resmi Jadi Wapres, Ini yang Dibicarakan

News | Selasa, 26 Maret 2024 | 14:38 WIB

Terkini

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:29 WIB

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:26 WIB

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:25 WIB

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:24 WIB

Peringatan Hardiknas 2026: Wamendagri Wiyagus Tekankan Tiga Fondasi Strategis Pendidikan Bermutu

Peringatan Hardiknas 2026: Wamendagri Wiyagus Tekankan Tiga Fondasi Strategis Pendidikan Bermutu

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:22 WIB

Babak Baru Pengelolaan Sampah Jakarta: Dari Sanksi Warga Hingga Kewajiban Diskon Makanan

Babak Baru Pengelolaan Sampah Jakarta: Dari Sanksi Warga Hingga Kewajiban Diskon Makanan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:19 WIB

Rugikan Negara Rp1,77 Triliun, Eks Direktur Gas Pertamina Cuma Divonis 4,5 Tahun Penjara!

Rugikan Negara Rp1,77 Triliun, Eks Direktur Gas Pertamina Cuma Divonis 4,5 Tahun Penjara!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:03 WIB