Sejarah Pulau Bangka Belitung Sebelum Timahnya Jadi Rebutan, Disepelekan, Sarang Perompak hingga Disebut Pulau Mayit

Galih Priatmojo

Kamis, 04 April 2024 | 13:47 WIB
Sejarah Pulau Bangka Belitung Sebelum Timahnya Jadi Rebutan, Disepelekan, Sarang Perompak hingga Disebut Pulau Mayit
Lahan tambang timah yang rusak di Bangka Belitung. (dok Walhi)

Suara.com - Wilayah Bangka Belitung dalam waktu belakangan ramai jadi sorotan setelah mencuat kasus mega korupsi yang menyeret nama crazy rich Harvey Moeis yang tak lain suami dari Sandra Dewi.

Pada medio tahun 2008, nama Bangka Belitung sempat hits setelah menjadi latar film Laskar Pelangi yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata.

16 tahun berselang, wilayah yang berada di bagian timur Pulau Sumatera ini kembali mencuri perhatian.

Tapi kali ini bukan karena menjadi tempat syuting film melainkan jadi latar kasus dugaan korupsi timah yang melibatkan dua crazy rich yakni Helena Lim dan Harvey Moeis.

Harvey Moeis jamak dikenal sebagai suami dari artis Sandra Dewi.

Terlepas dari kasus korupsi yang menjerat Harvey Moeis dan kroni-kroninya, timah dan Bangka Belitung memiliki pertalian yang erat sejak zaman dahulu.

Timah bisa dibilang merupakan komoditi utama dan penggerak ekonomi paling dominan di kawasan kepulauan Bangka Belitung.

Meski begitu, jauh sebelum timah ditemukan dan jadi rebutan banyak pihak, pulau Bangka Belitung bukanlah tempat yang diperhitungkan, bahkan hanya dipandang sebelah mata.

Disebut Pulau Mayit

baca juga

Mengutip dari buku Lintas Sejarah Perdagangan Timah di Bangka-Belitung Abad 19 dan 20 keluaran Kemendikbud tahun 2017, asal muasal nama Bangka terdapat beragam versi salah satunya berdasar catatan yang tertulis dalam sejarah Dinasti Ming.

Diriwayatkan bahwa pulau Bangka disebut juga sebagai Ma-Yi-dong atau Ma-yi-Tung . Ma-yi-dong konon terletak di sebelah barat puau Gao-lan atau Belitung.

Istilah itu merupakan julukan para pedangang arab untuk pulau Bangka.

Kata tersebut berasal dari kata Mayit atau dalam bahasa yang lebih halus bangkai.

Menurut pendapat umum bangkai yang dimaksud merupakan bangkai kapal yang banyak kandas atau pecah dan karam. Bangkai kapal ini banyak ditemukan di timur pulau Bangka tersebut.

Sementara itu, berdasarkan sejarahnya, Pulau Bangka pernah ditinggali umat Hindu pada abad ke-7.

Di masa kerajaan Sriwijaya, pulau Bangka merupakan salah satu daerah taklukkan kerajaan maritim tersebut.

Tak hanya Sriwijaya, Kerajaan Majapahit hingga Mataram tercatat juga pernah menguasai pulau Bangka.

Meski begitu, pulai ini nyaris tak pernah jadi perhatian walau letaknya yang strategis.

Jadi Sarang Perompak

Baik Kerajaan Sriwijaya maupun Majapahit ketika menduduki pulau Bangka lebih mengutamakan wilayah itu sebagai basis pertahanan.

Mereka nyaris tak terlalu memperhatikan mengenai potensi sumber daya alam yang besar di pulau tersebut hingga akhirnya ditinggalkan dan terbengkalai.

Di saat itulah, pulau Bangka menjelma menjadi sarang para perompak yang ganas.

Baru ketika abad ke-15 yakni di awal tahun 1600-an, situasi dan kondisi pulau Bangka mulai kondusif sejak keadtangan pasukan dari Minangkabau yang kala itu dipimpin Sultan Johor.

Kedatangan Sultan Johor inilah yang nantinya menjadi penanda persebaran Islam di tanah Bangka.

Penambangan Timah

Selain menjadi tonggak persebaran agama, keturunan Sultan Johor ini yang kemudian memperkenalkan penambangan timah di Pulau Bangka.

Mereka adalah orang-orang Johor yang memiliki garis keturunan Cina tetapi beragama Islam. Mereka disebut masih memiliki kekerabatan dengan Kesultanan Palembang.

Berdasar sumber versi tahun 1711, terdapat tokoh seorang Cina bernama Oen Asing atau Boen Asiong yang melakukan aktivitas penambangan di wilaha Pulau Bangka tepatnya di Kampung Belo Mentok.

Orang ini disebut berpengaruh terhadap munculnya gerakan pembaharuan dalam penambangan timah dengan menggunakan mesin, teknik perapian untuk membakar timah yang lebih efisien dan melakukan standarisasi bentuk dan berat timah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR yang Desak Kejagung Cekal Keluarga Koruptor Timah

Profil Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR yang Desak Kejagung Cekal Keluarga Koruptor Timah

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 13:40 WIB

Beda Penampilan Sandra Dewi Sebelum dan Sesudah Harvey Moeis Jadi Tersangka Korupsi: Birkin-nya Mana Sis?

Beda Penampilan Sandra Dewi Sebelum dan Sesudah Harvey Moeis Jadi Tersangka Korupsi: Birkin-nya Mana Sis?

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 13:44 WIB

Sandra Dewi Dihujat Makan Uang Haram, Rieke Diah Pitaloka Kirim Pesan Menohok Ini

Sandra Dewi Dihujat Makan Uang Haram, Rieke Diah Pitaloka Kirim Pesan Menohok Ini

Entertainment | Kamis, 04 April 2024 | 13:41 WIB

Terkini

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:28 WIB

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

×