Dr KH Marzuqi Mustamar, MAg

Baehaqi Almutoif Suara.Com
Senin, 27 Mei 2024 | 20:21 WIB
Dr KH Marzuqi Mustamar, MAg
Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Gasek KH. Marzuqi Mustamar. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Suara.com - Nama KH Marzuqi Mustamar sempat bikin heboh usai dicopot dari Ketua PWNU Jatim pada 2023. Beberapa mengaitkan pencopotan tersebut mengaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Terlepas dari itu, sosok Kiai Marzuki sudah tidak asing lagi bagi Nahdliyin, sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama (NU). Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrasyad, Gasek, Malang itu telah lama menjadi anggota organisasi NU.

Profil KH Marzuqi Mustamar

Kiai Marzuqi lahir di Blitar pada 22 September 1966 dari pasangan Kiai Mustamar dan Nyai Siti Jainab. Sejak kecil Kiai Marzuqi sudah akrab dengan dunia pesantren.

Masa kecil hingga remaja dihabiskan di Blitar. Dia menempuh mendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum (1979). Saat tilah Kiai Marzuqi belajar berbagai ilmu agama seperti nahwu, shorof, tasawuf dan ilmu fikih kepada kiai-kiai besar di Blitar, salah satunya Kiai Ridwan.

Lulus dari sana, Kiai Marzuqi melanjutkan pendidikan di SMP Hasanuddin (1982). Dikabarkan ketika duduk di bangku SMP itu, Kiai Marzuqi sudah memahami kitab Mutammimah.

Selepas itu, Kiai Marzuki memilih untuk melanjutkan pendidikan di MAN Tlogo, Blitar (1985). Di sana, ia diasuh oleh beberapa kiai kondang, seperti Kiai Hamzah, Kiai Abdul Mudjib, dan Kiai Hasbullah Ridwan.

Selesai pendidikan menengah atas, Kiai Marzuqi mulai mondok di Malang, tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Huda, Mergosono, Kota Malang asuhan KH A Masduqi Machfudz.

Di Malang dia melanjutkan pendidikan formalnya di IAIN (sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim) yang waktu itu masih merupakan cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Saat menempuh pendidikan di Malang itulah, kemampuan Kiai Marzuki dalam hal agama semakin matang. Kiai Masduki memberi amanah kepadanya untuk membantu mengajar kitab Fathul Qorib bab buyuu’ (jual-beli) di pesantrennya.

Dia juga bertemu dengan sejumlah kiai saat menempuh pendidikan di Malang.

Baca Juga: Dapat Pengakuan UNESCO, Subak Desa Bengkel Jadi Percontohan Penerapan Ekohidrologi

Jodohnya dengan Saidah juga merupakan santriwati Pondok Pesantren Nurul Huda. Dia menikah dengan putri dari Kiai Ahmad Nur asal Lamongan pada 1994.

Pernikahan tersebut dikaruniai tujuh anak, diantaranya Habib Nur Ahmad, Diana Nabila, Millah Shofiya, M. ‘Izzal Maula, ‘Izza Nadila, Rossa Rahmania, dan Dina Roisah Kamila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI