Agar Cuti Melahirkan Cukup 3 Bulan, Perusahaan Diminta Tak Beri Tekanan Kerja Berlebihan Pada Pekerja yang Hamil

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 11 Juli 2024 | 11:00 WIB
Agar Cuti Melahirkan Cukup 3 Bulan, Perusahaan Diminta Tak Beri Tekanan Kerja Berlebihan Pada Pekerja yang Hamil
Ilustrasi hamil (Unsplash.com/ Camylla Battani)

Suara.com - Lamanya cuti melahirkan hingga 6 bulan bagi ibu pekerja dikhawatirkan bisa menghambat produktivitas karir perempuan. Padahal cuti maksimal 6 bulan berdasarkan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) itu hanya bisa diberikan kepada ibu pekerja dengan gangguan kesehatan tertentu dan atau masalah kesehatan pada bayinya.

Dokter spesialis kandungan dr. Ivander Ramon Utama, Sp.OG., menyampaikan bahwa cuti tiga bulan pun sudah cukup bagi ibu melahirkan dengan kondisi yang sehat.

"Cutinya cukup 3 bulan. Seorang ibu hamil harus berada dalam kondisi optimal dan sehat sehingga saat melahirkan kondisi ibu tetap sehat, dan segera siap kembali beraktivitas dan kembali ke aktivitas bekerja," kata dokter Ivander saat dihubungi Suara.com, Rabu (10/7/2024).

Kondisi optimal dan sehat pasca melahirkan itu tidak serta merta terjadi. Melainkan ibu hamil harus benar-benar menjaga kesehatannya sejak awal masa kehamilan, salah satunya dengan rutin lakukan kontrol ke dokter.

Kesehatan psikis juga tak boleh diabaikan. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., meminta kepada perusahaan agar tidak memberi banyak tekanan kerja kepada karyawannya yang sedang hamil.

"Di awal kehamilan, sebelum 4 bulan, ibu sering mual muntah. Kadang-kadang kalau dia juga stres kerja, pekerjaan yang sibuk, ditambah mual muntah, makan juga gak bisa. Menurut saya, ini memberatkan bagi pertumbuhan janin. Ini yang perlu dapat perhatian supaya dia dapat perlakuan khusus saat hamil muda," jelas dokter Hasto dihubungi Suara.com.

Kondisi rawan juga bisa terjadi ketika satu bulan sebelum melahirkan atau sekitar usia janin 36 minggu. Dokter Hasto menjelaskan bahwa pada saat itu ibu hamil sering alami kontraksi palsu yang menimbulkan rasa nyeri di perutnya.

Untuk menjaga kondisinya tetap sehat, dokter spesialis kandungan itu menyarankan agar ibu pekerja yang sedang hamil mengirangi aktivitas fisik mulai satu bulan sebelum melahirkan. Bahkan lebih baik jika ibu telah mulai mengambil cuti bekerja untuk persiapkan persalinan.

"Di sebulan terakhir sebelum melahirkan perlu aktivitas fisik dikurangi karena kalau terlalu banyak aktivitas fisik bisa pecah ketuban sebelum waktunya," ujarnya.

baca juga

Meski begitu, bukan berarti ibu hamil hanya rebahan sepanjang hari. Melainkan masih bisa lakukan senam hamil dengan dibimbing oleh bidan, saran dokter Hasto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BKKBN: UU KIA Angin Segar Bagi Pemberian ASI Ekslusif Untuk Anak

Kepala BKKBN: UU KIA Angin Segar Bagi Pemberian ASI Ekslusif Untuk Anak

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 13:41 WIB

Dokter Kandungan Ungkap Kondisi Serius Ibu Melahirkan yang Berhak Dapat Cuti 6 Bulan Seperti Amanat UU KIA

Dokter Kandungan Ungkap Kondisi Serius Ibu Melahirkan yang Berhak Dapat Cuti 6 Bulan Seperti Amanat UU KIA

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 12:58 WIB

Minta Bumil Dihargai, Jokowi Harap Cuti Melahirkan 6 Bulan Tak Bikin Perusahaan Pikir-pikir Rekrut Karyawan Perempuan

Minta Bumil Dihargai, Jokowi Harap Cuti Melahirkan 6 Bulan Tak Bikin Perusahaan Pikir-pikir Rekrut Karyawan Perempuan

News | Senin, 08 Juli 2024 | 21:18 WIB

Tak Hanya Cuti Melahirkan, Ini Jaminan Kesejahteraan Ibu dan Anak di UU KIA Terbaru

Tak Hanya Cuti Melahirkan, Ini Jaminan Kesejahteraan Ibu dan Anak di UU KIA Terbaru

Lifestyle | Sabtu, 06 Juli 2024 | 07:11 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×