Harga Helikopter Bell 505 yang Jatuh di Bali Gegara Terlilit Tali Layangan

Baehaqi Almutoif | Suara.com

Sabtu, 20 Juli 2024 | 17:08 WIB
Harga Helikopter Bell 505 yang Jatuh di Bali Gegara Terlilit Tali Layangan
kolase helikopter Bell 505 dan helikopter yang jatuh di Bali. [Antara dan Suara.com

Suara.com - Helikopter milik PT Whitesky Aviation jatuh di kawasan Suluban Pecatu, Kuta Selatan, Bali pada Jumat (19/7/2024) sore.

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional Humas dan Umum Ditjen Hubud Mokhamad Khusnu membenarkan kecelakaan tersebut.

Khusnu mengungkapkan helikopter tersebut jatuh gegara terlilit tali layangan. "Kecelakaan helikopter PK-WSP type Bell 505 milik PT Whitesky Aviation di Suluban Pecatu, Kuta Selatan, Bali pada Jumat (19/7) pukul 15.33 akibat terlilit tali layangan,” ujarnya dikutip.

Helikopter tersebut sedang membawa satu pilot dan empat orang penumpang. Semuanya dalam kondisi selamat.

Mengutip dari Bell Fight, helikopter ini merupakan produksi perusahaan asal Kanada, Bell Textron. Pertama kali diluncurkan pada 2014.

Pada 2016, Bell 505 mendapatkan sertifikasi secara resmi dari Transport Canada. Kemudian FAA memberikan sertifikat administrasi penerbangan pada Juni 2017.

Spesifikasi Helikopter Bell 505

Helikopter Bell 505 dibekali dengan mesin turboshaft Safran Arrius 2R bertenaga 505 shp (377 kW). Helikopter ini dapat dioperasikan secara digital, mengandalkan dual channel FAEDC.

Panjang helikopter sekitar panjangnya 12,93 m dengan tinggi 3,25 m, dan diameter rotor utama 11,28 m.

Dengan spesifikasi tersebut, Helikopter Bell 505 memiliki kecepatan maksimum 232 km/jam. Sedangkan ketinggian terbang mencapai maksimum 5.670 meter (m) dan memiliki daya jelajah sejauh 617 kilometer.

Helikopter ini mampu membawa empat penumpang dan satu orang pilot dengan beban hingga 680 kilogram (kg). Helikopter ini dijuluki Jet Ranger X, karena kemampuannya yang serbaguna, mulai dari cargo dengan digantung di bawah, wisata, hingga militer.

Harga Helikopter Bell 505

Konon helikopter ini memiliki harga lebih dari USD Rp1 juta. Pada 2018, harga helikopter ini berada di kisaran USD Rp1,5 juta atau Rp2,2 miliar dengan kurs saat itu.

Biaya operasional helikopter Bell 505 juga tak kalah fantastis, sewanya per jamnya bisa mencapai 2.500 dolar Amerika atau sekitar Rp 39.682.500.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Helikopter Jatuh di Bali, Polisi Pastikan 5 Penumpang Selamat

Helikopter Jatuh di Bali, Polisi Pastikan 5 Penumpang Selamat

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 20:55 WIB

Ngeri, Begini Penampakan Helikopter yang Jatuh di Bali

Ngeri, Begini Penampakan Helikopter yang Jatuh di Bali

Foto | Jum'at, 19 Juli 2024 | 20:41 WIB

Outfit Rachel Vennya Saat Liburan ke Bali Kembali Jadi Sorotan: Dari Bodycon Transparan hingga Bikini Seksi

Outfit Rachel Vennya Saat Liburan ke Bali Kembali Jadi Sorotan: Dari Bodycon Transparan hingga Bikini Seksi

Lifestyle | Jum'at, 19 Juli 2024 | 20:41 WIB

Terkini

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:29 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:14 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:39 WIB