Singgung yang Menimpa Hasto, Deddy Sitorus PDIP Tuding KPK Jadi Alat Kejahatan Bukan Penegakan Hukum

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 31 Juli 2024 | 18:39 WIB
Singgung yang Menimpa Hasto, Deddy Sitorus PDIP Tuding KPK Jadi Alat Kejahatan Bukan Penegakan Hukum
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus (baju rompi) dalam diskusi bertajuk "26 Tahun Reformasi Dihancurkan Presiden RI Jokowi" di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2024). [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini dinilai sudah bukan lagi menjadi alat hukum, tetapi sudah menjadi alat politik penguasa.

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus dengan merujuk pada apa yang terjadi terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Siapa yang bisa membantah itu sekarang hukum adalah alat politik. Kita alami. Kasus Sekjen PDIP dalam berkas persidangan jelas disebutkan sekjen PDIP, melarang dalam BAP salah satu tersangka ada urusan cawe-cawe uang di sana. Tapi masih dikejar-kejar. Apa urusannya siap menyuap. Perkaranya sudah selesai," katanya dalam diskusi bertajuk "26 Tahun Reformasi Dihancurkan Presiden RI Jokowi" di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2024).

Ia mengatakan, kekinian KPK sedang getol-getolnya untuk memanggil parapihak untuk diperiksa.

"Sekarang semua dipanggilin. Sampai kesel itu yang namanya penyidik saya dengar. 'Udah lah, tolong lah ubah BAP, kami udah capek tiap hari ditelepon. Bagaimana, udah bisa masuk penjara nggak Hasto?' Gila kan," katanya.

"Jadi supaya ada sandiwara kembali lah diperiksa. Wahyu diperiksa. Istri tersangka yang sudah dipenjara masih diperiksa. Ini apa-apaan. Memang nggak ada masalah yang lebih penting dari urusan korupsi," ungkapnya.

Dengan adanya hal itu, ia pun menuding bahwa kekinian, KPK telah menjadi alat kejahatan bukan alat penegakan hukum. Ia bahkan menuding bahwa KPK melakukan tebang pilih.

"Saya dengan segala hormat, Bang Saut, KPK sekarang itu menjadi alat kejahatan menurut saya. Bukan alat penegakan hukum," ujarnya.

"Kenapa 3 orang anggota DPRD Provinsi Jawa Timur segera diproses. Gubernur dan wagub aman. Tebang pilih dong. Kenapa?"

baca juga

"Kenapa tiba-tiba seorang Wali Kota Semarang diproses, padahal sudah deal, dan sudah minta iziin sama penguasa, eh tetap juga diambil. Saya nggak usah kasih tahu kenapa. Tapi begitu lah instrumen hukum digunakan. Dan kalau hari ini insan murni KPK pasti menangis dalam gedung KPK," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deddy Sitorus PDIP: Semua Kesalahan Soeharto Ada Pada Jokowi

Deddy Sitorus PDIP: Semua Kesalahan Soeharto Ada Pada Jokowi

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 17:48 WIB

Deddy Sitorus PDIP Kuliti Jokowi: Mulai Fake Semenjak Ngopi Bareng Orang-orang Kaya Bukan Rakyat

Deddy Sitorus PDIP Kuliti Jokowi: Mulai Fake Semenjak Ngopi Bareng Orang-orang Kaya Bukan Rakyat

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 17:33 WIB

Sebut Kepala Otorita IKN Bukan Mundur Tapi 'Dimundurkan', Deddy Sitorus PDIP Beberkan Hal Ini

Sebut Kepala Otorita IKN Bukan Mundur Tapi 'Dimundurkan', Deddy Sitorus PDIP Beberkan Hal Ini

News | Senin, 03 Juni 2024 | 20:30 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×