Ketegangan karena Ledakan dan Senjata di Swedia Menguat, Akademisi Peringatkan 'Perang Saudara'

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Jum'at, 02 Agustus 2024 | 04:15 WIB
Ketegangan karena Ledakan dan Senjata di Swedia Menguat, Akademisi Peringatkan 'Perang Saudara'
Bendera Swedia (Unsplash.com/LordRunar)

Suara.com - Ledakan dan tembakan dengan cepat menjadi hal biasa di Swedia, seiring dengan pembunuhan massal yang terus merusak negara Skandinavia tersebut.

Besarnya krisis ini telah menjadikan Swedia sebagai “ibukota kejahatan senjata di Eropa” dan dengan permasalahan yang semakin memburuk, pemerintah berada di bawah tekanan yang kuat untuk menyelesaikan masalah ini.

Serentetan kekerasan geng yang terbaru terjadi ketika seseorang berpakaian hitam melemparkan granat tangan ke dalam sebuah toko dan melukai beberapa orang yang melihatnya.

Insiden tersebut terjadi di pinggiran Geneta yang berbahaya di kota kecil Södertälje pada tanggal 22 Juli. Seorang pria ditembak dan terluka di jalan terdekat sehari kemudian.

Ilustrasi Swedia (pixabay.com)
Ilustrasi Swedia (pixabay.com)

Perdana Menteri Ulf Kristersson dan sekutunya dari sayap kanan mulai berkuasa dua tahun lalu. Mereka bersumpah untuk menghentikan kekerasan geng yang brutal selama sepuluh tahun.

Sampai saat ini, mereka telah gagal. Pada tahun 2024, Swedia telah menyaksikan 148 penembakan, 20 di antaranya berakibat fatal. Tahun sebelumnya ada 53 kematian akibat senjata. Pada tahun 2022, terjadi 62 penembakan yang berakibat fatal.

Membandingkan angka di Inggris dengan negara Nordik, ONS melaporkan bahwa pada tahun hingga Maret 2022, 28 orang tewas akibat penembakan.

Oleh karena itu, meskipun populasi Swedia kurang dari seperenam jumlah penduduk Inggris, angka kematian akibat penembakan dua kali lebih tinggi.

Awal tahun ini, akademisi terkemuka Swedia Göran Adamson dari Universitas Uppsala memperingatkan negaranya sedang menghadapi kemungkinan "perang saudara".

Baca Juga: Menhan Israel Desak Netanyahu Terima Usulan Mesir untuk Pertukaran Sandera dan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Mungkin statistik yang paling mencolok adalah perbandingan antara tingkat pembunuhan bersenjata di London dan ibu kota Swedia. Pada tahun 2022, tingkat pembunuhan bersenjata di Stockholm kira-kira 30 kali lipat dibandingkan London, meskipun populasinya hanya 975.000 jiwa.

Para ilmuwan politik yang berbicara kepada Politico telah memperingatkan bahwa jika pemerintah Swedia gagal mengatasi krisis ini, para pemilih mungkin akan memecat mereka dari jabatannya.

Para ahli mengatakan pemerintah harus menunjukkan kemajuan sebelum pemilu berikutnya pada tahun 2026, dan survei menunjukkan bahwa hal ini masih menjadi isu utama bagi para pemilih.

Jonas Hinnfors, ilmuwan politik di Universitas Gothenburg, mengatakan: "Jika pengurangan kejahatan tetap menjadi agenda utama politik...pemilih kemungkinan besar akan menghukum pemerintah, mengingat pengurangan kejahatan telah menjadi bagian penting dari program kebijakan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI