Demi 'Panen' Manfaat dari Kecerdasan Buatan, KAGAMA Bentuk Komunitas AI

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 11 Agustus 2024 | 22:23 WIB
Demi 'Panen' Manfaat dari Kecerdasan Buatan, KAGAMA Bentuk Komunitas AI
Pengukuhan Komunitas KAGAMA AI dan Seminar Pra-Munas XIV KAGAMA bertajuk Memanen Manfaat AI untuk Kemajuan Bangsa di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2024). [Tangkapan layar]

Suara.com - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) resmi membentuk komuntas kecerdasan buatan alias Artificial Intellegence (AI) bernama KAGAMA AI.

Komunitas ini dibuat demi memanen manfaat dari masifnya perkembangan AI saat ini.

Peresmian pembentukan KAGAMA AI dilakukan dalam kegiatan Pengukuhan Komunitas KAGAMA AI dan Seminar Pra-Munas XIV KAGAMA bertajuk 'Memanen Manfaat AI untuk Kemajuan Bangsa' di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2024).

Pelantikan jajaran pengurus KAGAMA AI dilakukan oleh Sekretaris Jenderal KAGAMA AI, AAGN Aridwipayana.

Hadir dalam acara ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria sekaligus Pembina KAGAMA AI dan Rektor UGM Ova Emilia.

Secara simbolis, Ari melantik Ajar Edi sebagai Ketua KAGAMA AI, Sekretaris Sulastama Rahardja, dan Bendahara Bayu Kusumadewanto.

Ketua KAGAMA AI, Ajar Edi dalam sambutannya usai dilantik menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang mendukung pendirian KAGAMA AI.

Lewat komunitas ini, ia meyakini para alumni UGM mampu memberikan kontribusi pada bangsa lewat pemanfaatan AI.

"Kami yakin akan potensi UGM, yakin akan potensi para alumninya, kami juga yakin karena alumni UGM tersebar di banyak industri, juga di pemerintahan, civil society, dan kita melihat potensi ini bisa kita gabungkan," ujar Ajar dalam sambutannya.

Apalagi, kata Ajar, potensi AI di Indonesia sangat besar karena nilainya mencapai 366 miliar USD. Dengan infrastuktur yang ada, maka ekosistem AI diyakini akan terus berkembang dan memberi manfaat bagi negara.

"Yang juga menarik adalah para pengembang AI di indonesia besar sekali. Jumlahnya 3,1 juta orang, itu nomor lima di asia pasifik. Lima tahun lagi bisa naik jadi posisi ketiga," ungkapnya.

"Jadi PR kita di KAGAMA AI bagaimana kita bisa mendukjng UGM, mendukung renfana transformasi digital tak cuma di UGM tapi juga di seluruh bangsa dan negara," lanjutnya.

Sementara, Sekjen PP KAGAMA, AAGN Aridwipayana mengatakan hal yang terpenting untuk dipelihara di tengah kemajuan teknologi yang masif adalah kebijaksanaan alias wisdom. Lewat kebijaksanaan, teknologi akan memberikan kebaikan untuk semua orang.

"Karena isu yang muncul bagi teknologi itu bukan karena semata-mata l kemampuan mengejar teknologi itu tapi kemampuan kita mendefinisikan kemajuan dari teknologi itu," tuturnya. 

Menambahkan, Rektor UGM, Ova Emilia mengucapkan selamat kepada para pengurus KAGAMA AI yang dilantik. Lewat KAGAMA AI, ia berharap para praktisi dan akademisi bisa berkolaborasi untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi Sebut Negara Harus Adil soal Kesempatan Kerja

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi Sebut Negara Harus Adil soal Kesempatan Kerja

Video | Senin, 08 Juli 2024 | 15:03 WIB

Bakal Gelar Munas XIV di Jakarta, Kagama Angkat Tema Bakti untuk Ibu Pertiwi

Bakal Gelar Munas XIV di Jakarta, Kagama Angkat Tema Bakti untuk Ibu Pertiwi

News | Selasa, 02 Juli 2024 | 02:45 WIB

Bos Bulog Mau Pakai Teknologi AI Tingkatkan Produksi Pangan

Bos Bulog Mau Pakai Teknologi AI Tingkatkan Produksi Pangan

Bisnis | Jum'at, 22 Desember 2023 | 15:34 WIB

Terkini

Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang

Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33 WIB

Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka

Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:25 WIB

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:51 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:31 WIB

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB