Polisi Langgar Hak Anak? KPAI Desak Usut Tuntas Kekerasan di Demo

Muhammad Ilham Baktora

Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:37 WIB
Polisi Langgar Hak Anak? KPAI Desak Usut Tuntas Kekerasan di Demo
Aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI menolak pengesahan RUU Pilkada, Kamis (22/8/2024) malam. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan bahwa penanganan anak-anak yang terlibat dalam demonstrasi harus tetap sesuai dengan konstitusi dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pernyataan ini disampaikan oleh anggota KPAI, Sylvana Maria. Ia merespons maraknya kasus anak-anak yang terlibat dalam aksi demo terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung pada 22-23 Agustus 2024.

"KPAI menekankan bahwa penanganan oleh aparat hukum tidak boleh melanggar konstitusi dan Undang-Undang yang melindungi hak anak di Indonesia," ujarnya, Rabu (28/8/2024).

Sylvana menyatakan keprihatinannya atas masih terjadinya pelanggaran hak anak dan eksploitasi anak dalam aksi massa yang terjadi hingga Selasa (27/8/2024). Ia menyesalkan bahwa banyak anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan eksploitasi.

"Anak-anak yang terlibat dalam demonstrasi sangat rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan yang mengancam kesehatan fisik, psikologis, dan keselamatan mereka," katanya.

Menurut temuan KPAI, terdapat berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dalam aksi demo tersebut, termasuk kekerasan fisik saat penangkapan oleh aparat penegak hukum dan paparan gas air mata yang digunakan untuk membubarkan massa.

Selain itu, anak-anak juga mengalami kekerasan psikis berupa ketakutan dan trauma akibat penangkapan yang kasar, terputusnya komunikasi dengan orang tua saat pemeriksaan, dan interogasi yang berlangsung hingga larut malam.

"Pelanggaran hak kesehatan juga terjadi ketika anak-anak dibiarkan tidak makan hingga larut malam dan kedinginan saat diperiksa di ruangan ber-AC tanpa alas kaki dan pakaian yang cukup," tambahnya.

Sylvana juga menyebutkan bahwa hak anak untuk didampingi dan mendapatkan bantuan hukum selama pemeriksaan sering kali diabaikan, serta terjadi eksploitasi kebebasan anak melalui mobilisasi baik secara langsung maupun lewat grup Whatsapp tanpa informasi yang sesuai dengan usia dan perkembangan mereka.

baca juga

"Anak-anak yang tidak terlibat dalam aksi dan hanya menonton juga kerap ditangkap dan diperiksa di kantor polisi," ungkapnya.

Ia menyoroti bahwa pengamanan aksi demonstrasi perlu ditingkatkan dengan melibatkan polisi wanita (polwan) dan unit perlindungan perempuan dan anak.

"KPAI mengingatkan bahwa potensi eksploitasi anak dalam setiap tahapan Pilkada, terutama selama kampanye, harus segera diantisipasi dan ditangani dengan pendekatan yang komprehensif sesuai dengan semangat perlindungan anak," tuturnya.

Sylvana menegaskan bahwa Polri harus menghindari penggunaan kekerasan dan tindakan represif terhadap anak-anak dalam aksi massa serta menerapkan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam proses hukum terhadap anak yang terlibat dalam aksi protes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Dijegal, Warga Kampung Bayam Kecewa: Demokrasi Negeri Ini Dirampas

Anies Dijegal, Warga Kampung Bayam Kecewa: Demokrasi Negeri Ini Dirampas

Kotak Suara | Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:29 WIB

Gagal Jadi Wakil Wali Kota, Marshel Widianto: Mundur untuk Kemajuan Tangsel!

Gagal Jadi Wakil Wali Kota, Marshel Widianto: Mundur untuk Kemajuan Tangsel!

Video | Rabu, 28 Agustus 2024 | 19:05 WIB

Sepakat Kerja Sama, PKS-NasDem Usung Duet 'ASIH' Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie untuk Pilgub Jabar

Sepakat Kerja Sama, PKS-NasDem Usung Duet 'ASIH' Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie untuk Pilgub Jabar

Kotak Suara | Rabu, 28 Agustus 2024 | 19:01 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×