Menkes Geram Bullying Kedokteran Undip Ditutup-tutupi: Sudah Saatnya Dihentikan!

M Nurhadi

Senin, 02 September 2024 | 11:51 WIB
Menkes Geram Bullying Kedokteran Undip Ditutup-tutupi: Sudah Saatnya Dihentikan!
Mahasiswa melintas di belakang spanduk besar bertuliskan "Gerakan Zero Bullying" di kampus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (23/8/3024). [ANTARA/Zuhdiar Laeis]

Suara.com - Perundungan atau bullying nampaknya masih sulit untuk dihapuskan. Bahkan, setelah kematian seorang dokter muda, dr. Aulia Risma Lestari hingga kini almamater Universitas Diponegoro (Undip) diduga masih belum 100 persen mendukung pengungkapan kasus serupa di lingkungannya.

Pihak Undip bahkan membantah adanya perundungan di kampus mereka. Manajer Layanan Terpadu dan Humas Undip, Utami Setyowati membantah dr ARL meninggal karena bullying. Ia mengklaim, investigasi internal dilakukan dan korban memang memiliki penyakit.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyesalkan adanya upaya untuk menutupi kasus perundungan yang diduga menjadi penyebab kematian dr. 'ARL' selama masa residensinya di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip). Berdasarkan hasil investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ditemukan adanya indikasi perundungan di balik kematian tersebut.

"Sudah ada yang meninggal masih juga ditutup-tutupi, aduh jangan seperti itu. Ayahnya juga sakit setelah mengetahui anaknya meninggal," ujar Menkes Budi pada Kamis (29/8/2024) lalu.

Menkes juga mengaku sudah mendengar rekaman suara dari dr Aulia. "Anaknya (Aulia -red) mengeluh sampai nangis. Saya paham sebagai orangtua pasti stres  kehilangan anak tercintanya, aku rasa ini sudah saatnya berhenti," lanjut dia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di DPR RI. (Suara.com/Bagaskara)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Bagaskara)

Ayah dari dr. 'ARL' dikabarkan meninggal dunia pada Selasa dini hari (27/8) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah menjalani perawatan selama kurang lebih satu minggu. Menkes Budi juga sempat melakukan takziah ke rumah korban di Tegal dan menemukan bukti berupa rekaman suara yang berisi keluhan dr. 'ARL' selama menjalani PPDS di FK Undip.

Rektor Undip Salahkan Dirjen Yankes

Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Suharmono, mengungkapkan perasaannya terkait kasus dugaan perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang disebut-sebut menjadi penyebab kematian seorang mahasiswi, 

Dalam diskusi bertajuk "Mewujudkan Tata Kelola yang Baik di Universitas Semarang" pada Jumat (30/8), yang disiarkan melalui YouTube USM TV, Suharmono berbicara mengenai tanggapan negatif yang diterima Undip di media sosial terkait dugaan perundungan tersebut.

baca juga

Menurut Suharmono, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang sebelumnya mendapat tanggapan positif di media sosial kini berubah akibat tudingan adanya perundungan. "Saat PPKMB ratusan ribu pengin masuk Undip tahun depan. Sekarang jangan masuk Undip banyak bullying, saya jempalitan, langsung remuk," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa pihaknya kesulitan menangani tudingan tersebut, terutama setelah Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) mengeluarkan surat keputusan untuk menghentikan praktik anestesi PPDS di RSUP Dr. Kariadi.

“Hari pertama beliau meninggal, tetapi hari pertama dari Yankes bilang tuduhan bullying yang menyebabkan kematian, Yankes yang menuduh, seharusnya kepolisian, itu dia nuduh saja,” jelasnya.

Rektor Undip Prof Dr Suharnomo. [Akun IG Suharnomo]
Rektor Undip Prof Dr Suharnomo. [Akun IG Suharnomo]

Imbas dari isu ini telah mempengaruhi citra Undip sebagai kampus yang bermasalah dan berpengaruh terhadap kegiatan praktik koasisten mahasiswa di RSUP Dr. Kariadi, di mana praktik operasi berlangsung selama 24 jam. Suharmono menyebut bahwa dokter muda di sana mengalami kelelahan luar biasa karena sering menghadapi operasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya.

Lebih lanjut, Suharmono menegaskan bahwa Undip berkomitmen melawan perundungan dengan telah memecat beberapa mahasiswa PPDS dalam dua tahun terakhir sebagai upaya menerapkan kebijakan "zero bullying."

Saat ini,  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengungkap hasil investigasi awal terkait dugaan perundungan yang dituding sebagai penyebab kematian dr. Aulia Risma Lestari. Investigasi tersebut menemukan adanya dugaan permintaan uang di luar biaya pendidikan resmi oleh oknum-oknum tertentu.

Berdasarkan kesaksian, pungutan tersebut terjadi sejak korban masih berada di semester pertama, dengan nominal mencapai Rp 20-40 juta per bulan. Bukti dan kesaksian terkait telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini, investigasi terkait dugaan perundungan ini masih berlanjut antara Kemenkes dan pihak kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Yan Wisnu Prajoko, Dekan FK Undip Dilarang Praktik di RS Kariadi Buntut Kasus Dokter PPDS

Sosok Yan Wisnu Prajoko, Dekan FK Undip Dilarang Praktik di RS Kariadi Buntut Kasus Dokter PPDS

Lifestyle | Minggu, 01 September 2024 | 20:52 WIB

Usai RSCM Berhasil Operasi Telerobotic Jakarta-Bali, Menkes Budi Janji Beli 4 Robot: Nanti Uang Aku Cariin

Usai RSCM Berhasil Operasi Telerobotic Jakarta-Bali, Menkes Budi Janji Beli 4 Robot: Nanti Uang Aku Cariin

News | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 14:30 WIB

Eks Menkes Era SBY Dukung Dharma Pongrekun di Jakarta, Siti Fadilah: Dia Tahu Persis Isu Pandemi

Eks Menkes Era SBY Dukung Dharma Pongrekun di Jakarta, Siti Fadilah: Dia Tahu Persis Isu Pandemi

Kotak Suara | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 07:26 WIB

Pastikan Ada Perundungan Dokter Aulia, Menkes Budi Serahkan Investigasi ke Polisi

Pastikan Ada Perundungan Dokter Aulia, Menkes Budi Serahkan Investigasi ke Polisi

News | Rabu, 28 Agustus 2024 | 14:55 WIB

PMM UMM Pererat Kebersamaan di SDN 01 Tajinan Lewat Sosialisasi dan Lomba

PMM UMM Pererat Kebersamaan di SDN 01 Tajinan Lewat Sosialisasi dan Lomba

Your Say | Sabtu, 24 Agustus 2024 | 15:30 WIB

Mengatasi Ancaman Narkoba dan Media Sosial: Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja

Mengatasi Ancaman Narkoba dan Media Sosial: Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja

Your Say | Rabu, 21 Agustus 2024 | 18:58 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×