Soal Polemik Running Text Azan Magrib, Jazuli PKS Cecar Menkominfo Budi Arie: Saya Yakin Paus Tak Minta Begitu

Rabu, 04 September 2024 | 18:38 WIB
Soal Polemik Running Text Azan Magrib, Jazuli PKS Cecar Menkominfo Budi Arie: Saya Yakin Paus Tak Minta Begitu
Anggota Komisi I DPR RI fraksi PKS, Jazuli Juwaini. (tangkapan layar/Bagaskara)

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI fraksi PKS, Jazuli Juwaini, meminta pemerintah tak perlu berlebihan soal adanya imbauan terkait siaran azan diganti running text saat penayangan misa Paus Fransiskus di Televisi. Ia meyakini Paus sendiri tidak ingin hal itu terjadi. 

Hal tersebut disampaikan Jazuli dalam rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menkominfo Budi Arie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2024). 

Awalnya, Jazuli curhat soal dirinya mendapatkan banyak panggilan telepon lantaran menanyakan soal adanya imbauan azan diganti running text

Menkominfo Budi Arie Setiadi mengkonfirmasi surat imbauan azan magrib via running text dari Kemenag kepada Suara.com pada Selasa (3/9/2024) malam. [Suara.com/Dicky Prastya/Screenshot]
Menkominfo Budi Arie Setiadi mengkonfirmasi surat imbauan azan magrib via running text dari Kemenag kepada Suara.com pada Selasa (3/9/2024) malam. [Suara.com/Dicky Prastya/Screenshot]

"Dari telepon yang masuk ke saya, tokoh dan ormas, itu menyayangkan ada surat dari Dirjen yang mengganti azan degnan running text," kata Jazuli. 

Seharusnya, kata dia, biarkan saja tayangan azan di TV dimunculkan. Menurutnya, justru hal itu menunjukan adanya toleransi. 

"Sebenarnya kan jadi bagus, misanya berjalan ditayangkan dengan televisi, kemudian pas azan magrib, paling hanya dua menit, kasih azan magrib, abis itu terus-in lagi. Kan di situ malah kelihatan tuh toleransinya, saat agama ini sedang berjalan, kasih ruang, agama ini sedang berjalan, kasih ruang dengan baik," ujarnya. 

Ia justru menyampaikan, jika Paus Fransiskus sendiri tak akan mau adanya kebijakan soal penggantian tayangan azan menjadi running text

"Saya yakin Paus-nya pun tidak minta begitu. Ganti, gitu. Menurut saya. Jadi kita tidak perlu berlebihan," katanya. 

Ia pun mengimbau ke depan pemerintah tidak sembarangan mengeluarkan surat imbauan. 

Baca Juga: Haru sampai Berpelukan, Tangis Para Jemaat Pecah saat Lihat Wajah Paus Fransiskus di Katedral: Momen Bersejarah!

"Jadi saya berharap mari kokohkan nilai Pancasila. Dirjen tidak boleh sembarangan mengeluarkan surat, dilihat dulu ada unsur SARA atau tidak, ada unsur yang kira-kira mengganggu stabilitas apa tidak, dan seterusnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI