Krisis Demografi? China Tak Lagi Izinkan Adopsi Anak ke Luar Negeri

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Sabtu, 07 September 2024 | 17:45 WIB
Krisis Demografi? China Tak Lagi Izinkan Adopsi Anak ke Luar Negeri
Ilustrasi bayi atau ilustrasi adopsi anak. (Pexels/Lisa Fotios)

Suara.com - Pemerintah China mengatakan tidak akan lagi mengirim anak-anak ke luar negeri untuk diadopsi, yang membatalkan aturan selama lebih dari tiga dekade yang berakar pada kebijakan satu anak yang dulunya ketat.

Lebih dari 160.000 anak China telah diadopsi oleh keluarga di seluruh dunia sejak 1992, ketika China pertama kali membuka pintunya untuk adopsi internasional.

Sekitar 82.000 dari anak-anak ini, sebagian besar perempuan, telah diadopsi di Amerika Serikat, menurut Children International (CCI) China.

Pada hari Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengatakan pemerintah China telah menyesuaikan kebijakan adopsi lintas batasnya agar "sejalan" dengan tren internasional.

"Selain adopsi anak atau anak tiri dari saudara sedarah dari generasi yang sama yang berada dalam tiga generasi dari orang asing yang datang ke China untuk mengadopsi, China tidak akan mengirim anak-anak ke luar negeri untuk diadopsi," kata Mao.

"Kami menyampaikan penghargaan kami kepada pemerintah dan keluarga asing tersebut, yang ingin mengadopsi anak-anak China, atas niat baik mereka dan cinta serta kebaikan yang telah mereka tunjukkan," tambahnya.

Ilustrasi keluarga (freepik.com/lifestylememory)
Ilustrasi keluarga (freepik.com/lifestylememory)

Tidak jelas apa yang akan terjadi pada keluarga yang sedang dalam proses mengadopsi anak dari Tiongkok.

Perubahan aturan ini terjadi saat para pembuat kebijakan Tiongkok berjuang untuk mendorong pasangan muda untuk menikah dan memiliki anak setelah populasinya turun selama dua tahun berturut-turut.

Tiongkok memiliki salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia dan telah berusaha memberi insentif kepada perempuan muda untuk memiliki anak. Namun, banyak yang menunda karena tingginya biaya pengasuhan anak, kekhawatiran atas keamanan kerja, dan prospek masa depan mereka karena pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu melambat.

Tiongkok menerapkan kebijakan satu anak yang ketat dari tahun 1979-2015 untuk mengurangi populasinya. Ketika keluarga dibatasi untuk hanya memiliki satu anak, banyak yang memilih untuk mempertahankan anak laki-laki, yang secara tradisional diharapkan menjadi pengasuh utama bagi keluarga mereka, dan menyerahkan anak perempuan untuk diadopsi.

Langkah Tiongkok untuk menghentikan adopsi internasional dilakukan setelah Belanda pada bulan Mei melarang warganya mengadopsi anak dari negara asing. Di Denmark, orang tidak akan dapat lagi mengadopsi anak dari luar negeri setelah satu-satunya lembaga adopsi mengatakan akan menghentikan operasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Drama China We All Lie, Usung Genre Romantis Thriller

Sinopsis Drama China We All Lie, Usung Genre Romantis Thriller

Your Say | Sabtu, 07 September 2024 | 10:48 WIB

Perusahaan China Ciptakan Aplikasi AI Serba Bisa, Mulai dari Order Makanan hingga Panggil Taksi

Perusahaan China Ciptakan Aplikasi AI Serba Bisa, Mulai dari Order Makanan hingga Panggil Taksi

News | Sabtu, 07 September 2024 | 06:00 WIB

Iming-imingi WNI Gaji Rp12 Juta Per Bulan buat jadi Scammer, 2 WN China Dicokok Pihak Imigrasi

Iming-imingi WNI Gaji Rp12 Juta Per Bulan buat jadi Scammer, 2 WN China Dicokok Pihak Imigrasi

News | Jum'at, 06 September 2024 | 18:43 WIB

6 Drama China di iQIYI yang Dikonfirmasi Tayang September 2024, Seru Semua!

6 Drama China di iQIYI yang Dikonfirmasi Tayang September 2024, Seru Semua!

Your Say | Jum'at, 06 September 2024 | 18:03 WIB

Sinopsis Drama China Debit Queen, Awal Romansa dari Beda Status

Sinopsis Drama China Debit Queen, Awal Romansa dari Beda Status

Your Say | Jum'at, 06 September 2024 | 20:00 WIB

Bau Mulut Mengerikan, Pria Ini Temukan Kecoak Tersangkut di Dalam Lehernya

Bau Mulut Mengerikan, Pria Ini Temukan Kecoak Tersangkut di Dalam Lehernya

News | Jum'at, 06 September 2024 | 11:03 WIB

Terkini

DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif

DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:44 WIB

Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini

Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:44 WIB

Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar

Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:41 WIB

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:32 WIB

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:46 WIB

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB