Pelibatan Ribuan Aparat TNI Jaga Food Estate Bikin Warga Adat di Merauke Ketakutan: Mereka Terancam, Tak Bisa Bersuara!

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Rabu, 25 September 2024 | 17:14 WIB
Pelibatan Ribuan Aparat TNI Jaga Food Estate Bikin Warga Adat di Merauke Ketakutan: Mereka Terancam, Tak Bisa Bersuara!
Ilustrasi TNI. [ANTARA]

Suara.com - Masyarakat adat di Kampung Wogikel Distrik Dalam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan merasa terancam akibat pelibatan aparat TNI yang menjaga kawasan program Food Estate. Kondisi masyarakat yang terancam atas kehadiran militer di kawasan Food Estate itu diungkapkan oleh Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Merauke,  Romo Pius Cornelis Manu.

Menurutnya saat ini daerahnya telah dijaga oleh ribuan aparat TNI.  Penjagaan itu dilakukan seiring terjadi penolakan dari masyarakat adat dalam pembuatan proyek nasional food estate itu karena dinilai merusak alam.

"Dengan kehadiran rombongan keamanan bersenjata, secara psikologis masyarakat merasa terancam. Tidak punya perlindungan untuk ambil alih, tidak punya kekuatan untuk bersuara," kata Romo Pius dalam acara diskusi media bertema: 'Dampak Buruk Food Estate di Merauke' di Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Jakarta, Rabu (25/9/2024).

Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupam Merauke, Romo Pius Cornelis Manu (paling kiri) dalam acara diskusi media 'Dampak Buruk Food Estate di Merauke', Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Jakarta, Rabu (25/9/2024). (Suara.com/Lilis Varwati)
Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupam Merauke, Romo Pius Cornelis Manu (paling kiri) dalam acara diskusi media 'Dampak Buruk Food Estate di Merauke', Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Jakarta, Rabu (25/9/2024). (Suara.com/Lilis Varwati)

Romo Pius menyebut jumlah pasukan TNI mencapai 5 batalion atau sekitar 5 ribu orang. Padahal, masyarakat adat di Kampung Wogikel Distrik Dalam sendiri jumlahnya tidak sebanyak itu.

"Jadi bagaimana mungkin masyarakat memberangus? Jelas itu tidak bisa. Namun, masyarakat hari ini dan kemarin terus menunjukan sikap perlawanan," tegasnya.

Salah satu bentuk perlawanan masyarakat setempat dengan lakukan protes langsung kepada Plt Gubernur Papua Selatan Rudy Sufahriadi untuk menolak pelaksanaan proyek food estate. Para masyarakat adat lakukan demonstrasi sambil melumuri badannya. 

Selain menyatakan penolakan proyek food estate, masyarakat juga meminta gubernur mengungkap pihak yang membolehkan perusahaan yang masuk ke wilayah mereka untuk kerjakan food estate tersebut.

"Tolong cari tahu siapa-siapa yang menentang kami. Sebab perusahaan ini tidak mungkin masuk ke wilayah kami tanpa ada penghubung. Pasti ada pihak-pihak tertentu yang menghubungi atau yang mempunyai relasi dengan yang di Jakarta sana," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Bikin Jokowi Cemburu, Rocky Gerung Ungkap Nasib Gibran jika PDIP Gabung ke Prabowo

Bisa Bikin Jokowi Cemburu, Rocky Gerung Ungkap Nasib Gibran jika PDIP Gabung ke Prabowo

News | Rabu, 25 September 2024 | 17:00 WIB

Telak! Djarot PDIP Sindir Gaya Kaesang Pamer Rompi 'Putra Mulyono': Kok Bisa Nebeng ke Amerika? Enak Banget

Telak! Djarot PDIP Sindir Gaya Kaesang Pamer Rompi 'Putra Mulyono': Kok Bisa Nebeng ke Amerika? Enak Banget

News | Rabu, 25 September 2024 | 16:11 WIB

Endus Gratifikasi, Ini Alasan Pelapor Tantang KPK Periksa Gang Ye Pemilik Jet Pribadi usai Kaesang Ngaku Nebeng

Endus Gratifikasi, Ini Alasan Pelapor Tantang KPK Periksa Gang Ye Pemilik Jet Pribadi usai Kaesang Ngaku Nebeng

News | Rabu, 25 September 2024 | 14:58 WIB

Bongkar Sederet Fakta soal Skandal Pesawat Jet, Roy Suryo Sebut Kaesang Layak Dipidana karena Berbohong

Bongkar Sederet Fakta soal Skandal Pesawat Jet, Roy Suryo Sebut Kaesang Layak Dipidana karena Berbohong

News | Rabu, 25 September 2024 | 14:05 WIB

'Perang' Jenderal TNI Vs Polri di Pilkada Jateng: Andika Perkasa Lawan Ahmad Luthfi, Siapa Pemenangnya?

'Perang' Jenderal TNI Vs Polri di Pilkada Jateng: Andika Perkasa Lawan Ahmad Luthfi, Siapa Pemenangnya?

Kotak Suara | Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:33 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×