Masyarakat Adat Merauke Tetap Gigih Tolak Proyek Food Estate: Berikan Sisa Tanah yang Sedikit untuk Kami Hidup

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 25 September 2024 | 22:35 WIB
Masyarakat Adat Merauke Tetap Gigih Tolak Proyek Food Estate: Berikan Sisa Tanah yang Sedikit untuk Kami Hidup
Aktivis Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Merauke, Romo Pius Cornelis Manu. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Masyarakat adat di Merauke yang terdampak proyek nasional food estate tetap gigih menyatakan penolakan rencana tersebut. Proyek di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang menggerus 2,29 juta hektare itu dinilai hanya merusak alam tanah Papua.

Aktivis Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Merauke, Romo Pius Cornelis Manu, menyampaikan bahwa masyarakat adat sudah banyak memberikan alam Papua digunakan untuk proyek pemerintah. Sehingga, masyarakat berharap pemerintah tak lagi merebut sisa alam Papua yang semakin sedikit jumlahnya.

"Kami punya tanah ini tidak besar, kami punya juga anak-anak yang ke depannya kan perlu terkembang. Dan sisa tanah yang ada marilah diberikan kepada kami. Sebab tanah kami sudah kasih cukup besar untuk pembangunan negara di wilayah Kota Merauke dan sekitarnya," kata Romo Pius dalam diskusi media 'Dampak Buruk Food Estate di Merauke', Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Jakarta, Rabu (25/9/2024).

Romo Pius mengkritisi setiap perusahaan yang bertanggungjawab mengerjakan proyek negara di tanah Papua sering kali gagal. Dia melihat, pembangunan itu ujungnya hanya merusak alam Papua.

Seperti yang terjadi di Kampung Senegi, Distrik Animha, Merauke. Romo Pius mengungkapkan kalau dirinya pernah melihat tumpukan kayu dari penebangan hutan yang dibiarkan menumpuk hanya jadi limbah.

"Dari depan ke belakang itu sekitar 100 meter dan kayu ini tidak dimanfaatkan, jadi limbah saja. Supaya hal seperti ini tidak terulang berkali-kali, kami menolak perusahaan dengan bentuk apa pun," tegasnya.

Dia menekankan bahwa masyarakat Papua sebenarnya tidak menolak pembangunan dari negara. Asalkan ada keterlibatan masyarakat adat agar pelestarian alam Papua tetap terjaga.

Selain itu, sikap tersebut juga sebagai bukti bahwa pemerintah pusat benar menjalankan otonomi daerah.

"Undang-undang otonomi khusus betul ditegakan, penggunaan dana otonomi khusus dipakai betul untuk membangun kami," ujar Romo Pius.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Lumbung Pangan 1 Juta Hektare di Merauke Jadi Program Prioritas Nasional

Proyek Lumbung Pangan 1 Juta Hektare di Merauke Jadi Program Prioritas Nasional

Bisnis | Jum'at, 13 September 2024 | 15:09 WIB

Teatrikal Kolosal Pagelaran Sabang Merauke Hari Kedua Meninggalkan Kesan, Kenangan Indah dan Rasa Bangga Mendalam

Teatrikal Kolosal Pagelaran Sabang Merauke Hari Kedua Meninggalkan Kesan, Kenangan Indah dan Rasa Bangga Mendalam

Lifestyle | Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:29 WIB

Hari Kedua Teatrikal Kolosal Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway, Berkesan dan Beri Kenangan Indah

Hari Kedua Teatrikal Kolosal Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway, Berkesan dan Beri Kenangan Indah

Your Say | Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:21 WIB

Artis Papan Atas hingga Ratusan Seniman Meriahkan Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway 2024

Artis Papan Atas hingga Ratusan Seniman Meriahkan Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway 2024

Your Say | Selasa, 20 Agustus 2024 | 15:46 WIB

Transformasi Indra Bekti: Dari Presenter Jadi Wayang Bagong di Pagelaran Sabang Merauke!

Transformasi Indra Bekti: Dari Presenter Jadi Wayang Bagong di Pagelaran Sabang Merauke!

Video | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 15:15 WIB

Terkini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB

×