Bencana Alam atau Ulah Manusia? Kebakaran Hutan Parah Landa Ibu Kota Ekuador

Andi Ahmad S

Kamis, 26 September 2024 | 19:50 WIB
Bencana Alam atau Ulah Manusia? Kebakaran Hutan Parah Landa Ibu Kota Ekuador
Ilustrasi kebakaran hutan [Javier TORRES / AFP]

Suara.com - Kebakaran hutan parah melanda Ibu Kota Ekuador, Rabu (25/9/2024) waktu setempat. Bahkan saat ini pemerintah tengah menetapkan status darurat.

Menurut otoritas setempat, peristiwa kebakaran itu diakibatkan tujuh hutan yang telah menyebabkan enam orang terluka dan memaksa evakuasi lebih dari 100 keluarga.

Wali Kota Quito, Pabel Munoz, mengatakan keadaan darurat tersebut telah memaksa pengerahan 2.000 petugas pemadam kebakaran, militer dan tim penyelamat. Sebanyak 107 keluarga telah dievakuasi dan tujuh rumah terdampak oleh kebakaran yang terjadi sejak Selasa.

"Kebakaran tidak akan padam dalam beberapa jam ke depan. Kebakaran pasti akan terus berlangsung hingga malam,” kata Munoz.

Hingga saat ini, kebakaran telah melanda lebih dari 2.000 hektar hutan dan menutupi sebagian besar kota dengan asap tebal dan abu.

Presiden Daniel Noboa, yang sedang mengikuti agenda resmi Sidang Majelis Umum PBB di New York terpaksa kembali ke negaranya untuk "memberikan komando dalam upaya menghadapi musuh," ujar dia

“Kita sedang menghadapi situasi iklim terburuk dalam beberapa dekade terakhir, yang memerlukan keputusan mendesak di semua tingkatan pemerintahan,” kata Noboa.

Otoritas mengonfirmasi bahwa kebakaran ini disebabkan oleh ulah manusia. Seorang petugas polisi dilaporkan menemukan dua tong berisi bahan mudah terbakar di dekat area yang menjadi titik awal kebakaran hutan besar pada Selasa.

Polisi menawarkan hadiah bagi siapa saja yang memberikan informasi untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran.

baca juga

Mereka yang bertanggung jawab atas kebakaran ini akan dituntut dengan dakwaan terorisme, tegas Presiden Noboa.

Kegiatan sekolah dihentikan pada Rabu dan pegawai pemerintah bekerja dari jarak jauh akibat buruknya kualitas udara di Quito, yang telah menghadapi kebakaran hutan hebat selama tiga minggu akibat dampak kekeringan yang meluas.

Ekuador, Brasil, Peru, dan Kolombia sedang mengalami kekeringan terburuk dan mencatat suhu terpanas dalam beberapa dekade. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragis! Pemuda di Tambora Tewas Terpanggang, Tidur di Lantai 2 hingga Terjebak saat Rumah Terbakar

Tragis! Pemuda di Tambora Tewas Terpanggang, Tidur di Lantai 2 hingga Terjebak saat Rumah Terbakar

News | Kamis, 26 September 2024 | 17:48 WIB

Pertemuan Tertutup Erdogan dengan PM Lebanon, Ini Yang Dibahas

Pertemuan Tertutup Erdogan dengan PM Lebanon, Ini Yang Dibahas

News | Kamis, 26 September 2024 | 14:55 WIB

59 Persen Warga Prancis Tidak Puas dengan Kabinet Baru

59 Persen Warga Prancis Tidak Puas dengan Kabinet Baru

News | Kamis, 26 September 2024 | 14:41 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×