Viral! Pria Ini Santai Tunggangi Harimau Berantai, Tren Pelihara Satwa Liar di Paksitan Bikin Warganet Murka!

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 07 Oktober 2024 | 15:48 WIB
Viral! Pria Ini Santai Tunggangi Harimau Berantai, Tren Pelihara Satwa Liar di Paksitan Bikin Warganet Murka!
Pria tunggangi Harimau (Instagram)

Suara.com - Di Pakistan, memelihara hewan eksotis, termasuk harimau, sebagai hewan peliharaan merupakan tren yang berkembang, terutama di kalangan orang kaya. Namun, praktik ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang kesejahteraan hewan, keselamatan publik, dan konservasi.

Meskipun Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar Pakistan melarang kepemilikan pribadi atas hewan eksotis, penegakan hukum masih lemah, yang memungkinkan perdagangan gelap terus berkembang.

Baru-baru ini, sebuah video menjadi viral yang menampilkan seorang pria menunggangi harimau yang dirantai di Pakistan. Video tersebut, yang dibagikan oleh kreator digital Nouman Hassan, dengan cepat ditonton lebih dari 100.000 kali, yang memicu banjir komentar.

Rekaman yang dibagikan di Instagram menunjukkan pria itu dengan santai duduk di punggung harimau besar itu, membimbingnya melewati area terbuka. Latar belakangnya juga memperlihatkan dua kandang, satu untuk mengurung singa dan satu lagi untuk singa betina, yang menimbulkan kekhawatiran tambahan tentang kondisi kehidupan hewan tersebut.

Video tersebut telah memicu kemarahan di media sosial, yang kembali memicu kekhawatiran tentang kesejahteraan hewan dan perlakuan etis terhadap satwa liar. Banyak pengguna menekankan perlunya hukum dan penegakan hukum yang lebih ketat untuk melindungi satwa liar dari eksploitasi. Seorang pengguna menulis, ''Jangan sakiti hewan itu, ia tidak ada di sini untuk menopang bebanmu. Selain mengurungnya, apakah kamu akan menyiksanya?''

Yang lain berkomentar, ''Orang sakit macam apa yang merantai hewan yang begitu agung untuk hiburan?''

Yang ketiga menulis, ''Harimau malang itu tampak begitu tak berdaya. Ini adalah kekejaman terhadap hewan yang nyata.'' Yang keempat menambahkan, ''Menurutku itu tidak lucu, itu bukan tempat yang tepat untuk memelihara hewan yang seharusnya ada di hutan.''

Perkiraan menunjukkan lebih dari 100 harimau dipelihara sebagai hewan peliharaan di Pakistan, banyak di antaranya diselundupkan dari negara tetangga atau dibiakkan di penangkaran.

Harimau-harimau yang ditawan ini sering menghadapi kondisi yang tidak manusiawi, perawatan yang tidak memadai, dan kondisi kehidupan yang buruk, yang menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kesejahteraan mereka.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pimpinan Hizbullah Terbunuh, Pakistan Kecam Keras Tindakan Israel: Pengabaian Hukum Internasional

Pimpinan Hizbullah Terbunuh, Pakistan Kecam Keras Tindakan Israel: Pengabaian Hukum Internasional

News | Minggu, 29 September 2024 | 20:44 WIB

Mengemis Berkedok Umrah: Arab Saudi Pertimbangkan Batasi Jamaah Pakistan?

Mengemis Berkedok Umrah: Arab Saudi Pertimbangkan Batasi Jamaah Pakistan?

News | Rabu, 25 September 2024 | 12:37 WIB

Harimau Sumatera Mati di Medan Zoo, Warganet Ngamuk ke Bobby Nasution: Walkot Modal Mertua

Harimau Sumatera Mati di Medan Zoo, Warganet Ngamuk ke Bobby Nasution: Walkot Modal Mertua

Tekno | Selasa, 24 September 2024 | 08:33 WIB

Sedang Konvoi ke Lokasi Acara, Diplomat Indonesia Selamat dari Serangan Bom di Pakistan!

Sedang Konvoi ke Lokasi Acara, Diplomat Indonesia Selamat dari Serangan Bom di Pakistan!

News | Senin, 23 September 2024 | 10:55 WIB

Heboh! Ayah Pasang Kamera Pengintai di Kepala Anak Gadis, Alasannya Bikin Syok!

Heboh! Ayah Pasang Kamera Pengintai di Kepala Anak Gadis, Alasannya Bikin Syok!

News | Kamis, 19 September 2024 | 16:06 WIB

Pemerintah Zimbabwe Akan Sembelih 200 Gajah untuk Warga Kelaparan, Ramai Dikritik

Pemerintah Zimbabwe Akan Sembelih 200 Gajah untuk Warga Kelaparan, Ramai Dikritik

News | Kamis, 19 September 2024 | 12:16 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×