Tragedi Feri Kongo: 78 Nyawa Melayang, Pemakaman Massal Digelar di Tengah Duka dan Amarah

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:29 WIB
Tragedi Feri Kongo: 78 Nyawa Melayang, Pemakaman Massal Digelar di Tengah Duka dan Amarah
Ilustrasi kapal tenggelam dihantam ombak. [Istimewa]

Suara.com - Pemerintah Kongo mengadakan serangkaian pemakaman pada hari Rabu di North Kivu untuk mengenang para korban kecelakaan feri yang merenggut lebih dari 78 nyawa.

Upacara pemakaman berlangsung di Nyirangongo, Makao, dengan dihadiri oleh para pemimpin dari berbagai sektor dan perwakilan dari kelompok sipil, serta dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri dan Sosial.

Pada pagi hari yang sama, keluarga para korban diundang untuk mengunjungi kamar jenazah di Goma guna mendapatkan informasi terkini mengenai orang-orang yang masih hilang.

Keluarga korban menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan, mengingat banyak di antara mereka yang belum ditemukan. Pejabat setempat menyatakan bahwa operasi pencarian masih berlangsung, namun meminta pihak keluarga untuk tidak terlalu berharap karena kemungkinan menemukan korban selamat tergolong kecil.

Beberapa anggota keluarga menyatakan ketidakpuasan terhadap keputusan yang mereka anggap sepihak dan tidak mempertimbangkan keinginan mereka. Beberapa memilih untuk mengakhiri masa berkabung, sementara yang lain masih berharap akan ada perkembangan dalam upaya pencarian di Danau Kivu.

Sebagai langkah responsif, komisi yang mengawasi navigasi danau serta sungai telah diberhentikan, dan Kementerian Perhubungan memerintahkan dilakukannya inspeksi teknis pada kapal-kapal yang beroperasi.

Selain itu, tindakan hukum juga akan diambil terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, yang terjadi saat feri MV Merdi terbalik beberapa meter dari tujuan pada hari Kamis lalu, menimbulkan duka mendalam di provinsi Kivu Utara dan Selatan.

Pihak berwenang mencatat bahwa banyak korban kemungkinan masih terjebak di bawah permukaan danau.

Kecelakaan kapal merupakan masalah yang umum terjadi di Kongo. Laporan dari kelompok masyarakat sipil telah menyoroti kegagalan pemerintah dalam menerapkan regulasi keselamatan, yang memungkinkan kapal beroperasi tanpa batas beban yang sesuai serta kelalaian dalam menyediakan rompi keselamatan bagi penumpang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Pesawat N-219 Nurtanio Buatan Indonesia yang Diborong Kongo

Mengenal Pesawat N-219 Nurtanio Buatan Indonesia yang Diborong Kongo

Lifestyle | Sabtu, 28 September 2024 | 21:58 WIB

Rasakan Sendiri Air Es Titanic! Museum Tennessee Hadirkan Sensasi Dingin Mencekam di Malam Tragis Kecelakaan Kapal

Rasakan Sendiri Air Es Titanic! Museum Tennessee Hadirkan Sensasi Dingin Mencekam di Malam Tragis Kecelakaan Kapal

News | Selasa, 17 September 2024 | 14:57 WIB

Maut Mengintai di Selat Inggris: Kapal Migran Terbalik, 8 Nyawa Melayang

Maut Mengintai di Selat Inggris: Kapal Migran Terbalik, 8 Nyawa Melayang

News | Minggu, 15 September 2024 | 17:44 WIB

Pilu! Ternyata Ini Penyebab Ratusan Narapidana Tewas di Penjara Makala

Pilu! Ternyata Ini Penyebab Ratusan Narapidana Tewas di Penjara Makala

News | Rabu, 04 September 2024 | 19:26 WIB

Hendak Kabur Berjamaah dari Penjara, Ratusan Narapidana Tewas di Kongo

Hendak Kabur Berjamaah dari Penjara, Ratusan Narapidana Tewas di Kongo

News | Rabu, 04 September 2024 | 01:05 WIB

Berada di Dasar Laut Selama 2 Hari, Korban Kapal Tenggelam Bertahan Hidup karena Hal Ini

Berada di Dasar Laut Selama 2 Hari, Korban Kapal Tenggelam Bertahan Hidup karena Hal Ini

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 16:15 WIB

Terkini

Sempat Mangkir, Heri Black Kembali Dipanggil KPK di Kasus Suap Bea Cukai

Sempat Mangkir, Heri Black Kembali Dipanggil KPK di Kasus Suap Bea Cukai

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:39 WIB

Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor: Ada Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis

Kejagung Lelang 308 Aset Koruptor: Ada Kursi Firaun Asabri hingga Tas Branded Harvey Moeis

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:37 WIB

Amien Rais: Rakyat Sudah Tidak Menyerang Gibran, Sekarang Dialihkan Semuanya ke Pak Prabowo

Amien Rais: Rakyat Sudah Tidak Menyerang Gibran, Sekarang Dialihkan Semuanya ke Pak Prabowo

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:36 WIB

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:18 WIB

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:16 WIB

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:10 WIB

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB