Suara.com - Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menegaskan bakal memrioritaskan kader partai berlambang bintang mersi untuk mengisi jatah kursi menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Riefky beerdasarkan sejumlah hal yang pertimbangan.
"(Prioritas) Kader lah tapi juga ada pertimbangan profesional untuk jadi kader Demokrat dan ditugaskan tentu itu akan menjadi pertimbangan-pertimbangan juga," kata Riefky di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kabar resmi soal jatah kursi menteri bagi Demokrat.
"Belum ini masih proses finalisasi artinya kita menunggu juga dari pak Prabowo nanti tentu sebagai presiden kan mempunyai hak prerogatif kita juga masih terus berkomunikasi. Jadi sabar saja menunggu kabar selanjutnya," ujarnya.
Saat ditanya apakah Demokrat sudah menyiapkan nama-nama untuk dijadikan menteri di kabinet Prabowo, Riefky mengaku masih menunggu dan enggan berandai-andai.
Ia hanya menegaskan, jika nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi prioritas utama untuk disodorkan.
"Saya belum bicara lebih jauh karena ini belum ada kepastian final jadi kita tunggu saja, karena kita gak bisa berandai-andai lebih jauh," katanya.
"Tentu mas ketum prioritas utama kita semua," katanya.
![Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. [ANTARA/Rahmat Fajri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/06/17/28719-sekjen-dpp-partai-demokrat-teuku-riefky-harsya.jpg)
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa pihaknya belum tahu berapa jatah kursi menteri yang diperoleh dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Ia mengaku menyerahkan kepada Prabowo.
Hal itu disampaikan AHY usai ditanya kabar mengenai Demokrat akan mendapatkan jatah 5 kursi menteri dalam kabinet Prabowo.
"Belum kami menunggu saja," kata AHY di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Ia mengatakan, pihaknya menunggu saja apa yang menjadi keputusan final dari Prabowo soal penyusunan kabinet. Menurutnya, Prabowo paling mengetahui apa yang menjadi kebutuhannya.
"Saya rasa kami belum tahu persis kita juga selain menghormati dan menunggu apa yang menjadi keputusan final bapak presiden terpilih karena sejak awal sikap Partai Demokrat terkait penyusunan kabinet, portofolio dan peran di pemerintahan lima tahun ke depan."
"Semua kita serahkan kepada bapak presiden terpilih, karena beliau paling mengetahui kebutuhan pengawakan kementerian kementerian atau badan badan," katanya.