Soal Bocoran 46 Kementerian, Pakar Sindir Kabinet 'Gemoy' Prabowo: Menteri Amerika Cuma 15 Orang, Kenapa Kita Nyaris 50?

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 16 Oktober 2024 | 11:53 WIB
Soal Bocoran 46 Kementerian, Pakar Sindir Kabinet 'Gemoy' Prabowo: Menteri Amerika Cuma 15 Orang, Kenapa Kita Nyaris 50?
Presiden terpilih Prabowo Subianto usai memanggil 49 calon menteri di kediamannya di Kertanegara, Senin (14/10/2024). (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara dari Universita Andalas (Unand) menyebut jika 'ongkos' Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam membentuk kabinetnya mendatang akan menyedot banyak anggaran negara. Pasalnya, dikabarkan ada banyak penambahan di kementerian yang awalnya berjumlah 34 di era Presiden Jokowi akan menjadi 46 kementerian saat Prabowo menjadi kepala negara.

Selain itu, Feri Amsari juga mencurigai jika kabinet pemerintahan Prabowo yang banyak disebut 'Gemoy' alias gemuk itu juga pihak yang akan kecipratan 'untung' atas proyek penambahan nomenklatur kementerian tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Feri Amsari di sebuah acara TV dan cuplikan videonya dibagikan ulang akun X, @ronaldy596 pada Selasa (15/10/2024) kemarin.

"Bayangkan dipecah sebanyak ini, berapa beban biaya yang akan ditanggung? Belum nanti ganti baju dan emblem-emblemnya. Belum lagi bicara mengganti di depan kementerian dari pusat hingga daerah. Banyak tender baru lah pokoknya ya," ujar Feri Amsari dikutip Suara.com pada Rabu (16/10/2024).

"Saya tidak tahu siapa yang memberikan nasihat dan siapa yang akan bahagia dari nasihat dengan tender-tender barunya ini," sambungnya.

Menurutnya, roda pemerintahan terkait adanya penambahan pos kementerian di kabinet Prabowo itu juga tidak akan berjalan efektif. Feri Amsari pun membeberkan contoh masalah di pemerintahan karena banyak benturan kepentingan dari menumpuknya peraturan menteri.

"Tadi bicara soal benturan peraturan, perlu diketahui peraturan perundang-undangan kita ini yang membuat karut marut proses peraturan dan birokrasi itu ada di peraturan menteri. Bukan di undang-undang, teman-teman di DPR gak juga pernah memenuhi target prolegnas (Program Legislasi Nasional). Karut marutnya adalah di banyaknya menumpuk peraturan menteri dan saling bertabrakan," ujarnya.

"Nih catatan ya, menteri tertentu yang objeknya sama, misalnya, desa ya. Ada KLHK di sana, ada Menteri dalam negeri, ada Kementerian Desa, ada kementerian yang lain yang membuat aturan dan membuat desa-desa bingung. Dan sekarang ada hukum dan HAM, padahal HAM juga akan berkaitan dengan hukum. Nah bagaimana kementerian ini bisa duduk bersama di kemudian hari tanpa harus ego satu sama lain," timpalnya mencontohkan.

Terkait kritikannya terhadap adanya penambahan jumlah kementerian itu, Feri Amsari turut membanding-bandingkan pemerintahan di Indonesia dengan Amerika Serikat.

baca juga

Menurutnya, negara adidaya seperti Amerika saja hanya memiliki 15 kementerian. Walau hanya belasan menteri, AS  juga bisa mengurus negara lain.

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari. (Suara.com/Faqih)
Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari. (Suara.com/Faqih)

Feri pun menyindir soal penambahan menteri tersebut seperti jumlah negara bagian di AS.

"Dan bagi saya agak dipertanyakan, kalau presiden tidak menjelaskan ke publik kenapa pilihan ini? Kalau alasan presiden bahwa negeri ini besar, Amerika jauh lebih besar daratannya dari kita (Indonesia). Tetapi menterinya cuma 15 orang. Kenapa kita harus hampir 50 (menteri)? Sama banyaknya dengan negara bagian di Amerika," sindirnya.

"Harus diingat, jangankan mengurus negeri sendiri,  (Amerika) juga ngurusin negara orang lain dan menterinya sederhana," sambungnya.

Terkait paparannya itu, Feri Amsari pun menyarankan kepada Prabowo agar memikirkan ulang soal kabar adanya penambahan kementerian di kabinetnya.

"Bagi saya, kalau mau efektif, mari sederhanakan kabinet, masih ada waktu untuk menuju tanggal 20 Oktober, mudah-mudahan ini betul-betul audisi. Kalau audisi ada yang lolos ada yang tidak lolos," ujarnya.

Diketahui, sejak Senin hingga Selasa kemarin, Prabowo telah memangggil puluhan nama calon menteri dan wakil menteri di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan. Kekinian, sederet tokoh dari berbagai latar belakang yang mencapai 59 orang itu sedang menjalani masa pembekalan di Hambalang, Bogor menjelang pelantikan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10/2024) mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Alasan Copot Budi Gunawan, Jokowi Bocorkan Tanggal Pelantikan Menteri Kabinet Prabowo

Ungkap Alasan Copot Budi Gunawan, Jokowi Bocorkan Tanggal Pelantikan Menteri Kabinet Prabowo

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 11:38 WIB

Namanya Masuk Kabinet, Aksi Gus Miftah Puji Program Prabowo Mencontoh Rasul Disorot Lagi: Jualannya Laku Ya

Namanya Masuk Kabinet, Aksi Gus Miftah Puji Program Prabowo Mencontoh Rasul Disorot Lagi: Jualannya Laku Ya

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 08:33 WIB

Dicap Kabinet Rasa Mulyono, Rocky Gerung Sebut Prabowo Bakal Diterpa 'Badai' di 100 Hari Kerja

Dicap Kabinet Rasa Mulyono, Rocky Gerung Sebut Prabowo Bakal Diterpa 'Badai' di 100 Hari Kerja

News | Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:17 WIB

Jika Sri Mulyani Mudah Ditebak, Apa Alasan Veronica Tan jadi Calon Menteri Prabowo? Begini Kata Rocky Gerung

Jika Sri Mulyani Mudah Ditebak, Apa Alasan Veronica Tan jadi Calon Menteri Prabowo? Begini Kata Rocky Gerung

News | Selasa, 15 Oktober 2024 | 11:33 WIB

Terkini

Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta

Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:28 WIB

Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf

Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:25 WIB

Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK

Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:23 WIB

Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending

Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending

Entertainment | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar

Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti

4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:05 WIB

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

×