Kapal Perang Jerman Tembak Jatuh Drone di Pantai Lebanon, Keamanan Pasukan PBB Dalam Sorotan

Bella | Suara.com

Jum'at, 18 Oktober 2024 | 04:00 WIB
Kapal Perang Jerman Tembak Jatuh Drone di Pantai Lebanon, Keamanan Pasukan PBB Dalam Sorotan
Ilustrasi. Kapal perang Jerman "Bayern". (Dok. DW/DPA/PictureAlliance)

Suara.com - Sebuah kapal perang Jerman yang terlibat dalam misi pemeliharaan perdamaian UNIFIL, menembak jatuh drone di lepas pantai Lebanon pada Kamis, mengingatkan kembali akan meningkatnya ketegangan terkait keamanan pasukan PBB di negara tersebut. Kementerian Pertahanan Jerman mengonfirmasi kepada Reuters bahwa insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran yang berkembang mengenai keselamatan pasukan yang bertugas di wilayah yang penuh konflik ini.

Sejak Israel melancarkan operasi darat terhadap militan Hezbollah pada 1 Oktober, posisi UNIFIL telah mengalami serangan, menimbulkan alarm di antara pemerintah Eropa yang ikut berpartisipasi dalam misi tersebut.

“Kapal korvet kami berhasil menenggelamkan kendaraan udara tak berawak (UAV) yang tidak dikenal dengan aman,” ungkap juru bicara kementerian, menambahkan bahwa tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada kapal Jerman maupun awaknya.

Korvet Ludwigshafen am Rhein tetap melanjutkan tugasnya di kawasan tersebut, menurut pernyataan resmi. Juru bicara komando operasi gabungan Bundeswehr juga menyatakan bahwa objek yang tidak diketahui asalnya tersebut ditargetkan oleh sistem pertahanan yang ada.

Andrea Tenenti, juru bicara UNIFIL, mengungkapkan melalui platform X bahwa UAV tersebut mendekati salah satu kapal mereka di lepas pantai selatan Lebanon.

"Sesuai prosedur, langkah-langkah kontra elektronik diterapkan dan UAV tersebut jatuh serta meledak dengan sendirinya. Kami sedang menyelidiki masalah ini,” katanya.

Desakan untuk Menarik Pasukan PBB

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengajukan permohonan kepada PBB untuk menarik pasukan perdamaian mereka dan menyebut tuduhan bahwa Israel sengaja menargetkan pasukan penjaga perdamaian sebagai sepenuhnya salah. Lima anggota pasukan penjaga perdamaian dilaporkan mengalami cedera akibat serangan yang terjadi baru-baru ini.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak menghalangi UNIFIL dalam pelaksanaan mandatnya. Ini adalah pendapat yang disepakati oleh pemerintah Jerman, Uni Eropa, dan pada akhirnya juga oleh PBB,” ungkap juru bicara kementerian luar negeri Jerman kepada para wartawan pada Rabu.

Keterlibatan Jerman dalam misi ini terfokus pada patroli perairan lepas pantai Lebanon, dengan sekitar 150 tentara dikerahkan secara rata-rata, menurut informasi dari Bundeswehr. Objek udara tersebut ditargetkan di sebelah barat laut pangkalan UNIFIL di Naqoura, jauh dari pantai tetapi dekat dengan kapal perang Jerman.

Bagian dari drone yang jatuh telah berhasil dipulihkan untuk penyelidikan lebih lanjut, meskipun militer Jerman menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai hal ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan tersebut masih terus berlanjut, sementara misi UNIFIL berupaya untuk menjaga stabilitas di Lebanon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hizbullah: Kami Berhasil Hancurkan Tank Merkava Israel, Dua Orang Tewas

Hizbullah: Kami Berhasil Hancurkan Tank Merkava Israel, Dua Orang Tewas

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 20:22 WIB

Situs Bersejarah Nabi Yakub di Lebanon Dihancurkan Israel

Situs Bersejarah Nabi Yakub di Lebanon Dihancurkan Israel

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:58 WIB

Provinsi Latakia Diduga Diserang Israel, Ledakan di Langit Suriah Menggema

Provinsi Latakia Diduga Diserang Israel, Ledakan di Langit Suriah Menggema

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:47 WIB

Kantor Wali Kota Hancur, Lebanon Kecam kebrutalan Israel, PBB Investigasi!

Kantor Wali Kota Hancur, Lebanon Kecam kebrutalan Israel, PBB Investigasi!

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:21 WIB

Tegang! Serangan Israel ke UNIFIL Picu Kemarahan Eropa, PM Italia Bersiap ke Beirut

Tegang! Serangan Israel ke UNIFIL Picu Kemarahan Eropa, PM Italia Bersiap ke Beirut

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:13 WIB

Uni Eropa Bersatu Tekan Israel Usai Serangan Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

Uni Eropa Bersatu Tekan Israel Usai Serangan Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 12:00 WIB

Lebanon Serukan DK PBB Hentikan Agresi Israel dan Tarik Pasukan

Lebanon Serukan DK PBB Hentikan Agresi Israel dan Tarik Pasukan

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 05:53 WIB

Bom Waktu Kesehatan? Wabah Kolera Mengancam Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik

Bom Waktu Kesehatan? Wabah Kolera Mengancam Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 05:43 WIB

Serangan Israel di Nabatiyeh, Enam Orang Tewas Termasuk Seorang Wali Kota

Serangan Israel di Nabatiyeh, Enam Orang Tewas Termasuk Seorang Wali Kota

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 04:10 WIB

Maskapai Jerman Didenda atas Diskriminasi pada Penumpang Yahudi

Maskapai Jerman Didenda atas Diskriminasi pada Penumpang Yahudi

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 03:30 WIB

Terkini

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:53 WIB

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:11 WIB