Matematika Bikin Pusing? Prabowo Siap Rombak Pembelajaran di Sekolah!

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Selasa, 22 Oktober 2024 | 20:40 WIB
Matematika Bikin Pusing? Prabowo Siap Rombak Pembelajaran di Sekolah!
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti usai mendatangi kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap kualitas pembelajaran matematika. Kepala negara meminta ada perbaikan dalam metode pembelajaran matematika.

Permintaan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Abdul Mu’ti.

“Tadi menekankan perntingnya kualitas dalam pembelajaran matematika dan bagaimana metode pembelajarannya diperbaiki, termasuk di dalamnya ya konsekuensi untuk itu pelatihan guru matematika,” katanya usai mengikuti ratas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Mu’ti mengemukakan alasan Prabowo menaruh perhatian terhadap kualitas pembelajaran matematika hingga harus menilai perlu adanya perbaikan metode pembelajaran.

“Ya karena beliau sangat concern peningkatan kualitas sains teknologi dan kalau kita bicara sains teknologi kan salah satunya matematika dan tadi ada tawaran bagaimana Pelajaran matematika di Tingkat SD, kelas 1-4 dan mungkin mengenalkan matematika untuk anak-anak di Tingkat TK,” katanya.

Sebelumnya, keputusan Presiden terpilih Prabowo Subianto menunjuk Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menjadi Menteri Dikdasmen dinilai patut diapresiasi.

Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Cecep Darmawan mengatakan, sosok Abdul Mu'ti dinilai memiliki rekam jejak yang baik pada sektor pendidikan.

"Saya kira bisa apresiasi ya Pak Prabowo kalau nanti jadi menunjuk Pak Abdul Mu'ti. Soal track record-nya yang saya tahu beliau memang orang Muhammadiyah yang bersinggung banyak ya tentang pendidikan. Jadi itu langkah yang tepat," kata Cecep kepada Suara.com, dihubungi Selasa (15/10/2024).

Dengan latar belakang serta berbagai pengalaman dalam sektor pendidikan, menurut Cecep, masyarakat bisa menaruh harapan kepada Abdul Mu'ti.

Dia sendiri berharap, Abdul Mu'ti nantinya bisa berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menangani persoalan pendidikan yang luas.

Dalam operasional pendidikan, Cecep bahkan menyarankan untuk merombak total kementerian, termasuk para dirjen agar diisi oleh orang-orang yang paham tentang pendidikan dan.

"Kemudian juga ke depan bisa berharap ada terobosan-terobosan dan mengembalikan lagi marwah pendidikan ya. Termasuk pendanaan pendidikan yang harus di-refocusing kembali kepada kebutuhan pendidikan yang lebih baik. Supaya lebih bermutu pendidikan kita dengan topangan anggaran yang memadai," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Dihapus? Kata Calon Mendikdasmen Abdul Mu'ti soal Nasib Kurikulum Merdeka Era Nadiem Makarim

Bakal Dihapus? Kata Calon Mendikdasmen Abdul Mu'ti soal Nasib Kurikulum Merdeka Era Nadiem Makarim

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 13:10 WIB

Dinilai Paham Kelemahan Pendidikan Indonesia, Abdul Mu'ti Mampu Bereskan PR Era Nadiem Makarim?

Dinilai Paham Kelemahan Pendidikan Indonesia, Abdul Mu'ti Mampu Bereskan PR Era Nadiem Makarim?

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:06 WIB

Jadi Menteri Pendidikan, Abdul Mu'ti Diminta Ganti 'Merdeka Belajar' era Nadiem Makarim

Jadi Menteri Pendidikan, Abdul Mu'ti Diminta Ganti 'Merdeka Belajar' era Nadiem Makarim

News | Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:06 WIB

Terkini

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:06 WIB

Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:44 WIB

Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:34 WIB

OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:27 WIB

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna

Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:05 WIB

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:56 WIB

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:54 WIB

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:30 WIB

RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan

RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:25 WIB