Inspirasi Kampung Setaman: Dari Popok Bekas hingga Bayar PBB Pakai Sampah

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 28 Oktober 2024 | 11:38 WIB
Inspirasi Kampung Setaman: Dari Popok Bekas hingga Bayar PBB Pakai Sampah
Ketua RW 7 Sanusi di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Mural berwarna warni berisi edukasi menghiasi Kampung Setaman RW 007 Rawa Geni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat. Setaman masuk dalam daftar Kampung Berseri Astra.

Kampung ini mengimplementasikan penghijauan. Penataan lingkungan diutamakan agar rapih, bersih dan nyaman.

Wartawan Suara.com pada Sabtu (26/10/2024) sore berkunjung ke Kampung Setaman. Dengan didampingi Ketua RW 7 Sanusi, kami diajak melihat bagaimana warga berkegiatan memanfaatkan sampah plastik, bertanam, hingga ternak magot.

Sanusi mengatakan Setaman adalah nama singkatan dari Sehat Perkata dan Nayaman. Adanya kampung ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya tata lingkungan hingga memanfaatkan sampah agar ada nilai jual.

"Kita kegiatan untuk mengedukasi pengelolaan sampah, ketahanan pangan, mengedukasi masyarakat, biar melakukan pola hidup bersih," kata Sanusi.

Pria yang akrab disapa Bang Atek ini menuturkan Kampung Setaman mulai bersolek sejak 2017. Tepatnya saat Sanusi masih menjabat sebagai Ketua RT 5.

Kampung yang terdiri dari 6 RT ini memiliki sekitar 1.200 kepala keluarga dan jiwanya kurang lebih 2.700 orang.

Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Kampung Setaman, Rawa Geni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Lebih lanjut Sanusi menuturkan, pada sekitar Maret 2024 Kampung Setaman mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari  PT Astra International Tbk atau Auto2000. Bantuan ini berupa renovasi Paud hingga pembuatan lorong oksigen.

Adanya bantuan dari Astra melalui Yayasan Semut Merah kata Sanusi, sangat membantu warga.

"Alhamdulillah, kita bisa melakukan inovasi bisa membantu di setiap RT lah, kayak lorong oksigen kan itu butuh biaya untuk beli rangkanya," ucapnya.

Sanusi juga memastikan setiap ada bantuan CSR atau dari pemerintah, dirinya sebagai ketua RW kerap mengumpulkan Ketua RT untuk membahas program agar bantuan lebih tepat sasaran.

Terkait lorong oksigen hampir banyak ditemui di atas jalan antar rumah warga. Mereka melakukan pemanfaatan tanaman merambat seperti anggur, markisa hingga labu.

"Kayak ketahanan pangan, lahan sempit untuk dijadikan urban farming, kita belum lama dapat bibit lidah buaya Pontianak, yang memang nanti dibantu kegiatan pelatihan pengolahan ya untuk kegiatan ekonomis," kata Sanusi.

Minuman Herbal

Pembuat minuman herbal Yuliana di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Pembuat minuman herbal Yuliana di Kampung Setaman, Rawa Geni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Selain kegiatan mengedukasi, Sanusi mengatakan pihaknya juga berdayakan masyarakat yang memiliki produk unggulan seperti pengelolaan kembang telang, hingga markisa menjadi minuman herbal. Nantinya warga di Kampung Setaman juga akan melakukan pengelolaan lidah buaya Pontianak agar bisa menambah pemasukan bagi warganya.

"Kita di sini masing-masing RT ada relawan, yang baru terintegrasi 5 RT. 1 RT masih tersendat masyarakatnya, kita sudah edukasi penyentuhan juga," ujar dia.

Selanjutnya Sanusi mengajak wartawan Suara.com melihat langsung produksi jamu atau minuman kesehatan herbal.

Yuliana namanya, warga di RT 5, RW 7 ini memproduksi teh kombucha, jamu kembang telang, jamu Telang kombucha, hingga aneka rasa minuman jelly.

Di depan rumah Yuli nampak ada tanaman bunga telang. Dia mengatakan dalam sebulan penjualan mencapai ratusan botol.

"Sebulan kadang 300-an botol, kita kan online juga. Harga Rp 8 ribu, orang ngambil jual kembali Rp 10 ribu," kata Yuli.

Pengrajin Limbah Plastik

Warga menunjukan hasil kerajinan dari sampah plastik di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Warga menunjukan hasil kerajinan dari sampah plastik di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Langkah kaki kami terus berjalan melewati lorong oksigen dan mural edukasi yang kerap dijumpai. Langkah kami berhenti di kediaman Bunda Eva, pengrajin dari bahan limbah plastik.

Maya selaku asisten Buda Eva mengatakan pihaknya memanfaatkan sampah plastik bekas kemasan minuman seperti kopi, teh sisiri hingga bungkus Rinso.

Dari tangan dinginnya sampah plastik tersebut mereka sulap menjadi kerajinan cantik seperti tas untuk botol minum, tas jinjing, jaket, kopiah, taplak meja hingga tikar.

Dia mengatakan sampah plastik selain dikumpulkan sendiri juga didapat dari penjual minuman.

"Selain kumpulin sendiri, kita juga dapat dari para pedagang, meringankan sampah kita manfaatin," kata dia.

Selain dapat mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga bisa untuk mengedukasi masyarakat.

Kegiatan positif Bunda Eva dan rekan-rekannya memanfaatkan limbah kemasan plastik kini mendapat banyak apresiasi.

Bunda Eva juga disebut kerap dipanggil ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan mengolah sampah plastik.

"Dari sekolah-sekolah juga ada yang ke sini datang, lebih ke edukasi pelatihan, mahasiswa kunjungan belajar memanfaatkan limbah," jelas dia.

Ketua RW 7 Sanusi menunjukan pot yang terbuat dari limbah popok di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Ketua RW 7 Sanusi menunjukan pot yang terbuat dari limbah popok di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Sampah bekas popok juga dimanfaatkan di kampung ini untuk dijadikan pot bunga hingga tempat sampah bentuk kodok.

Kemudian Sanusi juga menyampaikan Kampung yang kini dipimpinnya mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Depok.

Kampung Setaman kekinian menjadi rujukan jika ada sekolah yang ingin belajar soal pengolahan sampah.

Bank Sampah

Di kampung ini juga ada Bank Sampah. Namanya Bank Sampah Barokah yang dikelola oleh Sutarti warga RT 5, RW 7.

Perempuan yang akrab disapa Tati ini mengatakan awalnya pihaknya jemput bola. Kini warga yang punya sampah plastik hingga kardus dan mau ditukarkan dengan uang bisa datang pada waktu yang sudah ditentukan.

"Dari warung saja dikirim ke sini, kita timbang bareng-bareng langsung bayar. Bisa sampah botol plastik, kardus, hingga besi bekas," kata Tati.

Pengelola Bank Sampah Sutarti di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Pengelola Bank Sampah Sutarti di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Tati menjelaskan uang pemasukan dari bank sampah ini terus dicatat. Hal ini nantinya akan menjadi laporan bulanan.

Selain itu, Tati juga menyampaikan pihaknya masih kerap mendapat pelatihan dari pihak Astra. Minimal kata dia, pelatihan satu atau dua bulan sekali terkait inovasi.

Sanusi menambahkan, jika ada uang yang didapat dari hasil penjualan sampah plastik hingga pembesaran lele nantinya digunakan untuk memperdayakan tim yang memandu.

Warga di Kampung Setaman kata dia, juga sempat melakukan pengolahan sampah plastik dibuat paving blok. Namun kegiatan ini tidak berjalan lagi karena keterbatasan alat.

Sanusi menekankan jika ingin serius mengatasi persoalan sampah sebenarnya bisa dan ada solusinya.

"Oh ternyata sampah kalau kita urus serius pasti masalah sampah setidaknya ada solusinya, walaupun belum bisa maksimal. Apalagi sampah kan bukan lagi isu di tingkat kota, tapi di Indonesia lah," kata dia.

"Ini cambuk saya bagaimana saya di lingkungan saya lah, secara kecil dulu bisa mengedukasi masyarakat, sampah kalau dipilah bisa jadi sesuatu yang bermanfaat, kayak magot, buat kerajinan, masukin bank sampah," katanya menambahkan.

Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Selain itu di Kampung ini juga memiliki kantin sampah. Di mana masyarakat bisa bertransaksi selain dengan uang rupiah bisa pakai sampah.

"Itu di RT 1, masih jalan, malah Alhamdulillah dia bisa mensubsidi kegiatan Jumat berkah," ucap Sanusi.

"Selain memang dia mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan sampah yang bisa terjual, tapi beliau juga mengedukasi tentang kebersihan, rutin di setiap Jumat ada yang namanya tim jumsih dan jumrah," lanjut Sanusi.

Tidak hanya itu, warga di RT 6 kampung ini juga melakukan pemanfaatan limbah sampah untuk membayar tanggungan bangunan atau PBB.

Adapun tujuan dilakukannya PBB sampah untuk membantu meringankan pembayaran pajak bumi dan bangunan warga Kampung Setaman serta mengurangi limbah sampah di TPA. 

"Ada PBB sampah, sampah ditabung untuk bayar PBB tahunan. Kan pas Covid orang banyak yang resign, sampahnya dikumpulin buat bayar PBB, kalau sudah bayar uang bisa diambil buat yang lain," katanya.

Ketua RW 7 Sanusi menunjukkan biopori lele di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Ketua RW 7 Sanusi menunjukkan biopori lele di Kampung Setaman, Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2024). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Selain itu, di kampung ini juga banyak dijumpai lubang biopori untuk penyerapan air hingga biopori lele. Kemudian banyak rumah warga yang memiliki tempat sampah khusus untuk botol air mineral.

Harapan

Sanusi berharap nantinya pemerintah atau pihak swasta melalui CSR-nya ada yang bisa membebaskan lahan untuk kegiatan warga.

Saat ini mereka memanfaatkan lahan kosong milik salah satu warga untuk digunakan berkebun seperti tanaman obat-obatan atau pangan dengan menggunakan galon bekas. Di lahan ini juga ada budidaya magot hingga pembesaran ikan lele.

"Harapannya bisa dibebaskan lahan untuk ini, kita kan ini lahan punya warga pinjam. Kalau orangnya mau pakai ya sudah," katanya.

Dengan adanya lingkungan seperti ini diharapkan Sanusi, agar remaja terhindar dari masalah hukum, seperti judi online hingga penggunaan narkoba.

Dia juga berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hingga sampah lebih meningkat.

"Kalau menggerakkan kampung ini bicara hati, kepedulian kita lingkungan kebersihan, biar anak itu nyaman usia dari dini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Sampah ke Laba: Sisa Makanan yang Diselamatkan Berpotensi Jadi Cuan

Dari Sampah ke Laba: Sisa Makanan yang Diselamatkan Berpotensi Jadi Cuan

Video | Minggu, 27 Oktober 2024 | 15:00 WIB

Penampakan Replika Paus dan Ular Raksasa dari Sampah Keliling Car Free Day

Penampakan Replika Paus dan Ular Raksasa dari Sampah Keliling Car Free Day

Foto | Minggu, 27 Oktober 2024 | 11:55 WIB

Dikit Lagi Salaman dengan Erick Thohir, Leluhur Miliano Jonathans Ternyata Orang Dekat 'Presiden Depok'

Dikit Lagi Salaman dengan Erick Thohir, Leluhur Miliano Jonathans Ternyata Orang Dekat 'Presiden Depok'

Bola | Minggu, 27 Oktober 2024 | 07:13 WIB

Terkini

Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital

Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:18 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:10 WIB

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:45 WIB

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:25 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:07 WIB