10 Tahun Jokowi, Diplomasi Luar Negeri Indonesia Tuai Sukses: Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Senin, 28 Oktober 2024 | 13:15 WIB
10 Tahun Jokowi, Diplomasi Luar Negeri Indonesia Tuai Sukses: Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
Kolase potret Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin (Instagram/@jokowi)

Suara.com - Politik Indonesia yang bebas aktif dijalankan dengan penuh amanat sepanjang masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, presiden ketujuh Republik Indonesia yang menjabat kurun 2014-2024.

Di antara sekian banyak prestasi hasil diplomasi luar negeri Tanah Air kita, beberapa yang paling diingat adalah keberhasilan Indonesia yang dipilih menjadi anggota tidak tetap dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB).

Sebagaimana dikutip dari Setkab.go.id, dalam sidang yang digelar Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/8/2018) malam WIB, nama Indonesia disebutkan sebagai anggota tidak tetap DK-PBB selama setahun (2019-2020).

Hal ini merupakan kepercayaan yang diberikan masyarakat internasional kepada Indonesia yang memperoleh 144 suara dari 190 negara anggota PBB.

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay P. Petrushev beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/2).
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay P. Petrushev beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/2/2016) [ANTARA].

Presiden Joko Widodo menyatakan, keberhasilan ini adalah sebuah hasil kerja keras dalam jangka panjang dari diplomat-diplomat Indonesia. Tugas negara kita duduk sebagai anggota tidak tetap dalam Dewan Keamanan PBB dimulai 1 Januari 2019.

Menurut beliau, beberapa hal yang menjadi dasar pemilihan Indonesia adalah kondisi dalam negeri Indonesia yang demokratis, stabil, dan damai. Kemudian, rekam jejak dan kontribusi diplomasi Indonesia dalam turut menjaga perdamaian dunia.

Seterusnya adalah independensi politik dan netralitas politik luar negeri Indonesia, serta peran Indonesia dalam menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada, termasuk di negara-negara yang sedang dilanda konflik.

Berbicara tentang peran Indonesia sebagai penengah konflik, salah satu momen tidak terlupakan adalah peran Kepala Negara RI dalam menjembatani ketegangan antara Rusia-Ukraina akibat Rusia melakukan invasi atas Ukraina pada 24 Februari 2022. Penyebabnya konflik wilayah perbatasan Rusia-Ukraina serta  masuknya Ukraina menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengadakan kunjungan ke Kyiv, Ukraina lewat perjalanan darat kereta api 12 jam dari Polandia, karena blokade udara Rusia.

Pada Rabu (29/6/2022) Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Istana Maryinsky, Kyiv.

Sebagaimana dikutip dari Setneg.go.id, Kepala Negara RI menyampaikan bahwa kunjungan ke Ukraina adalah perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina, sekaligus menandai 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Ukraina, serta komitmen negara kita untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik.

Kemudian, sebagaimana dikutup dari Setkab.go.id, dari Ukraina, Presiden Joko Widodo dan rombongan terbang ke Moskow, Rusia. Untuk berjumpa dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di Kremlin, pada Kamis (30/06/2022). Di antara pembicaraan kedua kepala negara, tentu saja Indonesia menyampaikan diplomasi luar negeri tentang perdamaian di antara mereka yang bertikai.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama sejumlah delegasi kompak mengenakan batik saat sidang Dewan Keamanan PBB, Selasa (7/5/2019). (Dok. Kementerian Luar Negeri)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama sejumlah delegasi kompak mengenakan batik saat sidang Dewan Keamanan PBB, Selasa (7/5/2019). (Dok. Kementerian Luar Negeri)

Menarik mundur ke 2016, Menteri Luar Negeri RI saat itu, Retno Marsudi, menyampaikan surat Presiden Joko Widodo dengan inti pesan perdamaian kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.  Konflik terjadi saat Januari 2016, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik Iran setelah kedutaan besarnya di Teheran Iran, diserbu demonstran yang dipicu keputusan Arab Saudi mengeksekusi ulama Muslim Syiah terkemuka, Sheikh Nimr al-Nimr atas pelanggaran terkait teror.

Dikutip dari www.kemenlu.go.id, saat itu Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa Arab Saudi menghargai langkah Indonesia sebagai negara pertama yang menyampaikan kesiapan untuk membantu terus terciptanya perdamaian di Timur Tengah, termasuk terjalinnya kembali hubungan baik antara Arab Saudi dan Iran.

Penyerahan surat serupa juga dilaksanakan Retno Marsudi  kepada Presiden Iran, Hassan Rouhani, di Teheran, pada Rabu (13/1/2016).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Percepat Sertifikasi Tanah: 101 Juta Sertifikat Diselesaikan, Warga Kini Dapat Kepastian Hukum

Jokowi Percepat Sertifikasi Tanah: 101 Juta Sertifikat Diselesaikan, Warga Kini Dapat Kepastian Hukum

News | Senin, 28 Oktober 2024 | 07:20 WIB

10 Tahun Jokowi, Satu Dasawarsa Perjuangan Turunkan Prevalensi Stunting Generasi Penerus Kita

10 Tahun Jokowi, Satu Dasawarsa Perjuangan Turunkan Prevalensi Stunting Generasi Penerus Kita

Health | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 17:39 WIB

10 Tahun Jokowi, Peralatan USG Tersedia di 10 Ribu Puskesmas

10 Tahun Jokowi, Peralatan USG Tersedia di 10 Ribu Puskesmas

Health | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 15:28 WIB

10 Tahun Jokowi, Indonesia Juara Umum Paragames Tiga Kali Berturut-Turut dan Raih Medali Emas di Dua Paralimpiade

10 Tahun Jokowi, Indonesia Juara Umum Paragames Tiga Kali Berturut-Turut dan Raih Medali Emas di Dua Paralimpiade

Sport | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 13:41 WIB

Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine

Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine

Health | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 18:36 WIB

10 Tahun Jokowi, 15 PLBN Dibangun di Berbagai Wilayah Indonesia

10 Tahun Jokowi, 15 PLBN Dibangun di Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 23 Oktober 2024 | 17:55 WIB

Terkini

Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan

Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:50 WIB

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:47 WIB

PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang

PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:40 WIB

Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando

Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:38 WIB

Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!

Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:24 WIB

Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus

Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:18 WIB

KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa

KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:16 WIB

KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:11 WIB

Inflasi April Terkendali 2,42%,  Kemendagri Minta Daerah Jangan Lengah

Inflasi April Terkendali 2,42%, Kemendagri Minta Daerah Jangan Lengah

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:11 WIB

Prabowo Sahkan Perpres Kesejahteraan Hakim Ad Hoc, Sahroni Ikut Sorot Jaksa di Daerah Terpencil

Prabowo Sahkan Perpres Kesejahteraan Hakim Ad Hoc, Sahroni Ikut Sorot Jaksa di Daerah Terpencil

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:09 WIB