Bak Film Aksi! Penyandera Bocah 4 Tahun Minta Mobil TNI untuk Selamatkan Diri dari Kepungan Warga

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Selasa, 29 Oktober 2024 | 12:58 WIB
Bak Film Aksi! Penyandera Bocah 4 Tahun Minta Mobil TNI untuk Selamatkan Diri dari Kepungan Warga
Tangkapan layar media sosial X yang memperlihatkan seorang pria menyandera anak di Pos Polisi kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024). ANTARA/X/@MilUsaid/@ilhamkausar

Suara.com - Seorang pria paruh baya berinisial IJ (54), nekat melakukan aksi penyekapan terhadap anak perempuan rekan bisnisnya yang masih berusia 4 tahun. Peristiwa itu terjadi di Pos Polisi Pejaten Village, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024) kemarin.

Sebelum terjadi penyekapan terhadap anak tersebut, IJ sempat berpamitan dengan anak rekan bisnisnya. Dirinya mengaku hanya ingin mengajak jalan-jalan bocah perempuan tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, mengatakan IJ sempat ke rumah sepupunya hanya untuk meminjam sepeda motor.

“Jadi dia ketempat sepupunya hanya meminjam sepeda motor,” kata Nurma saat dikonfirmasi, Selasa (29/10/2024).

Setelahnya IJ berkeliling Jakarta. Ia mengelilingi sekitaran Jakarta Timur, hingga akhirnya berada di Jakarta Selatan.

Saat itu, korban sempat menangis. Pelaku saat itu justru menodongkan pisau ke korban.

Massa yang saat itu melihat aksi tersebut kemudian berkerumun di lokasi. Pelaku yang ketakutan akhirnya masuk ke dalam Pos Polisi yang berada di depan Pejaren Village.

Gunakan Sabu

Nurma mengatakan, IJ nekat menyekap anak di bawah umur ini akibat berhalusinasi usai menggunakan sabu. Berdasarkan pengakuannya, IJ habis menggunakan sabu sebelum melakukan aksi penyekapan.

“Dia memakai sabu, sudah diperiksa dia positif pakai sabu,” kata Nurma.

Nurma menambahkan, pelaku saat itu mengalami ketakutan lantaran berhalusinasi dikejar oleh segerombolan orang.

“Dia berhalusinasi bahwa dia itu dikejar orang, tapi kalau orang lihat ada anak kecil dia tidak jadi dikejar orang. Itu halusinasinya dia,” kata Nurma.

Sementara itu, pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam korbannya sudah dipersiapkan dari rumahnya.

“(Pisau) sudah dibawa dari rumahnya,” ujarnya.

Dievakuasi Pakai Mobil TNI

Layaknya sebuah film aksi, pelaku penyanderaan meminta sebuah mobil untuk menyelamatkan diri. 

Pasalnya saat itu, pelaku yang sedang berhalusinasi akibat terpengaruh sabu, meminta sebuah mobil untuk menyelamatkan diri karena takut dikeroyok massa yang ada di lokasi.

Anak korban penyanderaan tengah digendong saat tiba di Kantor Polres Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024). (ANTARA/Yamsyina Hawnan)
Anak korban penyanderaan tengah digendong saat tiba di Kantor Polres Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024). (ANTARA/Yamsyina Hawnan)

Usai negosiasi yang cukup alot selama 15 menit, akhirnya petugas menyiapkan mobil sesuai keinginan pelaku.

Mobil sedan berwarna hitam dengan plat TNI disiapkan agar pelaku mau melepaskan korban.

Tangis Haru

Usai korban dapat dievakuasi, dari tangan pelaku, seorang TNI yang bertugas sebagai Babinsa Kodim 0504/ Jaksel, Aerda Wahyu menangis haru lantaran upaya para petugas berbuah manis.

IJ akhirnya melepaskan saderanya. Setelah lepas dari ancaman IJ, Wahyu langsung memeluk anak tersebut.

Wajahnya begitu bahagia sampai tidak mampu membendung air matanya. Momen tersebut viral di sosial media, salah satu akun yang mengunggahnya yakni akun twitter alias X @LuckyLucky.

“Anak yang disandera di dalam Pos Polisi Warung Jati, Pasar Minggu, Jakarta, oleh seorang pria tua dengan membawa pisau, akhirnya bisa diselamatkan oleh seorang prajurit TNI, Serda Wahyu, yang berdinas sebagai Babinsa Kodim 0504/Jaksel. Terima kasih, Pak Wahyu,” tulis akun tersebut, dikutip Selasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Halusinasi Pakai Sabu, Pria Paruh Baya Tega Sekap Anak Perempuan di Pos Polisi

Gegara Halusinasi Pakai Sabu, Pria Paruh Baya Tega Sekap Anak Perempuan di Pos Polisi

News | Selasa, 29 Oktober 2024 | 02:05 WIB

3 Film Hollywood yang Dibintangi Sandra Bullock, Terbaru Ada The Lost City

3 Film Hollywood yang Dibintangi Sandra Bullock, Terbaru Ada The Lost City

Your Say | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 19:40 WIB

Dokter Kulit Kritik Cara Sandra Dewi Obati Wajah ke Singapura: Indonesia Juga Bisa Loh!

Dokter Kulit Kritik Cara Sandra Dewi Obati Wajah ke Singapura: Indonesia Juga Bisa Loh!

Entertainment | Kamis, 24 Oktober 2024 | 15:08 WIB

Tak Pernah Dapat Tas Mewah dari Harvey Moeis, Sandra Dewi Ngaku Dibelikan iPhone Baru Setiap Tahun

Tak Pernah Dapat Tas Mewah dari Harvey Moeis, Sandra Dewi Ngaku Dibelikan iPhone Baru Setiap Tahun

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2024 | 17:19 WIB

Jaksa Cecar Soal Aliran Dana Rp 3,15 miliar, Sandra Dewi: Untuk Urusan Rumah Tangga!

Jaksa Cecar Soal Aliran Dana Rp 3,15 miliar, Sandra Dewi: Untuk Urusan Rumah Tangga!

Bisnis | Rabu, 23 Oktober 2024 | 13:21 WIB

Terkini

KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:11 WIB

Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan

Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:09 WIB

Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas

Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:51 WIB

Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:39 WIB

Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?

Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:31 WIB

Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital

Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:29 WIB

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:19 WIB

Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun

Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:13 WIB

Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?

Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:09 WIB