Blak-blakan Wamendikti Stella Christie: UKT Belum Ideal, Golongan Menengah Dominasi Penerima Subsidi

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 30 Oktober 2024 | 17:45 WIB
Blak-blakan Wamendikti Stella Christie: UKT Belum Ideal, Golongan Menengah Dominasi Penerima Subsidi
Wamendikti Prof Stella Christie. [Suara.com/Lilis Varwati]

Suara.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Sainstek) Prof Stella Christie mengungkapkan penerapan uang kuliah tunggal (UKT) di universitas negeri sampai saat ini masih jauh dari kata ideal.

Dia mengungkapkan bahwa pembayaran UKT masih didominasi oleh golongan masyarakat kelas menengah.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) per 2023 tercatat, UKT golong rendah, atau masyarakat yang berpenghasilan Rp 500.000 sampai dengan Rp 1.000.000, pemberian UKT sebanyak 24,4 persen.

"Sementara di kelompok UKT menengah ini adalah 69,7 persen dan di kelompok UKT tinggi hanya 5,9 persen. Nah, memang ini belum ideal," kata Stella saat forum Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) di Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Sementara itu, bila dibandingkan antara UKT program undangan berprestasi, Stella menyebut pemberian UKT terendahnya masih lebih banyak, yakni 29 persen. Sedangkan UKT tertinggi untuk jalur undangan berprestasi hanya 3,7 persen.

"Dengan kata lain, kalau bagi anak-anak yang berprestasi, ini memang dikhususkan bahwa UKT-nya itu serendah-rendahnya, berdasarkan kemampuan ekonomi," katanya.

Stella menyadari bahwa pemberian UKT rendah bagi golongan bawah masih perlu ditingkatkan. Akan tetapi, diakui Stella bahwa untuk menghasilkan pendidikan tinggi yang berkualitas juga dibutuhkan biaya.

Stella menyebutkan bahwa UKT masih jadi pemasukan utama para universitas negeri, termasuk untuk gaji dosen. Sehingga penerapan UKT juga perlu diperhatikan sumber pemasukan kampus agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

"Jadi kita tidak bisa hanya satu arah. Ini adalah suatu problem dari seluruh sistem. Kalau kita pukul rata menurunkan UKT, dosennya juga kita harus perhatikan. Jadi segala sesuatu problem itu adalah bagian dari sistem," ujarnya.

baca juga

Walau demikian, Stella menegaskan bahwa tujuan pemerintah membagi nilai UKT tersebut agar pendidikan tinggi bisa didapatkan secara menyeluruh kepada keluarga dari berbagai macam bidang ekonomi sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen Stella Ingin Pembekalan Di Akmil Diulang, Prabowo: Dibikin Tidak Nyaman Lagi Kalau Begitu

Wamen Stella Ingin Pembekalan Di Akmil Diulang, Prabowo: Dibikin Tidak Nyaman Lagi Kalau Begitu

News | Senin, 28 Oktober 2024 | 15:33 WIB

Guru Besar Tsinghua University Stella Christie Ungkap Kisah Dirinya Diajak Prabowo Masuk Kabinet

Guru Besar Tsinghua University Stella Christie Ungkap Kisah Dirinya Diajak Prabowo Masuk Kabinet

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 20:30 WIB

Apa Itu Cognitive Science? Keahlihan Prof Stella Christie yang Digadang Masuk Kabinet Prabowo

Apa Itu Cognitive Science? Keahlihan Prof Stella Christie yang Digadang Masuk Kabinet Prabowo

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 10:20 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×