Akankah Hak Aborsi Tentukan Kemenangan Kamala Harris? Suara Perempuan India Amerika Jadi Kunci

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Selasa, 05 November 2024 | 06:45 WIB
Akankah Hak Aborsi Tentukan Kemenangan Kamala Harris?  Suara Perempuan India Amerika Jadi Kunci
Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)

Suara.com - Dalam pemilihan presiden AS mendatang, isu hak aborsi muncul sebagai faktor signifikan yang memengaruhi preferensi pemilih perempuan India Amerika.

Kelompok demografi ini, yang merupakan bagian dari komunitas imigran terbesar kedua di Amerika Serikat, menunjukkan kecenderungan kuat untuk mendukung kandidat yang mengadvokasi hak reproduksi.

Meeta Damani, seorang pembuat film dokumenter India Amerika yang tinggal di daerah New Jersey, telah bekerja di komunitas tersebut dengan fokus khusus pada perempuan dan anak-anak.

"Ini adalah isu penting bagi pria dan wanita di komunitas India Amerika juga. Ini saling terkait seperti jika ada seorang wanita dan anak itu akan lahir tidak sehat, itu akan memengaruhi seluruh keluarga. Pada akhirnya, ini tentang kebebasan dan pilihan seseorang. Saya merasa para pemilih perempuan akan menyuarakan pendapat mereka dengan sangat jelas," katanya.

Melihat kejelasan pemikiran tentang subjek ini di antara perempuan India Amerika, tidak mengherankan bahwa aborsi dan hak reproduksi telah menjadi isu kebijakan tingkat atas dalam siklus pemilihan 2024.

Priya, seorang profesional pemasaran, juga merupakan anggota diaspora India Amerika yang vokal di wilayah New Jersey. Ia merasa bahwa hal ini seharusnya tidak menjadi masalah.

"Siapa yang mengira bahwa setelah datang ke negara maju seperti Amerika, hak aborsi bahkan menjadi masalah bagi perempuan. Jika itu tubuh saya, itu seharusnya menjadi pilihan saya. Sesederhana itu. Sebagai pemilih perempuan, jika Anda memiliki kesempatan untuk mendukung partai yang ingin menjaga hak-hak Anda tetap utuh, Anda pasti akan melakukannya," katanya.

Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)
Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)

Pada tahun 2022, Mahkamah Agung membatalkan keputusan penting Roe v. Wade tahun 1973. Putusan tersebut mengakhiri hak konstitusional untuk aborsi, yang memungkinkan negara bagian untuk melarang atau membatasi akses aborsi. Ada undang-undang aborsi yang membatasi selanjutnya di berbagai negara bagian.

Potensi pembatasan lebih lanjut terhadap hak reproduksi menjadikannya masalah penting di negara tersebut di kalangan perempuan. Mayoritas masyarakat tidak menyetujui keputusan tersebut. Banyak negara bagian yang dipimpin Demokrat telah mengambil tindakan untuk melindungi hak aborsi, dan beberapa telah menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang yang mencari perawatan di luar negara bagian.

Supreet, seorang profesional TI, mengatakan bahwa perempuan telah terdampak oleh hal ini dalam banyak hal. Ia juga berpendapat bahwa banyak pengusaha di AS harus menemukan cara untuk mengurangi tantangan yang dihadapi pekerja perempuan.

"Hal baiknya adalah banyak pengusaha yang membuat kebijakan yang mendukung perempuan. Jadi, meskipun perusahaan tersebut berada di negara bagian yang melarang aborsi, mereka memberi mereka sarana untuk pergi ke negara bagian lain. Hal baiknya adalah perusahaan-perusahaan di Amerika mendukung perempuan, tetapi pemerintah mungkin mendukung atau tidak mendukung. Itulah mengapa penting untuk mencermatinya dengan serius. Saya yakin pemilih perempuan akan mendukung partai yang mendukung aborsi," kata Supreet.

Survei Sikap Indian Amerika (IAAS) melakukan survei daring yang mewakili warga negara India Amerika secara nasional antara tanggal 18 September dan 15 Oktober. Survei tersebut telah mengidentifikasi kesenjangan gender yang baru dan mencolok dalam preferensi pemungutan suara.

Menurut survei tersebut, 67 persen perempuan India Amerika bermaksud untuk memilih Kamala Harris sementara 53 persen laki-laki, yang jumlahnya jauh lebih kecil, mengatakan bahwa mereka berencana untuk memilih Harris.

Bila dipilah lebih lanjut berdasarkan usia, kesenjangan gender ini tampak paling mencolok pada pemilih yang lebih muda. Pada kelompok usia di atas 40 tahun, lebih dari 70 persen perempuan dan 60 persen laki-laki berencana untuk memilih Harris.

Sonal Sharma, seorang pengacara imigrasi yang bekerja dengan banyak penduduk India Amerika, menyampaikan peringatan. Ia merasa bahwa meskipun perempuan merasa sangat peduli dengan isu aborsi, itu bukanlah satu-satunya hal yang penting bagi orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desa Leluhur Kamala Harris Gelar Ritual Khusus dan Perayaan Menanti Hasil Pilpres AS

Desa Leluhur Kamala Harris Gelar Ritual Khusus dan Perayaan Menanti Hasil Pilpres AS

News | Selasa, 05 November 2024 | 05:16 WIB

'Donald Trump Pilihan Yang Lebih Baik', Nikki Haley: Biden-Harris Membuat Dunia Jadi Bahaya

'Donald Trump Pilihan Yang Lebih Baik', Nikki Haley: Biden-Harris Membuat Dunia Jadi Bahaya

News | Selasa, 05 November 2024 | 02:05 WIB

Momen Tak Disangka Pilpres AS Hingga Hasil Survei Kamala Harris Beda Tipis dengan Donald Trump

Momen Tak Disangka Pilpres AS Hingga Hasil Survei Kamala Harris Beda Tipis dengan Donald Trump

News | Selasa, 05 November 2024 | 01:10 WIB

Kamala Harris dan Donald Trump Janji Akhiri Konflik Israel-Palestina Jika Terpilih Jadi Presiden AS

Kamala Harris dan Donald Trump Janji Akhiri Konflik Israel-Palestina Jika Terpilih Jadi Presiden AS

News | Senin, 04 November 2024 | 23:20 WIB

Trump vs. Harris: Perebutan Hati Pemilih Perempuan di Pilpres AS 2024

Trump vs. Harris: Perebutan Hati Pemilih Perempuan di Pilpres AS 2024

News | Selasa, 05 November 2024 | 04:10 WIB

Dukung Kubu Berbeda, Cardi B Semprot Elon Musk: Kau Tak Paham Perjuangan Amerika!

Dukung Kubu Berbeda, Cardi B Semprot Elon Musk: Kau Tak Paham Perjuangan Amerika!

News | Selasa, 05 November 2024 | 03:10 WIB

Terkini

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:21 WIB

Mengejutkan! Istri Noel Bocorkan Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK Sejak Malam Takbiran?

Mengejutkan! Istri Noel Bocorkan Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK Sejak Malam Takbiran?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:23 WIB

Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga

Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:13 WIB

Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia

Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:04 WIB

Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan

Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:18 WIB

Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden

Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:44 WIB

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?

Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:16 WIB

Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!

Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:50 WIB

Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya

Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:37 WIB