Seorang Ibu di Palestina Menggambarkan Kehidupan Penuh Derita dan Putus Asa: Kasihanilah Kami

Bella

Senin, 11 November 2024 | 21:52 WIB
Seorang Ibu di Palestina Menggambarkan Kehidupan Penuh Derita dan Putus Asa: Kasihanilah Kami
Pengungsi Palestina mengumpulkan makanan yang disumbangkan oleh sebuah badan amal untuk berbuka puasa di Rafah, Jalur Gaza Selatan, Senin (11/3/2024). [AFP]

Suara.com - Itimad al-Qanou, seorang ibu Palestina dari tujuh anak, menghadapi dilema yang memilukan. Tinggal di Gaza, yang telah berubah menjadi puing-puing dan dilingkupi kelaparan setelah setahun peperangan, ia merasa tak ada jalan keluar dari penderitaan.

"Biarkan saja mereka menjatuhkan bom nuklir dan mengakhirinya. Kami tak ingin hidup seperti ini; kami mati perlahan-lahan. Kasihanilah kami. Lihatlah anak-anak ini," ujar Itimad, yang memiliki tiga putra dan empat putri berusia antara delapan hingga delapan belas tahun.

Di Deir al-Balah, anak-anak berbondong-bondong ke tempat distribusi amal dengan panci kosong, berharap bisa mendapat makanan. Pekerja bantuan membagikan sup lentil dari panci besar, tetapi makanan itu selalu kurang, meninggalkan mereka yang kelaparan dalam kecemasan yang terus mengakar.

Itimad menyuarakan kesulitan hidup di antara dua ancaman: serangan udara Israel yang telah merenggut puluhan ribu nyawa dan kelaparan yang menghantui keluarganya.

"Tak ada yang peduli pada kami, tak ada yang melihat ke arah kami. Saya memohon kepada negara-negara Arab untuk membantu kami, setidaknya buka perbatasan agar makanan dan suplai bisa sampai ke anak-anak kami," pintanya dengan penuh harapan.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap dunia internasional.

"Mereka semua pembohong; Amerika Serikat berdiri bersama Israel melawan kami. Mereka semua bersatu melawan kami." katanya.

Sementara itu, truk-truk bantuan kemanusiaan akhirnya diizinkan melintasi perbatasan Erez menuju Gaza utara pada hari Senin. Namun, ketidakpastian tetap membayangi, dengan Amerika Serikat akan memutuskan dalam minggu ini apakah Israel telah membuat kemajuan dalam memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza.

Para pakar keamanan pangan global memperingatkan bahwa ancaman kelaparan besar sudah dekat di Gaza utara, seiring ofensif militer Israel terhadap militan Hamas. Philippe Lazzarini, Kepala UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

baca juga

Di sisi lain, COGAT, badan militer Israel yang mengurus urusan sipil Palestina, merilis daftar upaya kemanusiaan mereka selama enam bulan terakhir. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyatakan lebih dari satu juta ton bantuan telah dikirimkan sepanjang tahun lalu, meskipun ia menuduh Hamas menyabotase bantuan tersebut. Hamas membantah tuduhan tersebut.

Namun, bagi warga Gaza, ancaman kelaparan hanyalah satu dari sekian banyak kesulitan yang mereka hadapi. Tidak ada tempat aman yang tersisa setelah serangkaian evakuasi membuat mereka tinggal di tenda-tenda darurat, yang akhirnya harus ditinggalkan lagi untuk menghindari serangan baru. Mohamed Abou Qaraa, seorang warga Gaza yang mengungsi, merasa keadaan saat ini bahkan lebih buruk dibandingkan peristiwa "Nakba" tahun 1948.

"Saat itu, kondisinya lebih baik daripada yang kami hadapi sekarang. Sekarang, kami tak punya rasa aman dan tak ada tempat tinggal," katanya penuh keputusasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suporter Israel Diimbau Tak Nonton Pertandingan Sepak Bola Prancis vs Israel di Paris, Ternyata Gara-gara Hal Ini!

Suporter Israel Diimbau Tak Nonton Pertandingan Sepak Bola Prancis vs Israel di Paris, Ternyata Gara-gara Hal Ini!

News | Senin, 11 November 2024 | 17:11 WIB

Iran Desak Embargo Senjata Kepada Israel Pasca Serangan Mematikan di Suriah

Iran Desak Embargo Senjata Kepada Israel Pasca Serangan Mematikan di Suriah

News | Senin, 11 November 2024 | 16:32 WIB

Biar Nggak Bikin Rugi Usaha, Boikot Produk Dinilai Perlu Sertai Legitimasi Syariat

Biar Nggak Bikin Rugi Usaha, Boikot Produk Dinilai Perlu Sertai Legitimasi Syariat

Bisnis | Senin, 11 November 2024 | 14:46 WIB

Netanyahu Akui Jadi Dalang Ledakan Pager Maut di Lebanon

Netanyahu Akui Jadi Dalang Ledakan Pager Maut di Lebanon

News | Senin, 11 November 2024 | 11:50 WIB

"Kami Berpacu Lawan Kematian": Warga Gaza Gali Puing dengan Tangan Kosong Selamatkan Keluarga

"Kami Berpacu Lawan Kematian": Warga Gaza Gali Puing dengan Tangan Kosong Selamatkan Keluarga

News | Senin, 11 November 2024 | 11:44 WIB

Iran Desak PBB Usir Israel, OKI dan Liga Arab Diminta Bersatu!

Iran Desak PBB Usir Israel, OKI dan Liga Arab Diminta Bersatu!

News | Senin, 11 November 2024 | 11:20 WIB

Suporter Diminta Hindari Laga Prancis vs Israel, Buntut Kekerasan usai Pertandingan di Amsterdam

Suporter Diminta Hindari Laga Prancis vs Israel, Buntut Kekerasan usai Pertandingan di Amsterdam

News | Senin, 11 November 2024 | 10:46 WIB

Kerusuhan Suporter Israel Vs Belanda: Amsterdam Mencekam, PM Beri Peringatan Keras!

Kerusuhan Suporter Israel Vs Belanda: Amsterdam Mencekam, PM Beri Peringatan Keras!

Video | Minggu, 10 November 2024 | 21:00 WIB

Israel Terus Serang Wilayah Lebanon Selatan, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.100 orang

Israel Terus Serang Wilayah Lebanon Selatan, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.100 orang

News | Minggu, 10 November 2024 | 19:16 WIB

Maskapai Italia & Prancis Hentikan Penerbangan ke Israel Hingga 2025, Sektor Teknologi Terpukul

Maskapai Italia & Prancis Hentikan Penerbangan ke Israel Hingga 2025, Sektor Teknologi Terpukul

News | Minggu, 10 November 2024 | 19:00 WIB

Terkini

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

×