Israel Tegaskan Tak Akan Setuju Gencatan Senjata di Lebanon Tanpa Syarat Tertentu

Bella

Kamis, 14 November 2024 | 04:05 WIB
Israel Tegaskan Tak Akan Setuju Gencatan Senjata di Lebanon Tanpa Syarat Tertentu
Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu. [ANTARA/Anadolu/Abdülhamid Hoşbaş]

Suara.com - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pada Rabu (13/11) bahwa negaranya tidak akan menyetujui gencatan senjata dengan Lebanon kecuali beberapa syarat utama dipenuhi.

Salah satunya adalah penarikan kelompok Hezbollah ke utara Sungai Litani serta jaminan keamanan bagi warga Israel utara untuk kembali ke rumah mereka.

"Kami tidak akan membuat [gencatan senjata] apa pun, kami tidak akan mengendurkan tekanan, dan kami tidak akan mengizinkan perjanjian apa pun yang tidak mencakup pencapaian tujuan perang - dan yang paling utama adalah hak Israel untuk menegakkan dan bertindak sendiri melawan segala bentuk aktivitas teroris," ujar Katz dalam kunjungannya ke Komando Utara bersama Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel.

Pernyataan tegas ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan, yang telah memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Katz menekankan bahwa Israel akan terus menargetkan infrastruktur teroris Hezbollah, bahkan hingga jantung ibu kota Lebanon, Beirut.

"Infrastruktur teroris di Beirut sedang runtuh - kami akan terus melumpuhkan Hezbollah di mana pun," tegas Katz.

Upaya ini, menurutnya, penting untuk memastikan keamanan jangka panjang bagi Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebanon Tunggu Usulan Gencatan Senjata, Ketegangan dengan Israel Memanas

Lebanon Tunggu Usulan Gencatan Senjata, Ketegangan dengan Israel Memanas

News | Rabu, 13 November 2024 | 22:40 WIB

Keluarga Israel Desak Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza

Keluarga Israel Desak Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza

News | Rabu, 13 November 2024 | 21:13 WIB

Gaza di Ambang Kelaparan, AS Desak Israel Segera Akhiri Perang

Gaza di Ambang Kelaparan, AS Desak Israel Segera Akhiri Perang

News | Rabu, 13 November 2024 | 20:49 WIB

Tegang! Rusia Peringatkan Israel Hentikan Serangan Udara Dekat Pangkalan Militernya di Suriah

Tegang! Rusia Peringatkan Israel Hentikan Serangan Udara Dekat Pangkalan Militernya di Suriah

News | Rabu, 13 November 2024 | 19:19 WIB

82,5% Warga Israel Takut Kembali ke Palestina Utara, Konflik dengan Hizbullah Jadi Momok

82,5% Warga Israel Takut Kembali ke Palestina Utara, Konflik dengan Hizbullah Jadi Momok

News | Rabu, 13 November 2024 | 16:57 WIB

Hizbullah Klaim Tewaskan 100 Tentara Israel, Seribu Luka-luka!

Hizbullah Klaim Tewaskan 100 Tentara Israel, Seribu Luka-luka!

News | Rabu, 13 November 2024 | 15:49 WIB

Wamenlu Anis Matta Serukan Isolasi Israel: Cabut Keanggotaannya dari PBB!

Wamenlu Anis Matta Serukan Isolasi Israel: Cabut Keanggotaannya dari PBB!

News | Rabu, 13 November 2024 | 14:05 WIB

43.700 Tewas di Gaza, AS Tekan Israel Buka Akses Bantuan

43.700 Tewas di Gaza, AS Tekan Israel Buka Akses Bantuan

News | Rabu, 13 November 2024 | 13:27 WIB

Netanyahu Minta Tunda Sidang Korupsi, Pakai Alasan Perang Gaza-Lebanon

Netanyahu Minta Tunda Sidang Korupsi, Pakai Alasan Perang Gaza-Lebanon

News | Rabu, 13 November 2024 | 11:47 WIB

OKI Kecam Keras Klaim Israel atas Tepi Barat: Ilegal dan Langgar Hukum Internasional!"

OKI Kecam Keras Klaim Israel atas Tepi Barat: Ilegal dan Langgar Hukum Internasional!"

News | Rabu, 13 November 2024 | 11:22 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×