Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel, Tawarkan Gencatan Senjata Permanen

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Jum'at, 15 November 2024 | 17:50 WIB
Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel, Tawarkan Gencatan Senjata Permanen
Ilustrasi anggota Hamas [Foto: Hops.id]

Suara.com - Seorang pemimpin senior Hamas menegaskan bahwa kelompok tersebut siap untuk bernegosiasi mengenai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera Israel dalam konteks pertukaran tahanan yang serius.

Basem Naim, dokter Palestina dan anggota biro politik Hamas, menyatakan bahwa kesepakatan terakhir yang "didefinisikan dengan jelas" terjadi pada 2 Juli.

Ia menambahkan, "Diskusi telah dilakukan secara mendalam, dan kami hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dapat mengakhiri konflik ini, menyarankan gencatan senjata permanen, penarikan lengkap, dan pertukaran tahanan."

Pernyataannya disampaikan dalam wawancara dengan Sky News pada Kamis (14/11). Naim juga mencatat bahwa "sayangnya, Perdana Menteri Israel (Benjamin) Netanyahu lebih memilih untuk mengambil jalan lain," dan menuduh Israel telah melakukan "dua hingga tiga serangan besar" di Khan Younis dan Gaza City setelah tanggal tersebut.

Terkait pembunuhan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, pada bulan Juli, Naim mengungkapkan bahwa mereka tidak menerima "proposal serius" sesudahnya. Ia menekankan bahwa Hamas bersikap positif terhadap proposal gencatan senjata yang dipresentasikan oleh Presiden AS Joe Biden pada 2 Juli.

Saat ditanya apakah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 merupakan "bencana besar" bagi rakyat Palestina, Naim menjawab bahwa rakyat Palestina telah mengalami penderitaan akibat pendudukan Israel selama 76 tahun. Ia menyebutkan bahwa antara 2002 hingga 2023, sekitar 20.000 warga Palestina tewas dan bahwa warga Gaza terus tertekan oleh blokade selama lebih dari 17 tahun.

Naim juga menyoroti pernyataan provokatif Israel mengenai rencana mereka untuk mencaplok Tepi Barat, menjadikan Yerusalem sebagai wilayah Yahudi, dan mengusir rakyat Palestina. Ia menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober sebagai "tindakan pembelaan diri" dan berpendapat bahwa apa yang dialami rakyat Palestina adalah penolakan Israel terhadap hak hidup mereka.

Ketika ditanya tentang kemungkinan eskalasi akibat tindakan Hamas, ia berkomentar, "Itu sama saja dengan menuding korban atas kejahatan yang dilakukan oleh agresor." Mengenai sandera Israel, Naim menegaskan bahwa Hamas siap untuk membebaskan mereka, namun juga mengingatkan bahwa banyak warga Palestina masih ditahan di penjara Israel.

"Kami siap untuk membebaskan semua warga Israel yang ditahan jika mereka bersedia membebaskan anak-anak, perempuan, dan ribuan anak di bawah umur yang tidak bersalah yang masih di penjara Israel."

Ia menegaskan kesiapan Hamas untuk segera melaksanakan gencatan senjata. Ketika ditanya pesan untuk Presiden AS terpilih Donald Trump, Naim menyatakan, "Kami adalah orang-orang yang mencari masa depan lebih baik. Kami ingin memastikan masa depan yang bermartabat dan sejahtera bagi anak-anak kami."

"Nanti, kami meminta setiap presiden, termasuk Donald Trump dan pemerintahannya, untuk mengambil langkah yang diperlukan guna menghentikan agresi dan perang ini segera. Kami siap untuk kesepakatan gencatan senjata."

Israel terus melancarkan serangan mematikan ke Gaza sejak serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, mengakibatkan lebih dari 43.700 orang tewas dan wilayah tersebut menjadi hampir tidak layak huni. Israel memperkirakan lebih dari 100 sandera masih ditahan oleh faksi Palestina di Gaza. Serangan ini menyebabkan hampir seluruh populasi wilayah mengungsi di tengah blokade yang berkelanjutan, mengakibatkan kekurangan parah akan makanan, air, dan obat-obatan.

Di Mahkamah Internasional, Israel menghadapi kasus genosida terkait konflik mematikan di Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Sembunyi di Bunker? Serangan Drone Hizbullah Guncang Caesarea Lagi

Netanyahu Sembunyi di Bunker? Serangan Drone Hizbullah Guncang Caesarea Lagi

News | Jum'at, 15 November 2024 | 17:20 WIB

Surga Satwa Berubah Jadi Medan Perang: Perang Israel-Hizbullah Ancam Migrasi Burung

Surga Satwa Berubah Jadi Medan Perang: Perang Israel-Hizbullah Ancam Migrasi Burung

News | Jum'at, 15 November 2024 | 15:17 WIB

Heboh! 88 Anggota Kongres AS Desak Biden Jatuhkan Sanksi ke 2 Menteri Israel Terkait Kekerasan di Tepi Barat

Heboh! 88 Anggota Kongres AS Desak Biden Jatuhkan Sanksi ke 2 Menteri Israel Terkait Kekerasan di Tepi Barat

News | Jum'at, 15 November 2024 | 13:01 WIB

PBB: Aksi Israel di Gaza Berciri Genosida, Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata

PBB: Aksi Israel di Gaza Berciri Genosida, Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata

News | Jum'at, 15 November 2024 | 12:14 WIB

PBB: Krisis Kemanusiaan Gaza Memuncak, Israel Dituding Langgar Hukum Internasional

PBB: Krisis Kemanusiaan Gaza Memuncak, Israel Dituding Langgar Hukum Internasional

News | Jum'at, 15 November 2024 | 04:15 WIB

HRW Sebut Pengusiran Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

HRW Sebut Pengusiran Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

News | Kamis, 14 November 2024 | 20:54 WIB

Terkini

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB