Tampilkan Data yang Bagus, Legislator PKB Bilang Ini ke PLN di Rapat DPR

Rabu, 04 Desember 2024 | 10:57 WIB
Tampilkan Data yang Bagus, Legislator PKB Bilang Ini ke PLN di Rapat DPR
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rivqy Abdul Halim. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rivqy Abdul Halim mengkritisi PT PLN saat Komisi VI DPR RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) beserta Subholding di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024) kemarin.

Rivqy mengkritisi paparan Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo dalam rapat yang hanya menampilkan hal yang manis-manis saja.

“Memang presentasinya sangat menarik, tapi yang disampaikan hanya pendapatan penjualan yang ‘cantik-cantik’ saja, sementara laba bersih PLN pada kuartal III 2024 mengalami penurunan 3,3 persen dan beban usaha juga naik 14,69 persen,” kata Rivqy.

Kapoksi Komis VI Fraksi PKB ini pun menjelaskan, ada beberapa kinerja PLN yang menjadi catatan, misalnya beberapa proyek infrastruktur listrik yang mengalami keterlambatan.

“Seperti di Sumatera, pembangunan transmisi 500 KV ini sudah sangat berlarut-larut,” ujarnya.

Selain infrastruktur, pria yang akrab disapa Gus Rivqy ini juga mengangkat masalah terkait kualitas layanan PLN.

Menurutnya, masih banyak kasus-kasus pemadaman seperti di Aceh Selatan yakni Trumon dan Bakongan yang warganya sering komplain terkait pemadaman listrik.

“Padahal di sana kan sudah ada sumber gas dan pembangkitnya juga banyak. PLN ada di Arun, Belawan, Paya Pasir dan di Lhokseumawe, itu gimana supply di Aceh, kok sering mati nyala begitu,” ujarnya.

Terakhir yang disoroti Gus Rivqy juga adalah terkait pembangkit PLN yang menggunakan combain cycle yang merupakan gabungan dari pembangkit tenaga gas dan uap (PLTG dan PLTU) untuk ramah lingkungan.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, PLN Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik di Berbagai Daerah

Ia khawatir combain cycle ini hanya tameng agar disebut go green, padahal Marine Fuel Oil (MFO) atau bahan bakar dari residu penyulingan minyak bumi yang digunakan lebih banyak.

"Jadi combain cycle yang menggunakan bahan bakar gas itu berapa persen PLN memanfaatkan bahan bakar gas? Kemudian berapa persen PLN memanfaatkan MFO? Jangan-jangan penggunaan gas ini hanya sebagai tameng aja biar gaya go green, tapi yang lebih banyak dipakai MFO nya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI