Mahfud MD: Kapolri Perlu Jelaskan Soal Ramai Fenomena Partai Cokelat

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2024 | 17:16 WIB
Mahfud MD: Kapolri Perlu Jelaskan Soal Ramai Fenomena Partai Cokelat
Mahfud MD (YouTube Deddy Corbuzier)

Suara.com - Mantan Menkpolhukam, Mahfud MD menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu menjelaskan mengenai sorotan terhadap aparat kepolisian, seiring ramai istilah partai cokelat atau parcok.

Fenomena istilah parcok menjadi perbincangan usai adanya dugaan keterlibatan kecurangan aparat kepolisian dalam mempengaruhi pilihan dalam Pilkada serentak 2024.

Melalui kanal YouTube Mahfud MD Official, Mahfud berbicara menanggapi partai cokelat. Menurutnya, fenomena tersebut bisa benar adanya, namun tidak merata.

"Sekarang akan halnya partai cokelat gitu ya. Memang sekarang ini yang jadi sorotan publik ya sampai kita bicara ini kan ikut campurnya atau intervensinya polisi. Saya kira itu benar, tetapi tidak merata mungkin hanya di daerah tertentu yang bisa dibuktikan itu, atau bisa dirasakan, maaf, kalau dibuktikan nanti jadi perkara hukum, bisa dirasakan," tutur Mahfud dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu (4/12/2024).

Mahfud mempersoalkan Listyo yang masih diam, belum memberikan tanggapan mengenai ramai sorotan mengenai parcok.

"Cuma masalahnya sekarang yang kurang pas itu Pak Kapolri nggak pernah menanggapi ini. Ya kan harusnya menjelaskan kan," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, sebagai pejabat publik, menjadi penting Kapolri memberikan penjelasan kepada masyarakat.

"Untuk mengimbangi opini agar gini rakyat tidak frustasi sudah diginikan kok diam aja sih, kan gitu kan, terlepas benar atau tidaknya harusnya dijelaskan," kata Mahfud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! DPR Puji Kapolri Setinggi Langit di Tengah Marak Kasus Polisi Tembak Warga Sipil

Miris! DPR Puji Kapolri Setinggi Langit di Tengah Marak Kasus Polisi Tembak Warga Sipil

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:18 WIB

Mahfud MD Singgung Koruptor Dihukum Mati di China: Nggak Jadi Duta Anti Korupsi Pak?

Mahfud MD Singgung Koruptor Dihukum Mati di China: Nggak Jadi Duta Anti Korupsi Pak?

Tekno | Selasa, 03 Desember 2024 | 19:36 WIB

Dinilai MKD Langgar Etik, Yulius PDIP Kena Sanksi Buntut Tudingan Partai Cokelat Cawe-cawe di Pilkada 2024

Dinilai MKD Langgar Etik, Yulius PDIP Kena Sanksi Buntut Tudingan Partai Cokelat Cawe-cawe di Pilkada 2024

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:10 WIB

Bermula Tudingan PDIP 'Partai Cokelat' Cawe-cawe, ISESS Ungkap Plus-Minus jika Polri di Bawah Kemendagri

Bermula Tudingan PDIP 'Partai Cokelat' Cawe-cawe, ISESS Ungkap Plus-Minus jika Polri di Bawah Kemendagri

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:37 WIB

Banyak Kader PDIP Ungkap Dugaan Partai Cokelat Cawe-cawe di Pilkada, Puan: Jika Ada Bukti, Laporkan

Banyak Kader PDIP Ungkap Dugaan Partai Cokelat Cawe-cawe di Pilkada, Puan: Jika Ada Bukti, Laporkan

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:32 WIB

Lewat Pengacara, Firli Bahuri Diam-diam Bersurat ke Kapolri Minta Kasusnya Disetop

Lewat Pengacara, Firli Bahuri Diam-diam Bersurat ke Kapolri Minta Kasusnya Disetop

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 07:00 WIB

Ungkit Hak Impunitas DPR, Yulius Ngaku Siap Diadili MKD soal Tudingan Cawe-cawe Partai Cokelat pada Selasa Besok

Ungkit Hak Impunitas DPR, Yulius Ngaku Siap Diadili MKD soal Tudingan Cawe-cawe Partai Cokelat pada Selasa Besok

News | Senin, 02 Desember 2024 | 15:35 WIB

Terkini

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:41 WIB

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:39 WIB

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:37 WIB

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:35 WIB

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?

Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:20 WIB

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:19 WIB

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:07 WIB