Hariz Azhar Bongkar Dugaan Pelanggaran HAM dan Orang Kuat di Balik Operasi Tambang PT GPU

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:00 WIB
Hariz Azhar Bongkar Dugaan Pelanggaran HAM  dan Orang Kuat di Balik Operasi Tambang PT GPU
Kuasa hukum karyawan PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB), Hariz Azhar dan rekannya dalam konfrensi pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2024). [Suara.com/Yasir]

Suara.com - Kuasa hukum karyawan PT Sentosa Kurnia Bahagia (SKB), Hariz Azhar mengungkap adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia atau HAM di balik aktivitas tambang batubara PT Gorby Putra Utama (GPU) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Oleh karena itu ia mendesak agar aktivitas tambang tersebut dihentikan.

Dugaan pelanggaran HAM tersebut, kata Haris, salah satunya berupa pencaplokan wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT SKB yang dilakukan oleh PT GPU. Akibatnya banyak karyawan PT SKB yang telah lama bekerja di perusahaan sawit tersebut kehilangan pekerjaan.

"Kami menganggap ada dugaan pelanggaran hak asasi manusia di dalam praktik bisnis yang dijalankan oleh PT Gorby Putra Utama," kata Haris saat jumpa pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2024).

Menurut penuturan Haris, sengketa lahan pertambangan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan sudah berlangsung lama, tepatnya sejak 2012 lalu. Berdasar hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pemerintah kabupaten, PT GPU melakukan operasi pertambangan batubara seluas 1.630 hektare di wilayah Kecamatan Batanghari Leko, Musi Banyuasin.

Haris menyebut operasi tambang PT GPU bermasalah karena dilakukan di atas lahan HGU PT SKB seluas 3.859 hektare. Padahal HGU milik PT SKB menurut klaim Haris telah dinyatakan sah dan berlaku oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta melalui putusan Nomor/182/B/2024. Selain itu izin usaha pertambangan atau IUP PT GPU pun bukan dikeluarkan Bupati Banyuasin, melainkan Bupati Musi Rawas Utara.

PT GPU memperoleh IUP di atas lahan HGU PT SKB setelah adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri atau Permendagri Nomor 76 Tahun 2014 tentang Batas Daerah Musi Banyuasin dengan Musi Rawas Utara. Permendagri tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara di Sumatera Selatan.

Haris menduga aturan tersebut diterbitkan semata-mata hanya untuk mengakomodir kepentingan PT GPU agar bisa melakukan operasi tambang di lahan HGU PT SKB. Pasalnya, saat Pilkada serentak 2024 kemarin, Haris menyebut di lahan tersebut faktanya masih masuk dalam daerah pemilihan Kabupaten Musi Banyuasin.

"Ini semata-mata hanya untuk melengkapi operasionalisasi di level Jakarta bahwa PT Gorby Putra Utama bisa bekerja di wilayah tersebut. Atas dasar semua perizinan itu sudah lengkap. Maka mereka meminggirkan, dengan cara-cara yang kasar," ungkap Haris.

Selain itu, Haris menyebut PT GPU juga melibatkan aparat kepolisian untuk mengintimidasi dan mengkriminalisasi karyawan hingga Direktur Utama PT SKB. Beberapa di antaranya, termasuk Direktur PT SKB telah ditetapkan sebagai tersangka.

baca juga

"Bahkan sampai pejabat tingkat tinggi dari Mabes Polri datang ke lapangan hanya untuk memastikan bahwa operasionalisasi perusahaan tersebut bisa berjalan di atas tanahnya PT SKB," tuturnya.

Dalam waktu dekat ini Haris berencana melaporkan permasalahan ini ke Komnas HAM. Selain juga akan melaporkannya ke kepolisian walaupun ia pesimis lantaran selama ini polisi dinilai selalu berpihak kepada PT GPU.

Dugaan Orang Kuat di Balik PT GPU

Selain mempersoalkan adanya dugaan pelanggaran HAM dan kriminalisasi terhadap karyawan PT SKB, Haris juga menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat operasi tambang PT GPU. Persoalan ini menurutnya tidak ditangani serius oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Padahal, Haris menyebut banyak warga yang mengeluhkan kualitas udara dan air sebagai sumber kebutuhan hidup mereka yang tercemar akibat operasi tambang batubara PT GPU.

"Ini praktik yang cukup sempurna mengabaikan. Sempurna dalam artian bisa mengabaikan dan menanggulangi problem legalitas, problem kepatutan terhadap lingkungan dan juga ketenagakerjaan. Itu semua bisa diabaikan, perusahaan jalan terus," katanya.

Haris menduga ada sosok figur kuat di tingkat nasional yang ada di balik PT GPU. Walaupun orang tersebut secara langsung tidak tercatat dalam kepemilikan PT GPU.

"Jadi saya menduga ini ada satu kekuatan besar. Kalau Anda tanya siapa? Saya juga nggak bisa sebut namanya. Tapi saya menduga dengan modus seperti ini, kalau kita lihat profil orang-orang di dalam PT Gorby Putra Utama, bukan orang-orang politisi, bukan pebisnis-pebisnis 10 besar atau 50 besar. Tapi memang kandungan tambangnya di lokasi yang mereka tambang ini super sekali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Suriah Memanas: PBB Peringatkan Potensi Pelanggaran HAM di Aleppo

Perang Suriah Memanas: PBB Peringatkan Potensi Pelanggaran HAM di Aleppo

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 14:00 WIB

Dari Kasus Afif hingga Gamma, Pola 'Fitnah Jenazah' Polisi Terulang

Dari Kasus Afif hingga Gamma, Pola 'Fitnah Jenazah' Polisi Terulang

Liks | Senin, 02 Desember 2024 | 12:32 WIB

35 Twibbon Hari HAM Sedunia: Merayakan Kemanusiaan di Medsos!

35 Twibbon Hari HAM Sedunia: Merayakan Kemanusiaan di Medsos!

News | Rabu, 27 November 2024 | 10:34 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×