Menteri PPPA: Banyak Anak Lebih Mengidolakan Tokoh Luar Negeri, Padahal Kita Punya Soekarno dan Hatta

Minggu, 08 Desember 2024 | 11:44 WIB
Menteri PPPA: Banyak Anak Lebih Mengidolakan Tokoh Luar Negeri, Padahal Kita Punya Soekarno dan Hatta
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan, saat ini banyak anak-anak Indonesia yang tidak kenal dengan bangsanya sendiri. Sehingga tak sedikit dari mereka justru mengidolakan sosok dari luar negeri.

Padahal, kata Arifah Arifah, Indonesia punya banyak tokoh bangsa yang juga bisa dijadikan panutan.

"Kami melihat bahwa anak-anak kita sekarang semakin tidak kenal dengan negerinya. Mereka punya idola dari luar, jauh dari Indonesia. Padahal kita punya R.A. Kartini, kita punya Pangeran Diponegoro, kita punya Soekarno, kita punya Hatta," kata Arifah saat acara Kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan di Sudirman, Jakarta, Minggu (8/12/2024).

Menurutnya, fenomena tersebut erat kaitannya dengan penanaman karakter anak-anak Indonesia. Karena itu, Kemen PPPA akan turut menggandeng Kementerian Kebudayaan dalam pembentukan ruang bersama Merah Putih di desa.

Arifah menyampaikan, di dalam ruang tersebut akan disiapkan buku-buku tentang sejarah, dongeng, serta berbagai buku cerita tentang keindahan Indonesia serta tokoh-tokoh bangsa.

Ruang Bersama Merah Putih tersebut, dikatakan Arifah, sebenarnya program lanjutan dari Menteri PPPA seelumnya Bintang Puspayoga. Yakni, program Desa Kelurahan Yang Ramah Anak dan Perempuan berganti nama menjadi Ruang Bersama Merah Putih.

Pergantian nama itu dilakukan karena Ruang Bersama Merah Putih merupakan kolaborasi dari seluruh kementerian dan pimpinan lembaga pemerintah serta partisipasi masyarakat untuk menguatkan masyarakat sejak dari tingkat desa.

"Ruang Bersama Merah Putih ini, yang ada dalam bayangan kami, yang sudah rencanakan adalah bagaimana anak-anak ini bisa mengurangi penggunaan gadget dengan memfasilitasi beberapa hal itu," imbuh Arifah.

Selain menyediakan aneka buku, ruang bersama itu juga akan difasilitasi berbagai macam permainan-permainan tradisional bagi anak-anak. Tujuannya, agar anak memiliki kegiatan lain dan tidak hanya fokus dengan ponselnya.

Baca Juga: Sosialisasi di Transportasi Umum, Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan Harus Nol

Menurut Arifah, berbagai permainan tradisional itu mengandung filosofi kehidupan yang sangat tinggi.

"Permainan tradisional itu tidak bermain sendiri, mereka berkelompok, mereka harus bersama-sama, harus antre, tidak boleh curang dan yang paling penting adalah tidak membedakan ketika bermain mau agamanya Kristen, Hindu, Buddha, Protestan, mereka akan bermain bersama-sama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI