Banyak Lurah di Jakarta Terancam Dicopot Gegara Istri Tak Aktif jadi Ketua PKK, BKD: Malu-maluin Aja!

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Selasa, 10 Desember 2024 | 08:58 WIB
Banyak Lurah di Jakarta Terancam Dicopot Gegara Istri Tak Aktif jadi Ketua PKK, BKD: Malu-maluin Aja!
Banyak Lurah di Jakarta Terancam Dicopot Gegara Istri Tak Aktif jadi Ketua PKK, BKD: Malu-maluin Aja! (ANTARA)

Suara.com - Anggota Komisi II DPRD Jakarta, Inad Luciawaty menyoroti fenomena saat ini banyak istri lurah yang tidak turut aktif menjadi perangkat desa. Inad menekankan bahwa istri lurah otomatis akan memegang jabatan sebagai Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerahnya. Namun, saat ini banyak istri lurah yang juga bekerja. Inad mengaku dapat keluhan saat ini banyak PKK di tingkat kelurahan yang kurang aktif. 

"Banyak sekarang lurah dan camat yang istrinya memang kerja. Saya tahu itu mereka kerja, tapi bagaimana mereka bisa mengondisikan kepada kader-kader PKK-nya supaya ini bisa berjalan. Jadi banyak keluhan-keluhan," kata Inad saat rapat kerja dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta di kantor DPRD Jakarta, Senin (9/12/2024).

Politisi PKS itu menegaskan bahwa istri lurah maupun camat juga harus siap menjadi perangkat desa karena mereka wajib menjadi Ketua PKK di wilayahnya. Inad pun mengusulkan kepada Kepala BKD Chaidar, yang turut hadir dalam rapat, agar turut lakukan tes kepada istri para calon lurah dan calon camat mengenai kesiapannya menjadi calon Ketua PKK.

Anggota Komisi II DPRD Jakarta Inad Luciawaty. (Suara.com/Lilis Varwati)
Anggota Komisi II DPRD Jakarta Inad Luciawaty. (Suara.com/Lilis Varwati)

"PKK itu merupakan agensi kita pada saat bersaing dengan provinsi-provinsi lain. Jadi ini juga mungkin menjadi pertimbangan pada saat camat dan lurah mau dipromosikan, istrinya juga ditanya," sarannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BKD Chaidar setuju kalau istri para lurah dan camat memang kewajiban sebagai Ketua PKK. Dia menekankan pentingnya totalitas lurah dan camat beserta pasangan mereka dalam menjalankan tugas. 

Sebab, katanya, posisi lurah menjadi ujung tombak pemerintahan di tingkat lokal. Sehingga seluruh aspek, termasuk keterlibatan istri lurah dalam kegiatan PKK, harus ikut berjalan.

"Kalau istrinya enggak aktif, enggak usah jadi lurah. Ngapain jadi lurah, malu-maluin kita aja. Lurah itu ujung tombaknya gubernur. Artinya jarum hilang aja, di RT-RW dia tahu. Artinya kalau ada warganya itu yang meninggal, nggak punya kain putih, lurah harus tahu. Apalagi Bu lurah itu harus tahu, kalau anak-anak stunting, harus paham banget," tutur Chaidar.

Dia menyampaikan kalau lurah yang ada saat ini telah dilantik lebih dulu sebelum dirinya ditunjuk sebagai Kepala BKD pada akhir November lalu. Sehingga Chaidar tidak ikut menyeleksi para calon lurah tersebut. Dia memastikan jangan sampai ada lagi kelurahan dengan pengurus PKK tidak aktif.

"Ini nanti saya akan jadi catatan saya, akan kita kaji benar-benar. Kalau lurah itu harus benar-benar siap kerja 24 jam," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Janggal! Aksi Santri Jalanan Tolak Gus Miftah Mundur Dicurigai Pesanan: Mau Minum Ludahnya Lagi?

Janggal! Aksi Santri Jalanan Tolak Gus Miftah Mundur Dicurigai Pesanan: Mau Minum Ludahnya Lagi?

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 08:02 WIB

Nasihati Umat Jaga Lisan, Video Lawas 'Mulutmu Harimaumu' Gus Miftah Disorot: Senjata Makan Tuan!

Nasihati Umat Jaga Lisan, Video Lawas 'Mulutmu Harimaumu' Gus Miftah Disorot: Senjata Makan Tuan!

News | Senin, 09 Desember 2024 | 14:47 WIB

Rapat di DPRD DKI, Inad Luciawaty Ungkap Lurah Pelaku KDRT Bisa Dilantik Lagi: Track Record Jelek Banget

Rapat di DPRD DKI, Inad Luciawaty Ungkap Lurah Pelaku KDRT Bisa Dilantik Lagi: Track Record Jelek Banget

News | Senin, 09 Desember 2024 | 13:25 WIB

Sindir Gus Miftah? Mahfud MD Ungkap Cerita Wali Bahlul yang Tinggal di Kuburan, Isinya Menohok!

Sindir Gus Miftah? Mahfud MD Ungkap Cerita Wali Bahlul yang Tinggal di Kuburan, Isinya Menohok!

News | Senin, 09 Desember 2024 | 12:12 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×