Tragedi Sinterklas Hitam 1957: Saat Warga Belanda Diusir Paksa dari Indonesia

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 13 Desember 2024 | 11:16 WIB
Tragedi Sinterklas Hitam 1957: Saat Warga Belanda Diusir Paksa dari Indonesia
Warga terlibat saling dorong dengan pasukan Jepang di depan Hotel Majapahit saat teatrikal peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato sekarang Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Suara.com - Mungkin tak banyak dari Anda yang tahu bahwa ada perayaan Hari Sinterklas setiap tanggal 5 Desember. Perayaan ini dilakukan dengan membagi atau saling bertukar hadiah. Namun hal ini juga ternyata berkaitan erat dengan sejarah momen Sinterklas Hitam, yang menjadi catatan kelam dalam kisah  bangsa Indonesia.

Perayaan ini kemudian berhenti pada tahun 1957, ketika Presiden Soekarno saat itu mendapatkan serangan granat ketika berkunjung ke sekolah milik Perguruan Cikini. Beliau selamat dari peristiwa tersebut, namun merasa marah atas penolakan Resolusi Indonesia soal Irian Barat pada Sidang UmuM PBB.

Sejarah Momen Sinterklas Hitam 1957

Bermula dari serangan yang diterimanya pada 30 November 1957 tersebut, hal buruk terjadi berturut-turut oleh Presiden Soekarno. Selain penolakan Resolusi Indonesia terkait dengan penyerahan Irian Barat, kemarahan pihak Indonesia juga muncul dalam berbagai bentuk lain.

Salah satu yang terbesar dan berhasil direkam dalam catatan Hilde Janssen dalam Tanah Air Baru, Indonesia (2016), adalah ketika buruh-buruh sayap kiri melumpuhkan perusahaan Belanda. Belanda hilang dari peredaran, dan pemerintah RI melakukan nasionalisasi besar-besaran pada aset yang dimiliki Belanda saat itu.

Di hari perayaan Hari Sinterklas, 5 Desember 1957, menjadi momen kedutaan dan konsulat Belanda ditutup dan rencana evakuasi kemudian dipersiapkan di berbagai lokasi. Untuk orang-orang Belanda yang masih berada di Indonesia, momen perayaan Hari Sinterklas ini benar-benar jadi pengingat kelam atas kejadian yang ada di masa lalu.

Momen yang dirayakan dengan tukar hadiah harus dijalani dengan pemulangan besar-besaran warga negara Belanda kembali ke negaranya, dan Hari Sinterklas tahun 1957 kemudian dikenal dengan istilah momen Sinterklas Hitam.

Terusir dari Tanah Kelahiran

Meski secara praktis mereka yang dipulangkan adalah warga negara Belanda, namun ternyata banyak juga anak-anak yang sebenarnya sama sekali belum pernah tinggal di negeri Belanda. Anak-anak ini lahir dari orang Belanda yang tinggal di Indonesia selama masa penjajahan, sehingga sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk negara asal dari orang tua mereka.

baca juga

Momen Sinterklas Hitam menjadi ingatan yang sangat gelap untuk anak-anak yang belum memahami perpolitikan dunia kala itu. Namun ketegasan dari Presiden Soekarno dan sikap yang diambil menjadi cerminan bahwa Sang Proklamator benar-benar tidak mau lagi harga diri bangsanya diinjak-injak di tanah air sendiri.

Itu tadi sekilas tentang sejarah momen Sinterklas Hitam yang mungkin banyak terlupakan. Semoga menjadi artikel yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Emma Jenner, Adik Ivan Jenner yang Ingin Ikuti Jejak Sang Kakak

Profil Emma Jenner, Adik Ivan Jenner yang Ingin Ikuti Jejak Sang Kakak

Bola | Jum'at, 13 Desember 2024 | 10:11 WIB

Siapa Yos Sonneveld? Pemain Keturunan Indonesia yang Justru Perkuat Belanda di Piala Dunia 2024

Siapa Yos Sonneveld? Pemain Keturunan Indonesia yang Justru Perkuat Belanda di Piala Dunia 2024

Bola | Rabu, 11 Desember 2024 | 19:03 WIB

Balas PSSI, Belanda Rekrut Pemain Indonesia untuk Piala Dunia di Arab Saudi

Balas PSSI, Belanda Rekrut Pemain Indonesia untuk Piala Dunia di Arab Saudi

Bola | Rabu, 11 Desember 2024 | 18:48 WIB

Terkini

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×